Annisa

Annisa
kabar beredar



adnan dan nisa sudah ada di parkiran mobil, mereka berdiri di sebelah mobil milik adnan,


nisa menangis,


adnan memeluk nya, tanpa ada kata apa pun..


hingga beberapa menit kemudian,


"kenapa nisa harus ketemu lagi sama dia ketika nisa sudah mau berdamai dengan hidup nisa mas? "


yang di tanya hanya diam, adnan mengusap punggung nisa, memeberikan ketenangan


"banyak sesuatu yang tidak kita sukai, tapi kita harus melalui nya nisa... "


"jadi dia keponakan mu mas? "


"ya, yoga anak dari bang tama.


mas tau kabar ketika yoga mencari seorang perempuan, tapi mas tidak memperdulikan nya, mas rasa itu bukan urusan mas,


tapi ternyata, perempuan itu kamu..


sungguh kebetulan bukan??? "


nisa merenggangkan pelukan nya,


"nisa ga mau ketemu lagi sama dia mas, nisa benci dia"


"kamu jangan menghiraukan itu, akan mas urus"


mereka melanjutkan perjalanan nya lagi,


adnan membawa nya ke baby shop, melanjutkan pencarian nya


"mas, dalam situasi seperti ini kamu masih mau belanja?? " (nisa bertanya)


"lho, tujuan kita kan memang mau belanja"


"kita pulang saja mas, nisa lagi ga mood"


adnan mendesah,


ia tak akan memaksa nya.


"baiklah, (adnan menurut)


*di perjalanan


" nisa, ayo kita menikah, dengan itu mas bisa total melindungi kamu"


nisa terdiam,


iya memang betul kata mas adnan, keadaan nya sekarang begini, nisa takut yoga berbuat sesuatu seperti tadi, walaupun mas adnan bilang aku istri nya yoga tetap nekat


"besok kita menikah, secara agama saja dulu"


"nisa obrolin dulu sama bu Ratih ya mas"


"iya, maaf nisa bukan mas memaksa, kamu tau yoga kan? dia bisa saja melakukan apa pun"


"masss" ( nisa memanggil adnan)


"jadi keluarga pikir nisa sudah meninggal? "


adnan terdiam, apa yang harus ia katakan,?


"mas akan cari tau nisa, apa yang sebenar nya terjadi"


"sungguh nisa ga percaya mas kalo itu benar,


pantas saja mas Riko meninggalkan nisa begitu saja kan, nisa ingin menikah di saksikan keluarga? “


adnan sungguh merasa sedih,


sungguh miris nasib wanita nya itu...


" lalu bagaimana nanti nisa akan pulang? , mereka akan mengira nisa hantu?? "


"nisa itu belum tentu benar, sabar lah... " ( adnan menenangkan)


mereka sampai di rumah bu Ratih,


bu Ratih masih di warung,


nisa turun dari mobil di bantu adnan,


mengusap rambut nya, adnan pamit...


"mas pulang dulu, bicara lah dengan bu Ratih oke"


nisa mengangguk,


"hati hati mas"


meraih jari tangan nisa, adnan mencium nya, mereka saling melempar senyum,


"hati hati, jangan temui siapa pun yang ga kamu kenal, diem di rumah, jangan kemana mana oke"


"iya mas"


adnan pergi,


meninggalkan prasangka dari dua orang ibu ibu yang kebetulan melintas,


nisa masuk ke rumah,


"bu, ibu yakin ga sih nisa itu punya suami seperti yang bu Ratih bilang,


itu laki laki itu siapa? kalo itu suami nya, masa ga pernah tidur di sini, saya beberapa kali liat mobil itu datang terus ga lama pergi"


"bisa jadi bu, kita harus tanya ke bu Ratih, masa iya di kampung kita ada pasangan begitu"


"kita liat saja, bu Ratih biasa nya sore pulang, nanti kita tanya yu bu... "


"iya betul bu, biar jelas...


kan bu Ratih punya anak gadis, kalo ada perempuan begitu, apa ga takut di contoh anak nya"


"iya bener bu".


*ya begitulah kita kira pembicaraan bu imas dan bu Nur😄


mereka tidak main main, benar benar menunggu bu Ratih pulang dari warung,


belum juga masuk ke gerbang rumah nya, bu Ratih sudah di jegat,


" bu Ratih.. tunggu.. ( kata bu imas, yang di ikuti bu Nur)


"ibu... ada apa ya??


nisa di jendela kamar mengintip, ada apa tumben ibu ibu kumpul pikir nya


" Bu ratih, maaf ya kita mau tanya, (mereka duduk di bangku teras bu Ratih)


"mau tanya apa bu?? "


"ini soal nisa ( tambah bu Nur)


" iya kenapa ya bu?? "


"nisa tuh suami nya yang mana toh bu?, kita beberapa kali lihat nisa naik turun di mobil mewah warna hitam, apa itu suami nya?? "


"hehee iya benar bu, itu mas adnan suami nisa"


"owhh ( bu imas dan bu Nur kompak)


tapi ko kelihatan nya cuma anter aja bu, ga nginep di sini?? "


bu ratih sempat terdiam, memilah kata yang tepat untuk menjawab,


"gini loh bu, biar ga pada sangka sangka yang aneh, nisa itu ponakan jauh aku, orang tua nya jauh di sana... nisa nikah sama mas adnan di sini, nah, mas adnan itu di tugasin ke luar kota sama bos nya,"


"kerja opo toh bu suami nya?? "


"dia kepercayaan yang punya pratama group bu" ( siapa yang tak tahu pratama group pikir bu Ratih)


"wah, pantas mobil nya saja keren, ( bu Nur menyeletuk’)


" iya, nah karna nisa lagi hamil, jadi sementara di titip di sini karna ibu nya jauh di sana, dan suami nya bolak balik ke luar kota,


nisa sekarang hamil nya sudah besar, sudah 8 blan, jadi suami nya bolak balik aja bu, ga nginep "


( ya Allah, demi kamu nisa ibu berbohong sejauh ini, awas saja kalo kamu ga mau di nikahi adnan, gumam nya dalam hati)


*ternyata setelah mengantar nisa pulang, adnan mampir ke warung, membicarakan pernikahan,


"maaf ya bu kita tanya tanya, abis mencurigakan, tak kira nisa selingkuhan, atau istri ke dua gitu bu" (tanpa filter bu imas bicara)


"astaghfirullah, ( bu Ratih memberi komentar)


" heheee ya sudah, kami mohon maaf ya bu mengganggu" (kata bu Nur)


"kalo begitu, kami pamit, mohon maaf sekali lagi"


"iya bu, ga apa apa" (sambil bernada ketus, bu Ratih sebal pada mereka).


bu Ratih masuk ke rumah, ternyata nisa sudah mendengar semua, ia duduk di kursi belakang jendela


"nisa, kamu dari tadi di situh? (tanya bu Ratih)


nisa senyum,


"iya bu, (nisa bangun, dan memeluk bu ratih)


"siapa ibu sebenar nya? kenapa begitu baik sama nisa, itu jelas kebohongan tadi"


"nisa, ibu tau bagaimana kamu dan adnan, kalian selama ini ga berbuat apa apa,


kecuali memang kalian seperti yang di tuduh orang orang, ibu tidak akan membela sedikit pun"


"makasih bu.. "


"sama sama sayang,


jadi apa kalian akan menikah??? "


nisa mengangguk yakin,.


"sebenar nya adnan sudah menelpon ibu, kalian bertemu yoga ya?? "


"iya bu, nisa ga mau liat dia lagi".


" dan ternyata yoga keponakan adnan?? “


"iya... "


"ini sudah takdir sayang, Allah ngasih adnan buat kamu, kamu tau, adnan juga punya kuasa 50% dari saham perusahaan, dan yoga hanya anak dari tama, nama pratama itu nama belakang ayah adnan,.


adnan lebih punya masa di banding yoga, yoga tidak bisa melakukan apa apa, kalau kamu bersama adnan"


"nisa ga mikirin harta bu, mas adnan mau Terima nisa apa adanya juga nisa sudah bersyukur, mau mas adnan pelayan toko juga nisa akan tetap menerima nya"


bu Ratih tersenyum,


"semoga kalian bahagia sayang... "