
Yoga terus tersenyum menatap Nisa yang sedang di periksa oleh dokter,
Nisa melirik nya beberapa kali,
"bapak istri anda ga apa apa, memang hidung nya akan terasa sakit karna memar, pendarahan nya sudah berhenti"
mendengar kata "istri" yang dokter ucapkan, semakin membuat nya berbunga,
"istri saya ini nakal dok, dia sering mengendarai mobil dalam keadaan panik, jadi beginilah" ucap Yoga
"Yoga, motor itu tiba tiba melintas aku panik"
"iya, itulah perempuan, konsentrasi nya gampang pecah, sen kanan belok kiri" Yoga mengusap puncak kepala istri nya
dokter tersenyum melihat mereka..
"saya rasa hanya perlu obat memar saja, yang lain tidak ada luka"
"syukurlah dok.. kan tenang kalo udah periksa "
"bapak siaga sekali, saya senang melihat nya"
Nisa menggaruk kening ny yang tak gatal,
ibu menelpon Nisa dengan panik, mendengar putri nya kecelakaan, mereka masih trauma dengan kecelakaan yang Adnan alami..
"Nisa ga apa apa bu, sudah periksa juga, alhamdulillah baik baik aja"
"syukurlah ibu takut.. " ibu menangis di sebrang sana.. "kamu sama siapa sayang?? “ tanya ibu lagi
" ada yoga bu" jawab Nisa
"apa dia ga jadi pergi?? "
Nisa menggerutkan kening ny, setau Nisa ia tidak memberitahu ibu nya soal keberangkatan Yoga
"ibu tau Yoga akan pergi?? “
" tau nak, Yoga pamit sama ibu"
"Oowh.. iya bu ga jadi"
"baiklah, kamu pulang, istirahat ya?? “
" iya bu, Nisa pulang... "
**
Riana tersenyum penuh arti mendapatkan kiriman video yang Beny rekam saat Nisa dan Yoga bertemu,
suara nya kurang jelas apa yang mereka bicarakan, karna Beny merekam nya dari jauh...
namun seperti nya terjadi hal baik di antara mereka.
"Yoga, ide papah mu memang bagus, membuat Nisa mengungkapkan isi hati nya,
tapi kasihan dia sampai kecelakaan. kalau terjadi sesuatu bagaimana? dasar anak nakal"
Riana mengirimkan nya pada Tama yang sedang di kantor,
Tama ikut berbahagia, akhirnya putra mereka mendapatkan apa yang jadi keinginan nya,
"berbahagia lah nak, papah akan berikan tiket bulan madu untuk kalian nanti, agar segera menambah cucu untuk papah dan mamah"
***
ibu senyum senyum pada Yoga,
rencana hari ini berjalan sukses walau harus Nisa mengalami kecelakaan dan terluka. bahkan mobil Nisa pemberian Adnan pun masuk bengkel..
Nisa memperhatikan ke dua nya, ia menatap penuh curiga pada ibu dan Yoga
Nisa menyuapi Razky makan, ia sedang duduk di pangkuan papah nya,
"Nisa, maaf ya ibu terlibat... " ucap ibu pelan pelan..
"terlibat apa? “ tanya Nisa
" sebenar nya sejak lama kita sering ngobrol, bahkan beberapa ide ibu yang menyusul kan“
"Yoga kehabisan akal buat deketin kamu, ibu jadi ngusulin beberapa hal, misal nya cuekin kamu gitu.. "
ibu melirik Yoga, Yoga menggulum senyum.
"hmmmm, terus apa ini juga ide ibu Yoga akan pergi ke luar negeri?? “
" bukan Nisa itu ide pak Tama "
"apa???? “ Nisa tidak habis pikir pada orang tua mereka ini,
" maksud nya kepergian kamu ke Australia cuma bohong??? " tanya Nisa pada Yoga
"iya sayang, itu ide papah"
Nisa melirik kedua nya bergantian, ia menggelengkan kepala,.
"kamu ngelakuin ini sampai aku celaka Yoga"
"iya sayang maaf, itu di luar pikiran aku"
"kalo aku mati dalam kecelakaan itu bagaimana? " Nisa marah, Yoga diam
"aku ga mau nikah sama kamu, ini pemaksaan nama nya" Nisa bangun dari duduk nya ia hendak pergi,
"sayang kamu udah janji mau jadi istri aku"
Yoga mendapatkan tangan Nisa,
"tapi kenapa harus gini cara nya? “ tanya Nisa
" ya harus bagaimana lagi, entah berapa kali aku kami tolak Nisa "
"lalu Fanny?? "
"dia temen aku, aku cuma minta tolong sama dia buat bantu aku"
Nisa cemberut,
dia merasa malu karna beberapa kali terlihat sewot melihat kedekatan yoga dengan Fanny,
"ibu ke belakang dulu deh, suapin Razky, kasian dia nunggu sendok ga dateng dateng.
kalian bicara aja ya"
ibu benar benar membawa Razky dan makanan nya pergi,
"kamu jahat"
"iya sayang, demi dapetin kamu,
aku mau kita cepat menikah Nisa"
"kenapa harus cepat cepat? “ tanya Nisa
" kamu bilang cepat cepat?? 2tahun aku nunggu kamu, entah berapa kali aku lamar, kamu bilang cepat? “
Nisa tertawa mendengar itu, Yoga akhirnya melihat senyum ceria itu lagi dari Nisa
"kami senang aku merana?? aku selalu berpikir bagaimana aku bisa dapetin kamu, sampe aku kerjasama sama papah, mamah, ibu kamu juga, mana ada laki laki begitu coba"
Nisa semakin tertawa mendengar itu,
Yoga mendekat, ia meraih tangan Nisa,
"aku mau cium lagi" Yoga mendekat
"Yoga apa apa an"
"apa kita harus ke mobil lagi?? "
Nisa membelalakkan mata nya, ia malu kejadian itu, " Yoga, nanti kalau sudah nikah" kata Nisa
"terus kemaren apa? “
Nisa memukul dada Yoga, Yoga menggaduh, pura pura sakit,
"rasain , kamu nakal sih"