
wajah nya menggambarkan isi hati nya,
Yoga terlihat begitu sumringah, beberapa orang karyawan nya terheran heran melihat Yoga,
ia membuka pintu ruangan nya,
Nisa tidak ada di bangku nya tapi malah tidur di sofa, Yoga mendekat, ia khawatir, Nisa tak pernah tidur di kantor, apa dia sakit??
Yoga memberanikan diri menyentuh kening Nisa.
'ga panas.. apa mungkin dia lelah aja? “ gumam Yoga dalam hati,
Nisa merasa ada yang menyentuh kening nya, ia bangun.. Nisa begitu saja tersenyum melihat Yoga,..
"kamu ga apa apa?? “ tanya Yoga,
" engga, aku cuma pusing.. "
Nisa bangun, ia merasa lapar,
"pantesan laper, udah jam satu lebih ternyata"
Yoga tanpa basa basi duduk di kursi nya,
Nisa merapihkan pakaian nya, ia akan pergi ke luar untuk makan..
meraih kunci mobil di meja, Yoga tidak bisa tidak memperhatikan nya, ia ingin sekali belajar cuek pada Nisa.
Nisa membawa dompet kecil dan HP nya, melangkah keluar ruangan..
Yoga menghembuskan nafas nya kasar..
ia ingin bertanya, mau kemana? pada Nisa.. tapi dia ingat ucapan ibu
telpon di depan nya berbunyi, setelah mungin 5 menit Nisa pergi
"ya... " ucap Yoga
"pak, bu Nisa pingsan.. "
"dimana? “
" di lobby lantai 2 pak"
menutup telpon nya buru buru..
Yoga pergi, seseorang entah siapa menelpon tadi..
Nisa sudah di baringkan di sofa saat Yoga datang..
"belum siuman pak" ucap ica yang menolong Nisa
Yoga menelpon Beny, ia akan membawa Nisa ke Rumah sakit,
Yoga jelas panik, kepala Nisa ada di pangkuan nya. Beny membawa mobil menuju rumah sakit,
Nisa masuk ruang IGD, Yoga mendampingi nya di dalam,
"seperti nya istri bapak kelelahan, darah nya rendah" ucap dokter jaga yang memeriksa Nisa
"apa bahaya dok? “
" untuk saat ini ga terlalu, saya udah ambil sampel darah ibu untuk di cek lab, satu jam lagi hasil nya keluar ya pak, dan mohon di tunggu sampai ibu siuman"
"baiklah, makasih dok"..
Nisa siuman,
Yoga meninggalkan nya,
ia akan kembali ke kantor, biar Beny yang menemani Nisa,
" bu.. apa masih pusing?? "
Beny datang Nisa terdiam.
"ibu tadi pingsan di Kantor" tambah Beny
Nisa tersenyum.
"siapa yang bawa aku ke sini? “
" saya bu, tadi ica karyawan yang sedang di lantai 2 yang nolong ibu"
_ apa Yoga tau aku di rumah sakit??
ah.. kenapa mikirin dan ngarepin dia sih.. _ Nisa bergelut dengan pikiran nya sendiri.
"apa sudah selesai? aku mau pulang.. "
"tunggu sebentar lagi bu, tadi dokter cek lab darah ibu"
"aku ga apa apa kenapa harus cek lab? “
" hanya pengecekan saja bu"
setelah menunggu waktu yang sangat membosankan, hasil lab keluar dan alhamdulillah tidak ada apa apa yang harus di takutkan..
Beny berdiri di belakang Nisa yang berhadapan dengan dokter,
"ibu hanya ke cape'an, darah nya rendah untuk perempuan se usia ibu, mungkin karna itu ibu pingsan,
saya resep kan vitamin, ya.. makan buah dan makanan bergizi ya bu"
"makasih banyak dok.. "
"ben antar aku pulang saja"
"baik bu.. "
Nisa maupun yoga tidak memberitahu pada keluarga nya kalau Nisa pingsan..
"ben, tas aku di kantor lagi“
" apa mau saya ambilkan bu? “
"kalau perlu bilang saja bu, nanti saya antar ke rumah ibu dompet nya"
Nisa ingin sekali bertanya tentang Yoga, tapi dia bingung harus bertanya apa..
"ben.. "
"ya bu.. "
"apa Yoga tau aku di rumah sakit tadi? "
"bapak tau bu, cuma sekarang lagi meeting gantiin ibu"
Nisa mengangguk,
Beny tersenyum, seperti nya dia orang bos nya ini sedang ada sesuatu, tadi Yoga meminta nya jangan bilang kalo dia yang bawa Nisa ke rumah sakit, tapi saat menunggu Nisa, Yoga terus saja mengirim pesan pada nya menanyakan kabar Nisa
"bu Nisa sudah sampai rumah bos, saya mau balik ke kantor" Beny melapor
"syukurlah.. kamu udah pastikan dia masuk rumah?? “
" sudah aman bos"
"makasih ben"
**
di rumah sepi, Razky tidur,
ibu ke resto dan mungkin nanti sore baru pulang,
"non, mau makan apa? biar bibi siapin"
"apa aja bi, Nisa laper tapi males banget mau makan nya"
"bibi masak sup ayam, apa mau di bawakan? “
"nanti Nisa ke dapur aja bi"
"siap non.. "
Nisa mengecek HP nya,
tidak ada satupun pesan yang Yoga kirim kan, padahal dia sedang online,.
entah kenapa ada yang hilang rasa nya Yoga seperti itu..
Yoga membuat story namun membuat Nisa menjadi BT seketika,
ia memasang foto Nya dengan Fanny di sebuah kafe dengan caption "rindu"
Nisa menaruh HP nya sembarangan,.
ia uring uringan.. berniat pergi ke dapur saja untuk makan..
"kenapa bisa bisa nya aku secepat itu liat story nya, mungkin aku orang pertama"
Nisa memakan makanan nya dengan emosi. bi Yuni jadi bingung melihat nya..
***
Nisa dengan malas pergi ke kantor.
malam tadi entahlah dia sulit tidur. Razky juga sedikit rewel,
membuka pintu ruangan nya,
Nisa terperangah dengan disain ruangan nya yang baru,
ada dua meja, dan dua kursi berjauhan,
Nisa hendak kembali keluar menanyakan semua ini pada Dian, namun tanpa di duga Yoga masuk mereka hampir bertabrakan,
"Nisa hati hati" ucap Yoga, wajah nya seperti sedang kesal.
"Yoga kenapa berubah semua nya?? "
"ya aku meminta Beny memisahkan meja kita, dengan ini kita bisa kerja sendiri sendiri"
Nisa terdiam, menarik nafas se dalam dalam nya, dan menghembuskan nya perlahan..
"jadi aku di sini? “
Nisa menunjuk meja sebelah nya
" ya.. apa kurang nyaman? “
Yoga terlihat begitu dingin pada Nisa, tidak ada senyum di bibir nya seperti biasa saat bicara.
"it's okay" jawab Nisa, ia duduk,
meja nya masih yang dulu, yang mereka tempati berdua.. hanya punya yoga saja yang baru,
Yoga tak tahan dengan perlakuan nya ini, ia sungguh tak nyaman dengan sikap nya pada Nisa, bagaimana ia bisa menahan diri nya pada wanita yang sangat ia sayangi itu..
Yoga ingin bertanya, apa dia masih sakit?
bagaimana keadaan Razky di rumah?? Yoga beberapa hari ini tidak datang menemui putra nya..
Nisa terlihat menguap beberapa kali, Yoga juga melihat Nisa memejamkan mata.. bertumpu dengan tangan nya, Nisa menyandarkan kepala,
"Nisa".. Yoga memanggil nya
"hmmm" Nisa melepaskan tumpuan nya
"kamu masih sakit?? “
"entah lah, ga enak badan, Razky pun rewel semalam"
Yoga bangun dari duduk nya, dan mendekat pada Nisa, ia duduk di kursi berhadapan dengan Nisa,
"Nisa, lusa, aku akan bertunangan dengan Fanny"
Nisa menatap Yoga, Yoga terlihat sungguh sungguh mengatakan nya