
warung sedikit lenggang, ada satu jam lagi menuju jam makan siang,
Bu Ratih menyajikan pesanan milik adnan,
"bu, apa ibu sibuk? saya mau bertanya sesuatu.. "
"engga mas, kebetulan yang makan pun belum pada datang" (jawab bu Ratih)
bu Ratih duduk,
adnan masih terbilang muda, dia bekerja di pratama group, salah satu perusahaan terbesar di kota ini, dia adik bungsu dari pemilik perusahaan, ia orang kepercayaan nya.
"apa benar nisa hamil? (adnan bertanya serius)
" benar mas, nisa sedang hamil, memang kenapa?
“ga apa apa sih, saya kira dia masih lajang"
bu Ratih tersenyum, ia tau adnan seperti nya punya perasaan pada nisa,
"dia bilang dia ga punya suami, bagaimana mungkin bu? "
"mas janji pegang rahasia ya..
betul nisa hamil dan ga punya suami dia......
(mengalir lah cerita dari bu Ratih yang sebenar nya pada adnan, adnan terdiam),
" kasihan dia mas, dia sebenar nya kangen keluarga nya, saya suka denger dia nangis, bahkan beberapa kali mengigau, menyebut ibu dan ayah nya,.
ini sulit bukan, hamil dan jauh dari keluarga?? "
adnan mengangguk,
"saya tau bu, maaf ya saya banyak tanya soal nisa"
"ga apa apa mas, nisa mau cerita sama mas berarti nisa percaya sama mas"
adnan mengangguk,
ia cepat menghabiskan makan nya,
pukul 01:00 nanti ia akan ada tamu yang harus ia sambut,
adnan meminta no HP nisa pada bu Ratih,
adnan sejauh ini orang baik, tidak pernah terdengar dia dalam masalah, dia juga tentu nya mapan, suami Bu Ratih, cukup dekat dengan adnan dan pak tama.
nisa datang,
membawa beberapa kue,
bu Ratih sengaja memasang etalase tambahan di warung nya, untuk display kue yang nisa dan bunga buat,
adnan memperhatikan nisa dia mendekat,
"apa itu? “
" kue tart mas, apa mas mau cicip? "
adnan melirik jam di pergelangan tangan kiri nya, masih ada 15menit lagi,
"coba yang rasa coklat, seperti nya enak"
nisa tersenyum senang,
memotong kue menjadi bentuk segi tiga,
nisa meraih piring saji, adnan masih di dekat nya, memperhatikan nya.
"ini mas silahkan, mudah mudahan mas suka "
adnan meraih piring,
"makasih nisa"
nisa melanjutkan beres beres nya, ia harus menyiapkan kue pesanan pelanggan,
kang yopi (bagian pengiriman sudah menunggu)
adnan memakan kue nya,
ini enak.. nisa pandai juga membuat dan menghias kue pikirannya,
nisa terlihat sibuk,
bunga datang
"kakak, sudah siap?
pelanggan nya sudah di lokasi"
"sudah sayang, ini.. ( nisa memberikan kue nya)
hati hati ya,
kang yopi juga jangan ngebut ngebut bawa motor nya pelan pelan aja"
"siap teh, "
"kita berangkat dulu ya ka.. dadahh"
nisa melambaikan tangan pada bunga,
ia kembali lagi ke etalase,
pelanggan mulai datang untuk makan,
nisa membantu bu Ratih menyajikan makanan yang di pesan ada juga yang di bungkus, adnan masih betah di sana, menikmati kue nya..
"nisa... " (adnan memanggil nya)
"iya mas.. (nisa mendekat)
" bungkus semua kue ny, saya akan ada tamu"
nisa kaget.
"semuaa?? “
" iya, saya tunggu di mobil"
" iya mas.." (bergegas membungkus kue nya)
nisa menghampiri nya, adnan sudah menunggu di pinggir mobil, bersandar pada badan mobil.
pintu mobil di sebelah nya sengaja ia buka,
"masss. "
adnan memejamkan mata nya,
hampir semua memanggil nya dengan sebutan "mas" namun panggilan dari nisa entah mengapa berbeda, padahal intonasi nya sama dengan yang lain.
"maaf nisa taruh di kursi depan saja," (adnan sedang menerima telpon)
nisa menurut, ia membungkuk, menyimpan kue pesanan adnan dengan hati hati,
ketika nisa hendak bangun, kepala nya hampir mengenai atap mobil, adnan sigap, menghalangi kepala nisa dengan tangan nya, hingga tangan adnan yang terbentur atap mobil,
"aduh.. mas... maaf (nisa meraih tangan adnan, reflek) sakit ya?? (mengusap tangan adnan)
ini sungguh tidak sakit nisa,
adnan terpaku, HP nya ia abaikan, bodo amat, pasti yang menelpon murka nanti,
nisa menyadari, ia sedang mengusap tangan adnan, nisa pelan melepaskan nya
" maaf mas, nisa ga bermaksud apa apa (menunduk, nisa takut adnan marah)
"mas yang takut kamu akan sakit kalo kepentok, kamu ga apa apa?" ( adnan malah bertanya, jelas jelas tangan nya yang kepentok)
"nisa ga apa apa mas, makasih ya"
adnan mengangguk,
"oiya, jadi berapa kue nya? "
“ 250ribu mas"
adnan mengeluarkan dompet nya,
mengambil lima lembar seratus ribuan.. di berikan nya pada nisa,
"mas ini kebanyakan"
"ambil lah, kembalian nya buat kamu dan bunga beli eskrim"
"tapi banyak sekali mas"
"Terima lah"
nisa tersenyum,
"makasih banyak mas, semoga Allah ngasih mas rezeki yang lebih banyak dari ini"
adnan tersenyum,
*ada yang menghangat, tapi bukan sayur
"amiiinnn, masuk lah, dan istirahat...
saya pamit dulu"
"iya mas"
setelah memastikan nisa masuk lagi ke warung,
adnan lalu oergi,
semua itu tak luput dari perhatian bu Ratih, di balik etalase makanan nya ia tersenyum..
adnan pergi,
putra pemilik pratama group akan datang,
dia yoga, dan yoga adalah keponakan nya..
20 menit berlalu, adnan sampai di rumah kakak ny itu Tama..
adnan, membawa kue ke dalam..
menyimpan nya di meja makan
"om adnan, bawa apa itu??" (tanya riani, istri tama)
"kue ka, adnan beli di temen"
waaahhh, riani membuka dus nya,
"seperti nya enak, "
"makan lah, adnan sengaja beli banyak, akan ada yoga juga kan, ya anggap lah itu untuk menyambut nya"
"makasih om adnan, (Rianti dengan imut nya berkata)
" Annisa... (Rianti membaca label kue di dus itu)
ko ga ada no telpon nya di label, kalo mau pesen ke siapa?? "
adnan sudah pergi, Rianti mau bertanya tadi nya, meminta no HP toko kue ini, kue nya enak, ia bisa memesan nya kalo ada acara nanti..
**
beberapa menit kemudian yoga datang,
"hallo mah,.. "
"yoga sayang... akhir nya kamu pulang juga,
mamah kangen sayang ( menciumi seluruh wajah anak nya. yoga mengernyit)
" mamahhh sudah cukup, yoga bukan anak kecil lagi (merasa mamah nya sudah berlebihan)"
"kamu tetep anak kecil mamah sayang, "
(mereka berpelukan)
adnan dan papah datang dari ruang kerja nya,
yoga menyalami mereka,
"apa kabar om? "
"baik sekali, kamu bagaimana, apa sudah move on??" ( adnan menggoda, ia tau kasus keponakan nya kemarin)
"cih... (yoga buang muka)
adnan tertawa..
mereka berkumpul, di ruang keluarga,
sang pelayan menyuguhkan kopi dan cemilan, tidak lupa kue yang adnan bawa pun ikut dalam jajaran menu di meja
" oh iya adnan,
apa ada no telpon toko kue nya? apa nama toko nya tadi Annisa ya?? " (celetuk sang mamah)
yoga yang mendengar nya terdiam menatap mamah nya, nama seseorang yang masih tersimpan rapih di hati nya mencuat lagi.
"ada no HP nya, nanti adnan kirim ke kontak kakak"
"baiklah, kue nya enak, siapa tau nanti aku perlu kalo ada acara"
adnan tersenyum,
mamah,papah bahkan sudah melupakan nama wanita yang membuat anak nya terpuruk kemarin, memang sudah lumayan lama untuk orang lain,
namun untuk yoga, seperti luka nya, itu masih basah..
terlebih adnan, ia tidak terlalu peduli tentang kasus yoga kemarin...
**
**hayo akan bagaimana kalo yoga bertemu nisa nanti ya??
sedangkan dia sudah berusaha move on..
jangan lupa like dan komen ya readers 😘
se jauh ini, apa menurut kalian novel Annisa ini menarik??
ramaikan kolom komentar yuu🥰🥰**