
"ben pulang lah...
thanks buat hari ini. kamu sama team udah kerja keras buat acara ini"
"udah jadi tanggungjawab saya bos.. "
Yoga mengecek HP nya,
"saya udah transfer bonus buat kalian... bersenang senang lah" Yoga tersenyum, Beny pun tak kalah senang nya
"makasih banyak bos, anak anak pasti suka,
dan semoga lancar malam pengantin nya ya bos"
Yoga tertawa,
"harus nya saya belajar dari kamu buat malam pengantin ini"
"ah bos, itu terjadi secara alami bos"
"hahaha... dah sana pulang, saya masuk dulu"
"siap bos"
gemercik air di kamar mandi terdengar,
Nisa seperti nya sedang mandi, Yoga membuka jas, membuka kedua kancing di lengan kemeja nya, menggulung nya sampai sebatas sikut,
membuka minuman kaleng di atas meja, Yoga berdiri menghadap ke luar,
suasana malam dari sini terlihat begitu indah,
ceklek...
terdengar suara pintu kamar mandi terbuka..
Nisa terkejut melihat suami nya sudah kembali
"lho, udah balik? “
Yoga tersenyum.
dia baru melihat lagi pemandangan seperti ini, Nisa menggunakan jubah handuk, dan rambut nya terlilit handuk kecil, seperti saat Nisa di rumah yoga dulu,
" sini sayang... " mengulurkan tangan nya untuk Nisa raih, Nisa telihat canggung, masalah nya Nisa tidak memakai apa pun di dalam handuk nya.
"emh.. aku pake baju dulu ya.. " ucap Nisa, membuat Yoga tersenyum jahil,.
"kamu ga pake baju?? “ tanya Yoga mendekat
namun Nisa kalah, tangan Yoga tidak mengendur.
ia meraih nya,
" gimana mau pake baju, aku baru beres mandi, mau ambil baju masih di tas"
tangan Yoga sudah berada di pinggang istri nya, mereka kini begitu dekat,
"ngapain pake baju, tar juga di buka" Yoga mengatakan nya sangat pelan, Nisa langsung melotot itu sedikit mengusik pikiran nya,.
"Yoga.... " Nisa merajuk
"panggil aku sayang lagi" ucap Yoga
Nisa tersenyum ia sungguh malu,
"mau mandi dulu?? “ tanya Nisa
Yoga mengangguk, ia begitu saja meraih Nisa untuk ia peluk,
terasa sekali oleh Nisa Yoga menarik nafas sangat dalam, dan menghembuskan nya, seolah beban berat telah menghilang,
" aku bahagia Nisa sungguh, sangat bahagia,
apa kamu bahagia?? “
Nisa menggeleng di pelukan suami nya,. Yoga merasakan itu, ia tertawa...
"biar saja kamu ga bahagia, asal aku yang bahagia" ucap Yoga
Nisa mendongkakkan wajah nya, membuat Yoga memandang nya,
Nisa memberi usapan lembut di pipi suami nya,
"Yoga sayang... " Nisa tersenyum sendiri mendengar suaranya memanggil sayang pada Yoga...
"aku bahagia, aku mau ini yang terakhir buat aku, mengingat pernikahan pertama ku gagal karna semesta yang memisahkan kita"
Nisa menatap mata Yoga dengan sendu
"aku bahagia sayang, aku bahkan bangga sama kamu, kamu bisa bertahan dengan keadaan kita yang begitu berbelit"
"entah lah Nisa, hanya kamu yang aku mau, apa lagi setelah ada Razky, aku seolah terikat pada kalian,
terimakasih udah mau Terima aku yang begitu banyak kesalahan, aku yang bangga sama kamu, kamu mampu membesarkan Razky,
aku janji Nisa, aku akan selalu ada buat kalian, hanya maut yang bisa memisahkan kita"
Nisa mengangguk,
Yoga mencium kening nya lama...
"aku mandi dulu ya"
Yoga cepat cepat pergi ke kamar mandi.. ia tak. mau banyak membuang waktu untuk malam pertama mereka..
Nisa mengecek tas nya, ia terperangah melihat isi tas yang hanya berisi baju halal yang kurang bahan itu,
"apa apa an ini??? " ucap Nisa,
"mana baju aku yang udah aku siapin tadi.. ini kerjaan siapa lagi"
Nisa meraih baju dalam tas nya, mata nya membelalak, seumur umur ia tidak pernah memakai baju begitu,
Nisa memijat kening nya,
Yoga tak lama keluar dari kamar mandi,
istri nya masih memakai handuk, tapi rambut panjang nya sudah rapih..
"belom pake baju? “ tanya Yoga sambil tersenyum.
Nisa menggeleng,
Yoga pun belum memakai baju.. namun ia memakai celana rumahan,
Yoga melirik tempat tidur yang di penuhi kelopak bunga mawar putih,
Yoga sengaja menyemprotkan parfum di tubuh nya, parfum yang sangat Nisa suka harum nya sejak ia mengandung Razky
"Razky sudah tidur" ucap Nisa, ia mengirimkan pesan pada ibu menanyakan Razky
"dia anak yang sangat baik.. " Yoga duduk di sebelah istri nya, tangan nya memainkan rambut bisa yang mulai mengering,
"aku sebisa mungkin ga membiarkan dia menangis lama, jadi saat dia menangis, aku panggil saja nama nya, Razky langsung diam.. "
Nisa begitu ceria menceritakan itu,
senyuman yang kini sering terbit di bibir ranum nya itu, membuat Yoga pun bahagia,
"Nisa... "
"hmm.?? “
Yoga meraih HP Nisa, menyimpan nya di meja begitu saja, ia mendekat, meraih tengkuk istri nya, Yoga sangat to the point, memainkan bibir Nisa dengan lembut,
ia bahkan meminta Nisa untuk duduk di pangkuan nya, " Yoga aku ga mau " ucap Nisa
"duduk aja ko sayang, biar kita tambah dekat"
Nisa mengikuti nya,
duduk perlahan di pangkuan Yoga
"aku berat Yoga" Nisa mencoba terus menghindar
"no problem sayang"
meneruskan kegiatan yang baru saja berlalu, Yoga perlahan menyampirkan piyama di bahu istri nya, Yoga tersenyum saat tau Nisa menggunakan baju halal..
"katanya ga pake baju? “
"di tas ku cuma ada baju ini Yoga " Nisa merengek itu membuat Yoga tertawa,
"buka ya?? "
"aku malu, seumur umur baru kali ini pake beginian"
"malu sama siapa, aku seneng kamu pake baju gitu, nanti aku belikan yang banyak"
Nisa manyun...
Yoga semakin gemas pada istri nya itu,
perlahan membuka handuk piyama Nisa, Nisa langsung menutupi dada nya yang terbuka..
entah lah bagaimana yoga memandang Nisa kini, ia sungguh sangat terpesona.. kulit putih sang istri begitu kontras dengan baju nya yang berwarna hitam pekat.
sementara Nisa sibuk dengan menutup dada nya, Yoga mendekat mengusap lengan nya yang terbuka,
Nisa memejamkan mata, tubuh nya seketika meremang,
Yoga menciumi nya dengan lembut,
sepintas ia ingat, bagaimana buruk nya perlakuan pada Nisa dulu, akan ia tebus malam ini dengan sangat hati hati...
"sayang kamu cantik sekali... " ucap yoga di telinga Nisa.. membuat Nisa tersenyum seketika..
yoga mengangkat nya,
bibir nya selalu penuh dengan senyuman,
meletakan sang istri di atas kelopak bunga yang banyak, yoga sangat hati hati, seolah Nisa adalah barang yang mudah pecah...
"ya Allah, apa kah akan terjadi sekarang juga? " Nisa bergumam dalam hati nya, mata mereka begitu sering bertemu,
yoga mengusap kain yang hanya se garis di bahu sang istri.. perlahan ia menurunkan nya,,
"kamu siap?? “ tanya Yoga, pertanyaan macam apa itu Nisa sungguh malu menjawab nya,
ia hanya mampu mengangguk,
Yoga meraih tangan Nisa.. ia menyimpan nya di tengkuk, Nisa memainkan rambut belakang Yoga sambil menahan gejolak yang mulai muncul