Annisa

Annisa
persiapan 2



nisa menerima paket dari suami nya,


satu mobil box hampir penuh, dengan antusias nisa menerima nya, ibu dan yuni pun membantu,


membuka satu persatu baju untuk bayi nya nanti, nisa sangat terharu,


"nisa akan jadi ibu.. " (mengusap baju yang ia pegang, bayi dalam perut nya pun tak henti nya bergerak, ia begitu aktif


ibu dan yuni saling lempar senyum, menunjuk satu semi satu perlengkapan bayi itu, nisa mengirim pesan pada suami nya


"mass kapan pulang, perlengkapan bayi nya sudah datang, ayo lihat sini ini sangat lucu.. "


nisa menambahkan foto tumpukan perlengkapan bayi nya dalam pesan,


Adnan menerima pesan istri nya, ia tersenyum,


"ada apa? " (tanya Rendy)


"paket perlengkapan bayi sudah datang ke rumah ibu, nisa minta Adnan pulang buat liat semua nya"


"itu pasti sangat lucu, ayo kita pulang, sudah cukup lama kita di sini"


berpamitan pada ayah nya yang sedang sibuk mengurus dapur,


ayah pun tak sabar ingin melihat perlengkapan itu, ia diam diam pun menyiapkan kado untuk cucu pertama nya,


***


"yoga,.. (riana terperangah melihat kamar yoga yang sudah di sulap menjadi kamar bayi, box bayi sudah tertata rapih di sudut kamar, berdekatan dengan tempat tidur yoga,


" sayang, nisa sudah milik Adnan, mana mungkin kamu mempersiapkan ini semua"


"mah, yoga bilang kan nisa milik yoga, dan bayi yang nisa kandung anak yoga, mereka akan di sini nanti"


"sayang jangan begini... "


"begini bagaimana mah? yoga akan jadi ayah, ini wajar kan yoga lakukan... "


riana menutup mulut nya, menahan tangis,


"ini bukan cinta yoga tapi obsesi mu saja..


masih banyak perempuan lain tiara contoh nya"


"mah, yoga hanya sayang sama nisa, dan tiara kita ga punya hubungan apa apa, dia sudah punya pacar"


(yoga menempelkan foto hasil USG yang ia cetak besar di dinding dekat box bayi nya)


"itu foto siapa? "


"ini hasil USG pertama nisa, waktu itu yoga mengikuti nya ke RS, (yoga tersenyum seolah itu hal paling indah yang ia lakukan)


mamah tau, nisa sangat suka wangi parfum yoga, dia boleh bilang tidak suka pada yoga, tapi anak kita mengikat nya, anak yoga menyukai parfum yang yoga pakai,


nisa mengatakan itu.. "


riana semakin menangis, ini omong kosong..


dia pergi meninggalkan yoga yang sedang memandang foto hasil USG nisa..


***


Adnan dan Rendy pulang,


ruangan tamu sudah seperti toko baju yang sedang datang barang baru,


para wanita sibuk, terlebih nisa, ia melipat baju, celana, dan lain nya, ibu meminta nya menyiapkan beberapa baju utuk di bawa ke RS nanti saat bersalin..


"mas... sini lihat ini, kecil sekali kan??


(nisa menempelkan baju di perut nya, hanya depan perut nya saja yang tertutup baju, itu membuat Adnan tertawa... )


Adnan merangkul kepala istri nya, ia juga sangat bahagia,


Adnan meraih satu pack celana, ia membuka nya, dan mengeluarkan nya,


hatinya menghangat, memandang se kecil itu celana yang akan di pakai anak nya nanti,


Hari semakin sore,


nisa selesai mengepak pakaian calon anak nya, ia menciumi wangi minyak telon khas bayi,


Adnan sedang merebahkan tubuh nya,


"kita perlu lemari untuk baju nya ya, lihat lemari baju mu penuh sayang" (kata Adnan, ia melihat nisa sedang mengisi lemari nya dengan perlengkapan bayi)


"itu gampang mas, di ujung jalan ada toko furnitur, nanti nisa akan lihat lihat kesana.. "


Adnan termenung,


"sayang.. "


"hmmmm? ( nisa menoleh pada suami nya)


" bisa aku minta kamu jangan kemana mana"


(suasana tiba tiba menegang, Adnan pun terlihat serius)


nisa mendekat pada suami nya, duduk di ujung tempat tidur, menghadap pada suami nya yang sedang rebahan itu


"memang kenapa mas?? "


Adnan meraih jari tangan nisa,


"sayang aku khawatir, tentang dia(yoga),


bisa kah di rumah saja?? jika perlu sesuatu pesan saja, jangan kamu yang keluar"


"iya mas, nisa faham"


Adnan bangun, mereka berhadapan,


membelai rambut nisa, Adnan menatap mata nya


"apapun yang terjadi, kamu harus tau, mas sayang sama kalian, sama kamu, sama dia (menunjuk perut nisa dengan matanya),


janji sama mas jangan pernah berpikir yang aneh aneh, kamu wanita yang kuat sayang, fokus pada anak kita oke"


nisa tidak mengerti arah pembicaraan mereka, mengapa suami nya berkata demikian, memang akan apa??


"mas hanya akan pulang sebentar kan, lalu akan datang kesini untuk temani nisa melahirkan?? “


Adnan tersenyum,


" mas janji, mas akan urus dulu di sana, lalu mas datang lagi kesini oke"


"jam berapa mas pulang? “


" selasai magrib saja"


"ya sudah, istirahat lah, biar nanti di perjalanan ga lelah, nisa keluar dulu ya"


"temani mas tidur, mas ingin peluk kalian nanti malam Mas akan tidur sendiri kan??"


nisa tersenyum


"baiklah"


ikut merebahkan tubuh nya, sesungguhnya nya nisa tidak mengantuk...


Adnan mencoba memejamkan mata nya,


nisa memeluk nya, menelusup kan wajah nya di dada suami nya,


"ini tempat ternyaman mas, mas harus selalu ada untuk nisa (nisa berbisik, Adnan mendengar nya)


mempererat pelukan nya,


" mas janji sayang" (mencium puncak kepala nisa)


*semoga dia (yoga) tidak macam macam


pikir adnan