
Razky benar benar tidur lagi di pelukan papah nya.. walaupun posisi nya di ubah. ia tetap terlihat nyenyak,
HP Yoga bergetar,
Nisa melirik nya di sebelah, panggilan dari Fanny di jam 11 malam??
entah mengapa Nisa merasa BT seketika.. ia tidak menghiraukan panggilan itu sampai menjadi misscall,
Yoga melirik Nisa.. ia ingin sekali melihat mimik wajah Nisa yang BT itu
HP nya bergetar lagi, Yoga kesulitan meraih nya,
Nisa dengan sigap mengambil HP itu menerima panggilan dari Fanny tanpa permisi pada Yoga
"sayang, ko lama ngangkat telp nya.. aku kangen“
Nisa memarkirkan mobil nya,
" fan, Yoga lagi sama aku, anak kita sakit dan kita lagi di perjalanan pulang dari rumah sakit “
"apa? ini siapa?? “ tanya Fanny
" aku Nisa "
"apa maksudnya anak kita yang kamu bilang?? "
"masa kamu ga ngerti? aku rasa kamu wanita cerdas"
Yoga melongo mendengar Nisa berkata seperti itu,
"ya udah. kalo sudah di rumah tolong yoga hubungin aku" ucap Fanny
"ga janji ya.. Yoga bakal nginep di rumah aku, besok juga ada acara soal nya"
Fanny merasa jengkel pada Nisa, ia mematikan telp nya,
tanpa menoleh sedikit pun pada Yoga, Nisa menyimpan lagi HP di sebelah nya
"jadi aku akan tidur di kamar kamu malam ini? “ tanya Yoga senang
" kamu tidur di kursi "
Nisa melajukan lagi mobil nya..
"Nisa itu kan HP aku. kamu kenapa Terima telpon dari Fanny? “
" berisik, aku ga suka suara telpon " Nisa sungguh terlihat menahan marah.
"aku baru denger kamu sebut Razky anak kita"
Nisa akhirnya melirik pada Yoga,
"kamu ga bilang sama Fanny kamu udah punya anak?? “
" belum..." jawab Yoga
"aku belom keliatan punya anak kan?? “ Yoga malah seperti bangga,
Nisa merasa malas meladeni nya
setelah menempuh perjalanan yang terasa membosankan, mereka akhirnya sampai di rumah..
Nisa membuka kan pintu mobil untuk Yoga,
" terimakasih sayang" ucap Yoga tersenyum
"kamu ga malu bilang sayang sama aku sedangkan kamu udah punya cewe? “
Nisa akhirnya marah,
" lho emang kenapa kalo aku udah punya cewe? "
Nisa menggeleng, ia merasa tidak habis pikir pada pikiran Yoga.
"sudah lah. sudah malam kasian Razky"
ibu dan ayah masih di ruang tamu.. mereka menunggu Nisa dan Yoga pulang..
"gimana hasil nya? “ ibu langsung menyambut Nisa dengan pertanyaan
"kata dokter mungkin sakit badan karna banyak yang gendong"
ibu merasa lega, "syukurlah ibu takut kenapa napa, ayo istirahat sana..."
Nisa membawa Yoga ke kamar nya, bagaimana lagi, Razky selama ini tidur dengan nya di kamar,
"tidurin aja, moga ga nangis lagi" Nisa menyiapkan bantal untuk putra nya..
bagai menaruh bom waktu, dengan sangat perlahan Yoga menurunkan putra nya..
belum sampai di kasur.. Razky malah terbangun, ia seperti nya haus..
Nisa membuatkan susu,
meminta Yoga menemani Razky di kamar.
"kamu mau kemana? “ tanya Yoga Nisa hendak keluar kamar,
" mau ke luar, aku mau minum"
Yoga mengangguk,
"bu, Nisa tidur di kamar ibu ya, kayanya Yoga nginep, Razky ga mau jauh dari papa nya"
"lho. tidur di mana? ranjang ibu kan kecil"
iya juga ya..
Nisa lupa, masa iya mereka harus tidur di ranjang kecil itu ber tiga..
"iya.. ya udah, nanti Nisa pikirin deh mau tidur dimana... "
ibu tertawa.
ia membelai rambut putri nya,
"nak, Yoga laki laki baik, ia tanggungjawab pada Razky, apa kamu belum berpikir untuk dekat lagi dengan Yoga?? “
Nisa memijat kening nya,
" bu Yoga udah punya pacar"
"oya??, apa benar benar pacar?? “
"ya mungkin Yoga hanya butuh teman ngobrol aja sama pacar nya, tapi ibu yakin perasaan Yoga buat kamu nak"
Nisa menggeleng,
"ga boleh gitu bu, hubungan bukan untuk main main'
ibu nya sangat tau itu. Nisa memang tak pernah main main dalam hubungan..
malam semakin larut,
Nisa masuk ke kamar, Yoga ikut tertidur bersama Razky, " aku tidur dimana coba? kamar tamu penuh juga"
meraih bantal pelan pelan..
Nisa akan tidur di sofa saja.. ia sengaja membuka pintu kamar nya agar tidak terjadi ke salah fahaman..
waktu terus merangkak naik.
Yoga terbangun, mengecek HP nya.. sudah jam 3 subuh ternyata, ia tidak melihat Nisa di samping nya,
Yoga bangun, ia merasa haus,
ia baru sadar Nisa tidur di sofa,
mendekat pada Nisa, yoga duduk di lantai menghadap pada Nisa.
ada rasa berbunga di hati nya melihat Nisa dalam keadaan tidur begitu,
namun Yoga juga ingat bagaimana malam itu Nisa pingsan dan Yoga menatap nya begini.
"Nisa, andai kamu tau bagaimana aku merasa berdosa padamu sejak malam itu,
aku menyukaimu, aku sungguh ingin menikahi mu, apa lagi mengetahui kamu hamil anak ku,. beri aku kesempatan Nisa, aku janji akan membahagiakan mu dan anak kita"
Yoga tidak membangunkan Nisa.
namun ia berinisiatif memindahkan nya ke kasur,
seperti Nisa kecil yang tertidur saat menonton TV Nisa di pindahkan ayah nya dulu ke kamar,
Nisa terusik, ia merasa aneh dengan posisi nya, membuka mata buru buru, ia terkesima melihat wajah Yoga di hadapan nya,
Yoga menurunkan nya di kasur..
menyelimuti Nisa dengan selimut,
Nisa masih diam..
entah karna kesadaran nya belum 100% ada atau bagaimana...
Yoga tersenyum.
mendaratkan satu kecupan di kening Nisa
"tidur lagi ya.. masih malam.. "
Nisa mengangguk,
ia membetulkan posisi untuk nya tidur kembali,
Yoga terus tersenyum.
Nisa tidak menolak bahkan tidak marah dengan perlakuan nya,
setelah minum air.
Yoga melanjutkan tidur nya di sofa tempat Nisa tidur tadi..
**
alarmnya berbunyi..
Nisa buru buru bangun karna takut putra nya terganggu,
ia hampir lupa ada Yoga juga di kamar nya,
"jadi bukan mimpi ya? se malam Yoga pindahin aku ke kasur, dan cium kening?? "
"Yoga.... " Nisa pelan membangunkan nya
"hmmmm"
"ayo bangun, sholat ke mesjid sama ayah... "
"5 menit lagi ya Fan.. "
Nisa ternganga
apa Fan?? maksud yoga Fanny?? , apa dia pikir Fanny yang bangunin??
"ih.. Yoga... aku Nisa"
Nisa menggoyangkan lengan Yoga sedikit kencang,
Yoga akhirnya bangun, ia malah tersenyum pada Nisa,
"kangen ya sama Fanny, ampe tidur juga nyebut nama dia" Nisa cemberut,
Yoga masih mencerna kata kata Nisa,
"maksudnya apa sayang?? "
"ih sayang sayang, aku bangunin kamu, kamu manggil aku Fanny, dasar Playboy"
Nisa bangkit, ia buru buru pergi ke kamar mandi,
"apa iya aku manggil Fanny? terus apa kata Nisa tadi playboy? “ Yoga bergumam,
ia pun bangun, dan melipat selimut, juga membereskan bantal nya.
Nisa keluar dari kamar mandi,
" mau shalat ya..?" tanya Yoga,
"bareng yu? “ tambahnya
" kamu harus solat di mesjid, kita bukan suami istri, ga boleh solat barengan" ucap Nisa sedikit emosi..
"bukan ga boleh sayang, tapi belum boleh" Yoga pergi ke kamar mandi, ia membuat Nisa menggaruk kening nya yang tak gatal