
cindy menatap gedung di depan nya, suami nya tidak pulang semalam, dan dia mendapatkan foto foto suami nya bersama wanita lain,
seseorang mengirimkan nya melalui pesan,
cindy tidak tahan lagi, ia cukup bersabar selama 8 tahun ini hidup dengan gio,
berdasarkan cinta, ia menerima segalanya dari gio, pukulan, tampan, bahkan cindy pernah di seret keluar dari apartemen mereka karna ia menyusul gio ke club tempat biasa gio menghabiskan malam nya, anak sulung nya sakit demam tinggi saat itu, gio tidak bisa di hubungi, cindy kalut, ia marah, namun gio tidak Terima, cindy malah yang jadi korban,
cindy sering mendengar kabar kedekatan suami nya dengan wanita lain, namun kali ini sungguh keterlaluan, ia menangis..
sipengirim pesan yang entah siapa menyertakan video suami nya dengan wanita lain di ranjang, hati nya sakit,
cukup sudah, ia tak tahan lagi dengan semua ini, orang tua nya tidak pernah tau, cindy cukup malu untuk bercerita,
karna dulu ia menentang papah mamah nya demi hidup bersama gio, hingga cindy melahirkan anak pertama nya, baru papah nya luluh, mereka merestui pernikahan cindy..
cindy bangkit, ia pergi ke kamar, menarik koper yang ada di dalam lemari, ia bersiap, bertekad akan pulang ke Indonesia, cindy akan meminta cerai. setelah merasa cukup dengan keperluan nya, ia membereskan baju anak anak nya, cindy menyiapkan paspor, dan keperluan lain nya,
sejenak ia berfikir tentang om nya,
cindy perlu perlindungan untuk menghadapi gio, dan satu satu nya yang bisa membela nya hanya adnan, benar, cindy harus bisa membebaskan paman nya itu, ia akan pulang bersama,
meminta sang pengasuh menjaga anak anak nya, cindy pergi ke tempat dimana adnan di sekap,
ia mendapatkan ijin untuk mengunjungi paman nya itu, berbekal dua senjata api, cindy menyembunyikan nya di dalam mantel,
jantung nya berdebar, ia sudah kalut, gio sudah menginjak injak harga diri nya, memanfaatkan kesabaran nya,
cindy memasuki kamar paman nya, beberapa penjaga menundukan kepala, tidak mencurigai cindy sama sekali, cindy tersenyum pada mereka,
adnan menatap nya,
cindy beralih ke ujung dinding, yang ia tahu tidak terlihat oleh CCTV, cindy menaruh satu pistol di sana,di atas meja,
adnan sempat heran, memperhatikan gerak gerik keponakan nya itu
"ada apa? (tanya adnan) “
"mari kita pulang om, aku sudah bersiap"
adnan tersenyum. walaupun ia tidak tahu apa yang mendasari cindy melakukan itu, adnan melihat senjata di ujung meja sana,
"apa kamu yakin?? “(tanya dan memastikan)
" aku yakin" (cindy menyibakkan mantelnya sedikit, adnan juga melihat pistol di sana, adnan tersenyum, ia jelas sudah siap..)
Herry bertaruh nyawa, jika kiriman foto nya tidak berdampak apa apa pada cindy, ia harus menyusun rencana lagi,
celine dan gio sudah dalam perjalanan pulang masing masing, setelah menghabiskan semalam suntuk, celine hampir mati meladeni gio
"cepat bersiap, tunggu kabar dari ku, mungkin kita akan pulang ke Indonesia" ( kata herry pada celine)
tak ada kecurigaan sedikit pun, gio memasuki apartemen nya,
pelayan membeli tahu nya, bahwa nyonya nya pergi ke luar untuk membeli sesuatu,
gio pergi ke kamar nya, ia membersihkan tubuh nya,
"sial,
(gio mengumpat celine memberikan tanda merah di dada dan leher nya, ia harus menutupi nya dari cindy,
gio menatap wajah nya di cermin, kejadian semalam membuat diri nya menyukai celine, gio meminta nya bertukar no HP, seperti nya dia akan mengajak celine berkencan lagi, )
herry mengikuti cindy saat ia keluar dari apartemen nya, cindy menuju suatu tempat, semoga itu tempat di mana adnan di sekap, herry mendapat pencerahan, meminta team nya berkumpul di bawah tempat parkir, menunggu tuan nya, semoga dugaan nya tidak meleset, cindy datang menemui adnan,
cindy membuka pintu, ia keluar kamar,
dorr,
ia menembak pengawal yang bertugas menjaga pintu masuk kamar adnan,
tepat di jantung, pengawal itu terjatuh, mungkin mati, adnan dan cindy keluar kamar, adnan memimpin, ia tidak mau keponakan nya itu terluka,
para pengawal yang mengetahui itu dari CCTV berhamburan keluar,
adnan tidak boleh kalah lagi seperi saat itu, ini harus jadi kesempatan bagus untuk nya kabur, dorr dorr,
mereka tumbang, cindy dan adnan lari ke luar, sebelum pengawal yang lain datang, adnan terpaku melihat siapa yang ada di hadapan nya,
herry dan beberapa team nya ada di depan nya, adnan tidak menyangka itu, ia tersenyum, merangkul herry dengan perasaan bahagia, banyak hal yang ingin dia tanyakan, tapi waktu semakin menipis,
"aku harus pulang om, aku akan bawa anak anak"
"baik lah, om akan mengantar mu, "
"her, cek penerbangan ke Indonesia paling cepat, kita harus pulang secepat nya"
"baik tuan, bagaimana kalau kita semua bertemu di bandara?? "
"ide bagus"
"ini, pegang HP ku, untuk kita berkomunikasi"
herry memberikan nya pada adnan, Adnan menerima nya, ia bangga pada herry,
"baik lah, ayo kita pulang cindy"
"terimakasih, sampai bertemu lagi di sana her, (kata adnan) mereka berpisah, menuju maksud nya masing masing,
herry senang rencana nya 70% berjalan mulus..