
Riko memandang wajah calon istri nya,
namun nisa tak berani sedikit pun membalas tatapan nya, tangan nya saling terpaut, menandakan ia sedang gelisah,
"nisa minta maaf (nisa membuka cincin pengikat yang Riko berikan, Riko menerimanya)
mas udah tau semua sekarang dari bang Rendy, nisa Terima keputusan mas apa pun itu"
masih ada isak di sana, sesekali air mata nya jatuh lagi,
Riko diam untuk beberapa saat, ia sedang berfikir,
"nisa akan gugurkan anak ini mas, bagaimana pun nisa ga menginginkan ini, nisa ga pantas buat mas"
"nisa, anak itu ga salah, dia ga punya dosa" (Riko sedikit emosi mendengar penuturan nisa)
"terus nisa harus gimana mas??,
kalo nisa bisa milih, nisa ga mau di posisi ini, ini buat nisa tertekan, dia buat hidup nisa tiba tiba berubah"
Riko menggenggam jari tangan nisa,
"kita akan tetap menikah"
"apa mas?? lalu anak ini??? "
"mas akan bilang sama keluarga kamu hamil anak mas, kita percepat pernikahan ini... "
"engga mas nisa ga setuju"
di tatap nya lagi wanita yang dicintai nya itu, ini memang sulit, tapi ini cara menyelamatkan nisa, bagaimana pun Riko sangat mencintai nya, ia akan belajar menerima nisa apa adanya,
ini juga bukan ke inginan nisa, dia juga tidak bisa 100% menyalahkan nya
"percaya sama mas, kamu hanya tinggal mengikuti apa yang mas katakan, cuma kita yang tau semua ini nisa, biar, jangan sampai keluarga mas tau"
ya allah, dari apa kau ciptakan hati mas Riko, entah aku harus senang atau harus sedih, kenapa ini harus melibatkan semua
"kenapa mas lakuin ini?
nisa ga apa apa mas, misalkan mas putusin hubungan kita, nisa ngerti, karena nisa yang salah"
"nisa, menikah bukan hanya untuk senang senang, pasangan kita harus menerima kita apa adanya,
begitu juga mas, mas akan Terima kamu apa ada nya.. "
nisa menangis lagi, entah apa yang harus ia katakan pada Riko
Riko bangkit, ia akan pamit, ini sudah malam,
memeluk wanita nya lagi..
"kamu tau, kamu terlihat kurus, mas ga liat nisa yang dulu.. "
"nisa kehilangan ***** makan mas"
"nisa, jangan banyak pikiran oke,
kamu tau, ada kehidupan lain yang harus kamu jaga, ingat, dia ga bersalah, tunggu mas datang lagi untuk pernikahan kita“
nisa mempererat pelukan nya
" makasih mas, nisa ga tau harus berterimakasih dengan cara apa"
"kamu cukup dengerin apa yang mas bilang oke"
"iya mas"
"mas pulang dulu, ingat makan yang banyak"
nisa tersenyum,.
***
yoga lagi lagi kalah, adi melaporkan apa yang malam ini ia selidiki,
saat Riko datang ke rumah nisa, gerbang terbuka, membuat ia leluasa mengambil beberapa foto untuk ia laporkan pada tuan nya.
"nisa, aku rasa aku terlalu lembek sama kamu, walaupun cuma foto, aku tau, lelaki itu (riko) seperti nya tidak akan mundur"
yoga menghubungi nisa lagi,
nisa baru saja akan pergi tidur..
"apa lagi yoga?? (nisa merasa kesal)
"kamu senang?
apa yang lelaki itu lakukan di rumah mu?? "
"maksud kamu apa?"
"kamu kira aku bodoh nisa, aku tau apa yang baru saja terjadi di rumah kamu"
nisa diam, jadi yoga tau? apa kah ia di sini tadi??
"syukurlah kalo kamu tau, aku ga usah repot ngejelasin ke kamu"
"dengar nisa, aku bisa melakukan apa pun, kamu tau aku siapa? "
"aku ga takut yoga"
"oya?? bagaimana jika calon suami kamu akan aku buat menghilang selama nya?? "
"apa maksud nya?" (nisa tiba tiba gemetar, apa yang akan yoga lakukan pada Riko)
" aku rasa kamu wanita yang cukup pintar nisa, kamu tau, aku tinggal menggerakan jari ku untuk mereka melakukan apa yang aku mau"
"yoga jangan macam macam"
"kamu yang macam macam nisa, kamu tau berurusan dengan siapa?, aku tau calon mertua ku ayah rian sedang sakit bukan?, apa jadi nya jika aku datang ke rumah mu dan mengatakan semua nya"
"kamu ngancem aku yoga? “
" anggap saja begitu"
"kamu emang berengsek"
"iya nisa, dan aku akan memiliki apa yang aku inginkan"
yoga memutuskan panggilan nya,
ya Allah, apa lagi ini..
baru saja aku menemukan jalan keluar, kenapa harus begini, apa salahku??
nisa gelisah,
yoga bukan orang biasa, ia bisa melakukan apa saja,
**
hari berganti,
ibu sudah mendengar kabar dari Rendy, bahwa Riko akan tetap menikahi nisa, ibu sungguh bersyukur memiliki calon menantu seperti Riko.
ibu pergi ke kamar nisa, membawakan sarapan nya, ***** makan nya sangat tidak baik, bagaimanapun ia sedang hamil,
pintu kamar nisa sedikit terbuka, ibu membuka nya perlahan, namun tak ia temukan putri nya itu,
di simpan nya nampan di meja rias,
ibu pergi ke kamar mandi, tidak ada suara sama sekali di dalam sana
tokk tokk tokk,
tidak ada jawaban, ibu takut anak nya kenapa kenapa, di buka nya pintu kamar mandi, sepi, nisa tidak ada si sana,
ibu panik, ia belum melihat anak nya keluar kamar,
"Bi, apa liat nisa? (tanya ibu ke bi yuni)
" engga bu, setau saya non masih di kamar"
"ga ada bi, bantu saya cari di belakang, saya mau ke depan"
"baik bu"
ini masih jam 7 kurang, nisa kemana??
di depan tidak ada nisa, ibu masuk lagi ke rumah,
"ada apa bu? (Rendy bertanya)
" bang, nisa ga ada di kamar nya, ibu cari ke depan juga ga ada.. "
bi yuni datang dari arah belakang,
"engga ada bu"
"ya Allah nisa kamu dimana? “
" Rendy coba telpon nisa, mungkin dia lagi ke mini market"
"nomer yang anda tuju sedang tidak aktif"(jawaban sang operator)
" ga aktif bu"
Rendy pergi ke kamar nisa, mengecek barang barang nya, baju adik nya berkurang, napa nisa pergi??? tapi kenapa? bukan kah malam tadi dia sudah sepakat dengan Riko??
"bu, nisa seperti nya pergi"
"maksud nya gimana bang?? “
" baju nya sedikit, dan ini... (Rendy memberikan selembar kertas tulisan nisa"
ayah, ibu, bang Rendy,
maaf nisa perlu waktu untuk ini,
nisa pergi, nisa begitu banyak melakukan kesalahan,
jangan cari nisa, nisa akan baik baik saja,
ucapkan juga permintaan maaf nisa untuk mas Riko,
nisa..
"nisaaaaa,.. (ibu menangis)
kenapa kamu pergi nak, kita semua sayang sama kamuu"
Rendy menghubungi Riko,
Rendy berharap Riko sama nisa,
"hallo bang? "
"ko, apa nisa sama lo? "
"engga, memang kenapa? "
Rendy menghela nafas,
"dia pergi dari rumah"
"apa?? gue k sana sekarang"
"iya"
"apa kamu bilang sesuatu sama nisa bang?"
"bilang apa bu?? "
"takut nya nisa ada salah faham"
"engga bu, se malam nisa sama Riko, Rendy masuk"
Rendy memeluk ibu nya,
menguatkan sang ibu.. tangis nya belum reda..
ting nong...
seseorang datang,
"biar Bibi yang buka bang"
"iya bi... "
bibi datang lagi, membawa bunga buket besar bunga mawar putih
"bu, ada yang kirim ini buat non nisa.. "
Rendy menerima nya.. memeriksa apakah ada nama si pengirim,
Riko pernah bilang, ada yang mengirimi nisa bunga serupa di Kantor,
nihil, tidak ada nama pengirim nya,
**
flashback
nisa berkemas, ini pukul 01.00 dini hari, ia memutuskan akan pergi dari rumah, kata kata yoga tidak bisa di sepelekan, nisa tidak mau ada orang lain yang menanggung akibat nya,
nisa sayang keluarga nya,
nisa juga tidak mau terjadi sesuatu pada Riko, dia lelaki yang baik,
mengendap endap, semua nya sudah tidur, rumah sudah sepi, ia sengaja tidak menutup rapat pintu kamar nya, sebelah kamar nisa kamar bang Rendy, nisa meminimalisir suara agar rencana nya sukses,
berhasil keluar, dengan susah payah..
nisa menunggu mobil yang ia sewa melalui jasa aplikasi di HP,
jalanan sangat sepi, ia sebenar nya takut,
5menit menunggu akhirnya mobil datang, nisa langsung melanjutkan perjalanan nya,
"bang, tolong di minimarket depan berhenti dulu ya sebentar"
"baik non"
nisa berniat mengganti no HP nya, memiliki dua HP, nisa akan memulai hidup nya yang baru,
ia tidak mau keberadaan nya nanti terlacak,
ia juga pergi ke ATM yang ada di sana, ia butuh uang cash, jika nanti di tempat tujuan ia baru mengambil uang di ATM, ia takut terlacak juga
selesai dengan urusan nya,
nisa melanjutkan perjalanan nya, ia sedikit merasa lega,
masuk ke jalan tol, nisa menangis.
selamat tinggal,...
semoga esok pagi akan ada kehidupan lebih baik untuk nya, tidak ada lagi ras tertekan, ditempat baru, tidak ada yang mengenal nya, ini akan sedikit lebih mudah, semoga....