
adnan selesai,
benar saja nasi ala kuburan cina itu tidak habis, tadi bu Ratih sempat memberikan piring kosong untuk adnan menakar nasi nya lagi,
nisa sudah di depan, ada pelanggan lagi datang,
adnan hendak pergi, dia sudah membayar makanan nya pada bu Ratih,
"terimakasih mas adnan" (ucap nisa sambil tersenyum, bukan bermaksud menggoda, ia meminta maaf secara tidak langsung)
adnan tadi nya akan acuh, karena nisa pun sedang repot, namun mendengar itu adnan menoleh, sapaan "mas" yang nisa sebutkan entah mengapa terdengar manis
sudut bibir nya terangkat sedikit, menyampirkan senyum,
"sama sama jeruk limo"
nisa mengerutkan kening nya
"apa jeruk limo??" (nisa kesal)
adnan meledek nya, nisa tau itu kesalah nya,
terlalu banyak memasukan jeruk limau ke dalam sop iga adnan. hingga menjadi asam..
bu Ratih tertawa tanpa suara, sambil menutup mulut nya..
mereka sangat lucu bukan??
*hadeuhhh nisa enak enakan ya, ga tau aja keluarga nya lagi berdukaπππ
**
Riko melamun, ia di taman yang sama saat bertemu dengan nisa secara tidak sengaja waktu itu.
ia menunggu Rendy, Rendy ingin bertemu membahas sesuatu
memandang danau di depan,
di genggaman nya ada beberapa batu kecil, satu persatu batu dilempar ke danau, menimbulkan riak air di danau yang tadi nya tenang itu...
tak sengaja, mata nya menangkap se orang lelaki di sebrang sana, berdiri melipat tangan di dada, laki laki itu pun sedang memandang danau dari arah sana mereka berhadapan, ia tampak gagah, dengan kemeja hitam lengan panjang nya, jas nya ia lipat di tangan
"yoga??? (Riko mengenali nya,)
" sedang apa dia di sini??"
Riko ingat tentang mawar putih itu,
"nisa bilang yoga yang mengirim nya bunga di kantor, Mia melihat lelaki di makam nisa sedang menabur bunga mawar putih, nisa pun seperti tidak senang saat melihat nya di resto waktu itu,
apa dia orang yang sama mengirim bunga?
atau jangan jangan? Riko menduga duga..
amarah nya muncul, sisa batu yang ada di tangan nya ia genggam, hingga menimbulkan bunyi gesekan,
Riko bangkit, entah benar atau tidak ini harus di luruskan ini...
berjalan sedikit terburu buru, yoga belum menyadari kedatangan Riko,
tiba tiba kerah baju nya Riko cengkram kuat, yoga sedikit terkejut siapa yang ada di depan nya ini...
"ngapain lo di sini???
(ada amarah di mata nya, Riko kalut)
" jawab..... β
(Riko membentak nya)
yoga mencoba tenang,
" apa urusan nya sama kamu saya datang ke sini atau tidak? "
Riko tambah emosi
buggg,
satu kepalan tangan mendarat di pipi yoga, yoga yang tidak memprediksi kan nya tersungkur, ada darah di ujung bibir nya,
Riko menarik lagi kerah kemeja nya,
"apa hubungan apa lo sama nisa?
(telak pertanyaan itu menghujam tepat di jantung nya)"
Rendy baru datang, ia melihat Riko sedang menarik kerah baju seseorang,
"Riko?? ngapain dia?? "
Rendy lari,
segera ia melerai,
namun ia tampak terkejut, lelaki yang ditarik kerah bajunya oleh Riko adalah yoga.
"ada apa ko??,
dan pak yoga?? kenapa kalian ada di sini?? β
Rendy mencium wangi parfum yang familiar di antara kedua nya, diam diam dia mengendus siapa yang memakai parfum ini, yang sama wangi nya dengan parfum yang ia temukan di kamar nisa...
dari arah Riko, Rendy tidak mencium nya..
Rendy menoleh ke arah yoga, ia mendekat
benar, wangi parfum itu berasal dari yoga,
"parfum apa yang anda pakai pak yoga?? "
yoga mengerutkan kening nya,
apa maksud pertanyaan dari Rendy,
"tolong jawab pak"
"apa maksud kamu ren?? ( yoga balik bertanya)
Rendy mengeluarkan parfum yang ia temukan di saku nya..
"apa ini milik anda?? aroma nya jelas sama dengan parfum yang anda pakai"
yoga melipat bibir nya,
ia gugup, benar parfum itu milik nya,
"saya temukan ini di kamar nisa, adik perempuan saya, anda mengenal nya kan tuan?? β
Riko terkejut,
apa yang ia dengar, apa benar dugaan nya
buggggh,
satu kepalan tangan dari Rendy, mendarat di pipi yoga
" jawab saya, apa benar anda juga yang mengirim bunga ke rumah??"
bugghhh lagi,
yoga tidak melawan, ia tau ia salah
"apa anda juga yang memenuhi makam nisa dengan bunga mawar putih?? "
Riko semakin menemukan titik terang, mereka hanya tinggal menunggu pengakuan dari yoga. jantung nya sungguh berdebar,
yoga mengeluarkan buku kecil di saku belakang celana nya,
BUKU PERIKSA KEHAMILAN
jelas, tertera di sana..
Rendy merebut nya, dan segera membuka nya,
benar nama adik nya Annisa riani ada di sana, hati nya hancur lagi, antara sedih dan marah, jadi dia laki laki biang kerok dari semua ini, yoga dan nisa sempat memeriksakan kehamilan? sedekat apa hubungan nya??
lembar selanjut nya Rendy melihat foto hasil USG, mata nya memanas,
di cengkram nya buku itu, Rendy melempar kan nya sembarangan,..
meraih lagi kerah kemeja yoga,
"berengsek, jadi lo pelaku nya? lo yang perkosa adik gue?? "
yoga mengangguk,
"ya, saya pelaku nya Ren. "
(jelas sudah bukti dan pengakuan yoga)
Rendy dan Riko betul di rundung emosi,
dengan brutal, Rendy melampiaskan amarah nya, tidak ia rasa rasa sakit di tangan nya karna terus menghantam pipi yoga,
masa bodo, walaupun yoga sampai mati, ia rela masuk penjara,
habis sudah,
yoga tak sekali pun membalas nya,
ia sadar ia harus di hukum, bahkan ia bersyukur jika sampai ia mati, setidak nya itu penebus kesalahan nya pada pujaan hati nya nisa..
Riko menghentikan Rendy,
"ren stop ren, dia bisa mati"
Rendy menangis, ia jatuh di rumput
Riko memeluk nya..
Riko pun sebenar nya ingin melampiaskan amarah nya pada yoga, namun cukup, pelajaran yang di berikan Rendy,
yoga meringkuk di atas rumput yang sama, ia bahkan tak bergerak,
Riko mengajak Rendy pergi,
rendy belum puas, di tendang nya dengan kencang punggung yoga, yoga tidak merespon,
persetan dengan bisnis yang mereka bangun, Rendy tidak takut kehilangan pekerjaan nya karna ini, demi adik nya nisa..
mereka pergi,
yoga membuka mata, penglihatan nya samar, ia hampir tak sadarkan diri, jangan di tanya apa yang nian rasa tentang luka nya,
ia melihat bayangan nisa di depan sana, sedang melihat ke arah nya dengan wajah datar..
"nisaaaa"
yoga memanggil nya, se detik kemudian ia tidak sadarkan diri..