Annisa

Annisa
kembali ke tempat lama



Nisa keluar rumah, untuk pergi ke makam suami nya, tapi Yoga datang, Nisa mengecek jam di tangan nya..


" ini masih jam 7 pagi Yoga, kamu udah dateng? "


"lho emang kenapa? kan lebih baik datang awal dari pada kesiangan... " jawab Yoga mendekat, ia begitu saja mencium kening Nisa..


bugh... satu pukulan mendarat di lengan Yoga


"aduh.. sakit lah.. "


"lagian, maen nyosor aja.. kan malu banyak yang liat. "


"hehee maaf ya,


kamu mau kemana? “ Yoga melihat tangan Nisa menenteng bunga di plastik


" mau ke makam.. kamu masuk ya jaga Razky "


"nooo, aku ikut ke makam. aku antar ya... pleaseee"


"yoga aku ga nyaman.. aku suka curhat di sana kalo kamu ikut aku ga bisa curhat"


Yoga tersenyum,


"Nisa, aku mau minta ijin sama om Adnan buat nikahin kamu"


Nisa diam sejenak..


dan akhirnya ia mengangguk,


jarak rumah Nisa dengan makam bisa di bilang dekat jika dengan kendaraan.. tapi kalau berjalan memang lah jauh...


untuk pertama kali Nisa datang dengan Yoga ke makam suami nya,


Yoga menggenggam tangan Nisa sepanjang jalan..


duduk di sebuah batu di samping makam. Nisa m m bacakan doa untuk suami nya, biasa nya setelah itu ia akan curhat..


"mas... Nisa datang sama Yoga, semoga di surga sana mas bisa melihat kami berkunjung.. "


"ehmmm..


assalamu'alaikum om.. maaf Yoga baru datang setelah pemakaman om, biasa nya Yoga melihat Nisa dari jarak jauh,


om Adnan.. Yoga minta maaf, jika selama kita bersama banyak kesalahan yang yoga perbuat sama om..


dan khusus nya hari ini yoga datang,


Yoga akan menikahi Nisa, semoga om Adnan merestui kebersamaan kami,


om tau kan aku mengincarnya dari dulu... "


yoga menatap Nisa. ia tersenyum mengatakan itu,


"hari ini juga yoga akan membawa Nisa dan Razky berkunjung ke rumah mamah, semoga segala nya di permudah ya om.. maafin semua kesalahan yoga ya om.. "


bergantian menaburkan bunga di atas makam Adnan.. Nisa dan Yoga pamit,


sepanjang jalan pemakaman Yoga menggenggam tangan Nisa, Nisa memandang genggaman tangan nya,


ia beberapa kali menoleh ke makam suami nya, entah lah mengapa di hati nya masih terasa keberadaan Adnan. Nisa merasa takut kalo suami nya akan cemburu melihat ini,


Yoga membukakan pintu mobil untuk Nisa,


Yoga bingung kenapa Nisa diam saja..


αƙυ ƚαƙ ɱҽɱρҽɾƈαყαι ρҽɾαʂααɳ Ⴆαƚιɳƙυ ʂҽႦҽʅυɱɳყα,


ɳαɱυɳ ƙιɳι ƙҽʂυʅιƚαɳ ɱҽɳʝαԃι ɱυԃαԋ ʂααƚ ƙαυ ԃαƚαɳɠ,


Ⴆιʂα ƙαԋ αƙυ ɱҽɳɠαƚαƙαɳ ʂҽʂυαƚυ ƙҽ ραԃαɱυ, ƙαɾɳα ƙαυ ʂҽԃαɳɠ Ⴆҽɾʂαɱα ƙυ...


αƙυ ιɳɠιɳ ɱҽɳყαɳԃαɾƙαɳ ƙҽραʅα ƙυ ԃι ԃαԃαɱυ,


ɱҽɳԃҽɳɠαɾƙαɳ ԋαƚι ɱυ, ɱҽɳყҽႦυƚ ɳαɱαƙυ...


αƙυ ƚҽʅαԋ ɱҽɳɠαႦԃιƙαɳ ԋιԃυρƙυ υɳƚυƙ ɱυ, ʂυԃαԋ ʂҽԋαɾυʂ ɳყα Ⴆαɠι ƙυ υɳƚυƙ Ⴆҽɾʂαɱαɱυ,


ƚҽƚαρ ԃҽƙαƚ ԃҽɳɠαɳ ԋαƚιƙυ ʂҽƚιαρ ʂααƚ,


Ⴆιαɾ αƙυ ႦҽɾႦαɠι ʂҽƚιαρ ɳαϝαʂ Ⴆҽɾʂαɱαɱυ...


"ah.. iya?? "


"ko ngelamun?? “


Nisa tersenyum, Yoga memandangi nya,


" aku ingin selalu melihat senyum mu itu Nisa"


Nisa mengangguk, apa lagi yang bisa dia bilang,


"maka buat lah aku selalu tersenyum Yoga"


"hukum aku jika aku membuat mu menangis, kamu yang aku mau, maka ga akan pernah aku sia sia kan"


***


mereka meninggalkan pemakaman,


pulang untuk membawa perlengkapan Nisa dan Razky, setelah berpamitan pada ibu dan ayah Nisa dan Yoga pergi,


ini pengalaman Razky bepergian jauh..


Nisa menyiapkan tempat tidur di jok belakang senyaman mungkin untuk putra nya itu,


"kamu sangat telaten Nisa, apa kamu butuh pengasuh? " tanya Yoga


"engga, untuk apa?


bukan kah setelah menikah nanti aku akan di rumah?? " Nisa menggulum senyum Yoga langsung melirik nya,


"jadi sudah sejauh itu persiapan nya? “ tanya Yoga.. Nisa menunduk malu, ia jadi ketauan punya rencana dengan pernikahan nya itu.


" bukan kah sesuatu harus di pikirkan matang?? “ Nisa malah bertanya,


"ya tentu, aku akan pulang membawa berkas untuk kamu tandatangani setiap hari" Yoga tersenyum mengatakan nya.


Nisa terdiam, memandang lurus ke depan, hati nya mengatakan apa yang harus dia lakukan pada suami nya,


perusahaan itu sudah jadi milik Adnan,


Yoga hanya di tugaskan papah Tama mengajari Nisa tentang perusahaan..


"aku rasa kita harus membahas perusahaan nanti setelah kita menikah Yoga" ucap Nisa


"aku faham, dan aku siap kapan aja kamu mau bahas Nisa"


Nisa tersenyum,


"mamah pasti akan bawel pada kita,


kamu harus siap siap saja..


bisa bisa Razky ga boleh pulang nanti"


Nisa memandang wajah putra nya yang sedang memainkan tab nya,


ia teringat lagi dulu saat melahirkan Razky bagaimana Yoga memaksa nya untuk tinggal di rumah mamah Riana, masa masa paling sulit untuk Nisa.. siapa sangka kini ia akan kembali ke sana dalam status baru,


"apa box bayi masih ada?? “ tanya Nisa


Yoga memandang nya sejenak, lalu tersenyum.


" aku meminta mamah supaya tidak merubah sedikit pun kamar ku yang pernah kamu pakai Nisa, kamu liat saja nanti, semua akan tetap sama, aku menempati nya setelah kepergian kamu"


"Yoga sudah lah, kita buka lembaran baru oke"


ucap Nisa,


"bukan mengungkit Nisa,.


aku jadi merasa beribu ribu kali bersyukur mengingat masalalu kita"


"semua di luar nalar kita kan?? "


Yoga mengangguk, ia setuju,


perjalanan baru setengah jalan mereka lalui,


setelah beristirahat di rest area untuk beribadah, dan mengajak razky main, mereka melanjutkan lagi perjalanan...