
setelah drama menggoda sang Putra,
Nisa dan Yoga bersiap pergi ke hotel.. acara akan di gelar satu jam lagi dan Nisa harus kembali di makeup,
Yoga membukakan pintu kamar hotel yang ia sewa untuk malam ini,
Nisa terperangah, kamar telah di hias khas pengantin, ia tersenyum melirik ke sana ke sini..
"kamu suka?? " tanya Yoga
"sangat suka, warna nya kalem... " Yoga menutup pintu. mereka akan menunggu perias datang.
Nisa memandang ke luar kaca besar yang menampilkan ramai nya kota siang ini...
Yoga mendekat, menyentuh kedua pundak Nisa pelan,
"seperti nya kalau malam akan indah, lampu berkedip sepanjang jalan"
"ya pasti nya" ucap Nisa
Yoga memeluk nya, melingkarkan tangan di bahu Nisa, tanpa berkata apa pun, Yoga menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Nisa,
Nisa mengusap tangan Yoga yang melingkar di leher nya,
"jangan bergerak, aku mau begini dulu"
ucap Yoga berbisik, Nisa terpejam merasakan hembusan nafas suami nya di telinga.
"hmmmm" jawab Nisa,
entah berapa lama waktu berlalu, para perias datang mengetuk pintu, Yoga melepaskan Nisa, Nisa melihat mata Yoga memerah
"kamu tidur? “ tanya Nisa
"sedikit, nyaman sekali" jawab Yoga
Nisa tertawa kecil,
mengusap pipi suami nya, Nisa memberi kecupan di pipi Yoga,
Yoga tersenyum senang, ia malah membalas nya dengan kecupan di bibir..
"Yoga... " Nisa cemberut, Yoga langsung pergi membukakan pintu.
***
Nisa sedang di Pakaikan kerudung, dan Yoga di pasang kan semacam kain jarik,
Nisa memandangi nya dari cermin,
"MasyaAllah, Yoga ternyata memang tampan"
Nisa tersenyum karna dalam hati nya berucap begitu. tak sengaja Yoga melihat ke arah cermin juga, ia melihat Nisa tersenyum pada nya, mata mereka bertemu
Yoga langsung tersenyum.
membuat Nisa salah tingkah karna ketauan memandang nya,
"sudah rapih mas" ucap perias yang membantu Yoga,
"makasih mba"..
Yoga menghampiri Nisa yang masih belum selesai,
meraih botol air mineral di meja Yoga menyodorkan nya lengkap dengan sedotan pada Nisa,
"makasih sayang" ucap Nisa,
Yoga lagi lagi tersenyum, setelah tadi Nisa memberikan kejutan dengan mengecup nya, kini Nisa memanggil nya dengan kata sayang,
"ulangi... " Yoga bertumpu dengan tangan nya di paha, sedikit mendekat pada Nisa
"apa?? " tanya Nisa,
"tadi kamu panggil sayang, ulangi lagi"
Nisa melirik perias yang mulai berbenah, ia malu mengulangi nya,
"nanti malam saja" ucap Nisa, Yoga mengangkat kedua alis nya,
"apa yang nanti malam?? " tanya nya bernada nakal
"bilang sayang nya" ucap Nisa berbisik,
"kalo bilang sayang sekarang aja...
kalo malam biar ucap yang lain"
"mba Nisa.. sudah selesai semua.. saya pamit ya" perias dan asisten nya undur diri,
"MasyaAllah sayang, kamu cantik sekali" ucap Riana
"siapa dulu dong suami nya " Yoga membanggakan diri nya
"dih.. nikah sehari aja belom, udah bangga"
"nikah boleh baru sehari mah, tapi perjuangan yoga selama 2tahun"
Mama mendelik,
membuat Nisa tertawa,
acara telah di mulai,
para tamu undangan telah hadir, mungkin hampir 80% dari undangan ketika Nisa dan Yoga turun dari tangga menuju tempat resepsi..
musik pengiring melantun, lagu lagu romantis di nyanyikan,,
acara potong kue telah Yoga dan Nisa lewati,
kini mereka melakukan sesi foto dengan para tamu undangan dan untuk pribadi..
Yoga begitu posesif, ia melarang tamu undangan yang kebanyakan klien laki laki nya itu dekat dekat dengan Nisa, genggaman tangan nya hampir tidak lepas pada sang istri,
"hari patah hati se kantor pratama group "
hampir semua staffnya membuat status di sosmed nya, terlebih yang belum memiliki suami,
mereka memasang foto mereka masing masing saat sesi foto dengan bos nya yang terkenal tampan itu,
"selamat untuk bos Yoga & bu Annisa atas pernikahan nya.. akhirnya resepsi juga" cuit Beny, ia memasang foto kedua bos nya bersama jagoan kecil nya Razki,
Beny begitu banyak mendapatkan pertanyaan dari para staff tentang kebenaran status Yoga
"jadi begini teman teman semua,
dulu pak Yoga pertama kali bertemu bu Nisa saat bu Nisa datang ke kantor untuk bekerja sama, karna bu Nisa masih kerja di bank..
singkat cerita, menikahlah mereka, dan memiliki putra, nah sekarang sudah 1tahun lebih... "
"kalo pak'adnan apa hubungan nya pak ben?? “ salah satu staff bertanya di chat grup mereka itu..
" tidak ada apa apa, karna bu Nisa menikah dengan pak Yoga, jadi mereka saling kenal saja.
sudah yah.. saya harap tidak ada kabar apa pun yang melenceng dari info yang saya berikan, jika saya mendengar kabar lain di luaran sana, saya pastikan akan mencari siapa penyebar berita dan menghukum nya dengan senang hati"
"baik Pak ben... "
grup seketika senyap setelah Beny memberikan ultimatum...
beralih lagi ke resepsi,
waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, acara telah selesai, para tamu berangsur-angsur kembali pulang,
semua keluarga berkumpul, mereka begitu asik membicarakan acara yang telah usai,
bu Ratih terlebih dulu pamit, karna perjalanan pulang jauh dan bunga harus sekolah besok..
"bu, maaf atas kekurangan di acara ini ya" ucap Nisa memeluk bu Ratih
"ga ada yang kekurangan Nisa, semua nya begitu sempurna, kami begitu senang... "
"kak, jika di ijinkan boleh Razki bunga bawa pulang?? “
seketika Ratih tertawa,
" kamu kira dia boneka?? “ tanya Ratih
"abis nya gemeusss banget mah"
"kalo jarak kita dekat, pasti bunga bakal bolak balik ya?? " tanya Nisa
"bunga bakal nginep, kalo bisa bunga mau jadi pengasuh nya Razki kak"
bunga begitu polos nya, Nisa memeluk nya erat,
"jaga Mama Ratih ya sayang, kakak kangen sama kalian, inshaaAllah nanti kakak mampir kalo main ke sana ya"
"itu harus kak, "
"ya sudah, kami pamit ya sayang... " ucap Ratih,, tak lupa ia membawa serta Yopi dan Herry dan beberapa rekan Adnan,
"bu, saya akan selalu kirim data keuangan milik bapak, semoga ibu dan Pak Yoga bahagia, selamat atas pernikahan nya"
"makasih ya her atas bantuan nya, makasih juga sudah datang... "