
Ini jam 4pagi ketika nisa siuman, Adnan kehilangan rasa kantuk nya karena bahagia, nisa juga bangun dari tidur panjang nya,
nisa masih lemas,
mengusap luka goresan yang cukup panjang di tangan Adnan,
"ini kenapa? “ (suara nya masih pelan)
" ini?? (Adnan ikut menatap luka nya)
"aku mencoba kabur nisa, namun tidak berhasil, ini terkena kaca jendela yang aku hancurkan"
nisa mengusap nya pelan, wajah nya nampak sedih,
"aku punya luka yang lebih keren nisa.. (kata Adnan sambil tersenyum jahil,
ia menyingkapkan kaus nya, luka yang sama saat nisa menerima foto yang yoga tunjukan,
nisa menatap Adnan)
" aku ingin cepat pulang menemui mu, tapi beberapa kali aku gagal, mereka sangat nakal nisa aku terluka, aku hampir saja benar benar mati"
"itu pasti sakit masss" (nisa menangis, Adnan mengenggam jari tangan nya, mencium nya)
"aku kritis saat itu, aku tidak bermaksud berlama lama di sana nisa,
kita sama sama berjuang, Tuhan memberikan lagi kesempatan untuk kita hidup, kita harus bahagia setelah ini oke"
nisa setuju, ada senyum di bibir nya, ia mengangguk,
mereka tidak menyadari kehadiran yoga di ambang pintu, yoga melihat itu semua, bagaimana nisa tersenyum tulus pada Adnan...
hati nya nyeri, namun juga lega, mengetahui nisa sadar, ia berhasil melalui masa kritis nya, yoga pergi, mungkin kali ini dia kalah...
dokter memeriksa istri nya, ini sudah jam 8 pagi,
keluarga nisa pun sudah ada di RS lagi,
ibu tak beranjak dari samping anak nya, ia terlalu senang,
"nisa, setelah dokter memperbolehkan pulang, ibu minta kamu ikut pulang ke rumah kita, Adnan pun sudah pulang, tidak ada alasan untuk tinggal di rumah dia(yoga) lagi, cukup sudah sayang... "
"iya bu, (nisa menoleh pada suami nya, sejenak berpikir, bagaimana nisa akan pulang ke rumah orang tua nya, haruskah nisa berpisah lagi dengan Adnan, pekerjaan suami nya di sini, jarak rumah Adnan dan rumah ibu cukup jauh) "
Adnan menganggukan kepala nya, ia menyetujui yang ibu ucapkan, bagaimana pun nisa pasti terhibur berkumpul dengan keluarga nya sendiri... ini demi pemulihan nisa Adnan tidak memikirkan hal lain, ada tama di perusahaan, bukan kah dari dulu pun ia tidak ikut terjun ke dunia bisnis, abang nya itu pasti tidak kesulitan..
"dia jadi jelek begitu bu, lihat badan nya kurus, wajah nya pucat sekali" (Adnan menggoda nya, nisa cemberut)
"bagaimana aku bisa makan, aku ga tau suami ku makan atau tidak di tempat lain.. (nisa menundukan kepala nya, ia ingat lagi hampir dua bulan terakhir di rumah yoga)
ibu tersenyum mendengar kata kata nisa, ia bangun dari duduk nya, mungkin Adnan dan nisa harus berdua dulu, pasti akan banyak yang mereka bicara kan..
" ibu nunggu razky di luar ya, kata nya riana di perjalanan kemari"
"iya bu ( Adnan menjawab)
" makan lah sayang, kamu harus baik baik saja"
nisa mengangguk, Adnan membawa nampan yang dari tadi ada di meja,
"aku akan membuat nya gemuk lagi bu tenang saja" (kata Adnan bangga)
"itu harus“ (jawab ibu)
ibu keluar,
" mas, nisa pengen bersihin badan dulu"
"ayo mas bantu"
nisa menggeleng,
"nisa bisa sendiri mas"
"hey kamu malu?? "
nisa gelagapan, Adnan tersenyum,
"mas siapkan air hangat dulu.. "
setelah siap, Adnan menggendong nisa untuk di bawa ke kamar mandi,
Adnan membuka baju nya pelan pelan,
"mas nisa sendiri saja"
"bukan soal itu, nisa malu mas"
"malu apa? "
"mas bilang nisa jelek"
Adnan mengusap kepala istri nya,
"maaf untuk kata kata itu, kamu tidak pernah jelek nisa, itu hanya perumpamaan untuk kondisi mu kini,. kamu paling cantik"
nisa terdiam, ia sungguh benar benar malu, belum lagi, luka bekas melahirkan nya di perut bawah, itu membuat dia kurang percaya diri,
Adnan benaran benar membantu, di lap nya wajah nisa dengan perlahan..
"jangan di buka, (kata nisa saat Adnan akan membuka pengait bra nya) bagian itu jangan (kata nisa lagi)
Adnan tersenyum. dia tidak mau memaksa, bagaimana pun kenyamanan nisa untuk nya no satu,
Adnan mengusap perut nisa, ia tersenyum.
ia ingat saat nisa hamil, merasakan gerakan di perut nya, kini perut itu sudah rata lagi,
" kamu cantik nisa" ( Adnan menatap mata istri nya)
"aku ga sempurna mas, bekas melahirkan itu menyisakan luka"
"aku bilang kamu cantik karena ini, (Adnan mengusap luka di perut bawah nisa)
ini saksi bahwa kamu perempuan tangguh, razky harus melihat ini, dia harus tau kalau ibu nya sangat kuat,
karena mungkin luka nya akan lama hilang,.
apa masih sakit? ( tanya Adnan lagi)
" sedikit, kadang suka perih" ( jawab nisa jujur, Adnan mengecup luka nya)
"masss"... (nisa protes)
" lagi... (pinta Adnan)
"apa?? (nisa bingung permintaan suami nya)
" panggil aku lagi" (nisa tersenyum, ia ingat suami nya pernah bilang kalau ia menyukai nisa menyabut nama nya)
"masss Adnan, aku rindu" ( kata nisa)
bukan hanya senang,, seolah kelopak bunga mawar menyiram kepala nya, Adnan tersenyum,..
"miss you to sayang" ( Adnan mengedipkan mata nya, meneruskan kegiatan nya, kini membersihkan kaki)
ibu mendengar semua itu, ia kembali lagi ke kamar karena HP nya tertinggal,
"ya Allah, aku hanya minta kebahagiaan untuk nisa dan Adnan, anak anak ku,
mereka sudah cukup menderita, persatukan selalu mereka ya Allah" ( ibu bergumam, dan tersenyum, ia meninggalkan kamar lagi)
nisa sedang Adnan suapin makan ketika putra nya razky datang bersama riana..
nisa sangat rindu, ia menggendong nya, bergantian dengan Adnan,
"nisa mamah bahagia sangat kamu kembali nak, mamah takut sekali melihat mu waktu itu"
nisa tersenyum, meraih jari riana,
"mamah udah baik sama nisa, nisa berterimakasih untuk itu, mamah selalu bantu nisa"
"nisa, mamah menganggap mu anak mamah sendiri, bagaimana pun kamu ibu dari cucu mamah,
pergilah nak, jemput kebahagiaan mu, hidup mu bukan di sini, mamah menyesal ikut setuju membawa mu ke sini dulu "
"tidak ada yang kebetulan mah, semua pasti ada hikmah nya" (jawab nisa)
riana menoleh pada Adnan,,
"Adnan, maafkan yoga ya??
aku tau begitu banyak yang ia lakukan, mungkin tidak semudah itu kalian bisa memaafkan, tapi sungguh aku tulus meminta maaf untuk semua nya"
"kak, yoga sudah aku anggap adik sendiri, semoga semua kejadian ini bisa membuka hati dan pikiran nya"
"aku akan membujuk nya, supaya menjauh dari kalian "