Annisa

Annisa
nisa rapuh



hari berganti begitu cepat,


tanpa nisa sadari ada seseorang yang slalu mengikuti nya, mengabarkan kegiatan nya kepada sang tuan,


yoga mendapat foto nisa dengan seorang laki laki lain, itu bukan Riko, yoga merasa ia mengenal nya, mengingat ngingat ingat, siapa lelaki itu?


hingga ia merasa penasaran, yoga mencari tahu sendiri ia mengikuti lelaki yang dekat dengan nisa itu,


Rendy memasuki kantor,


yoga memperhatikan nya, ya dia ingat, lelaki itu salah satu kolega nya,


tapi apa hubungan nya bersama nisa??


sore ini nisa di jemput lagi oleh sang kakak, bang Rendy kangen dengan adik nya itu, karna sudah berapa lama nisa di antar jemput oleh calon suami nya,


mencari info dari orang kepercayaan nya yoga dengan cepat mendapatkan apa yang ia ingin kan..


"jadi, Rendy kakak laki laki nisa? " (tanya nya pada seseorang bernama adi itu)


"betul tuan, mereka hanya dua bersaudara, orang tua nona nisa punya beberapa resto terkenal di sini"..


" baiklah, kerja bagus Adi, ini sudah cukup"


"baik tuan, saya permisi undur diri"


yoga mengangguk,


"seperti nya akan banyak kebetulan untuk kita bertemu nisa" yoga mengusap layar HP nya, foto nisa sedang tersenyum ke arah nya ia jadikan wallpaper HP nya


**


pagi datang lagi,


sejak bangun tidur tadi nisa merasa sedikit pusing, ia pun tidak bersemangat..


"nisa kamu sakit? kamu pucat nak" (ibu menghampiri, menyentuh kening putri nya)


"entah lah bu, nisa pusing"


"ke dokter sama abang ya? "


"ga usah bu, nisa mau ke kamar ya, mau siap siap"


"iya sayang, kalo tambah parah bilang, jangan di diemin"


"siap Buu"


nisa bersiap, ia sebenar nya malas sekali hari ini,


menyemprotkan parfum di baju nya, nisa merasa aneh, ia mual..


ini parfum yang biasa nya ia pakai, nisa meletakkan nya lagi di meja rias nya, matanya bersitatap dengan kalender kecil yang bertengger indah di sana, nisa meraih nya


hari ini pertengahan bulan,


jadwal haid nya sudah telat 5 hari dari bulan biasa nya, nisa gemetar menjatuhkan kalender kecil itu


bayangan kejadian malam naas itu melintas lagi, apa mungkin dia hamil????


nisa menggelengkan kepala cepat,


"ga ga mungkin.... "


memijat kening nya, ia berharap itu tidak terjadi, ia ingin mengusir pikiran nya,


bergegas ia akan pergi kerja saja..


bang Rendy belum turun,


nisa memutuskan akan pergi sendiri saja


"bu, bilang sama abang nisa berangkat duluan ya, nisa buru buru"


ibu melirik jam dinding, ini masih jam 7 dan anak anak nya berangkat biasa nya jam 8


"iya nak, hati hati ya?"


mencium punggung tangan sang ibu,


"iya bu... "


nisa memutuskan naik angkutan umum saja, ia tidak akan langsung pergi ke kantor, ada taman kota sebelum kantor nya ia ingin di sana, menyendiri....


"pak di depan ya.. ( nisa meminta pada sopir ngkutan umum yang ia tumpangi berhenti)


" iya neng.. "


nisa turun, setelah membayar angkutan umum itu.


ia jalan perlahan menyusuri jalan yang di khususkan pejalan kaki..


berbelok ke arah kiri, ada bangku kayu di sana menghadap danau buatan..


duduk di sana menghadap danau yang tenang itu,


Tuhan,


jika ia aku hamil, aku harus bagaimana??


hidup ku,


keluarga ku,


cinta ku,


apa yang harus aku katakan pada mereka, aku tak tega Tuhan,


(tanpa berkedip air mata nya jatuh tanpa ijin, nisa menghapus nya)


bang Rendy yang mati matian menjaga nya pasti akan merasa paling kecewa,


dan mas Riko (nisa terisak) untuk memikirkan nya saja nisa tak berani, apa yang akan ia pikir kan, aku calon istri nya hamil oleh orang lain yang bahkan tidak ku kenal


ini tidak adil Tuhan,


kenapa aku?? kenapa harus aku???


ini sungguh beban berat untuk ku, siapa yang harus aku beritau dulu, tidak ada pilihan yang baik,..


di kantor nya,


yoga menerima pesan singkat dari adi, foto nisa di taman, sedang melamun


"apa yang dia lakukan?? " (tanya yoga cepat)


"hanya melamun tuan, saya masih di sini mengikuti nya"


"kabari terus, jangan lengah, saya akan ada meeting"


"baik tuan"


nisa bangkit, ia harus ke kantor..


Riko yang sedang melintas di jalan itu melihat seseorang yang ia kenal, memarkirkan motor di tempat yang aman, riko memastikan lagi bahwa benar wanita yang ia lihat itu nisa calon istri nya


membuka helm Riko turun,


nisa terkejut siapa di depan sana yang menatap nya


"masss"


Riko mendekat


" nisa, sedang apa di sini?? "


nisa menunduk,


"hey, ada apa? " (meraih jari tangan nisa, Riko menggenggam nya)


Tuhan, apa ini waktu nya aku harus bilang ke mas Riko? nisa bergumam dalam hati, tapi aku tak tega


nisa memeluk Riko, menenggelamkan wajah nya di dada calon suami nya itu, tangis nya pecah...


Riko heran, namun ia urungkan niat untuk bertanya, membalas pelukan nisa dengan erat, satu tangan nya membelai rambut nisa yang di kuncir setengah


beberapa menit kemudian, nisa mulai tenang, walau masih ada isak di sana, namun ia sudah tidak menangis,


merenggangkan pelukan nya


Riko mengusap sisa air mata di pipi nya,


"sudah lebih baik??


nisa mengangguk,


" ada apa? cerita sama mas.. “


"ga ada mas, "


"ga ada gimana, kamu nangis begini,


sendiri di sini, apa ada masalah di rumah?? "


nisa menggeleng,


"nisa merasa lelah aja mas, entah kenapa,.. "


baiklah, mungkin nisa belum mau bercerita pikir Riko,


"baiklah, sudah jam 8, apa mau ke kantor? "


"iya mas, "


"tapi mas pake motor"


"ga apa apa mas, biar seru... ( nisa tertawa kecil)


Riko ikut tertawa


mereka pergi ke kantor, motor motoran,


ya lebih seru pake motor ternyata Riko bergumam dalam hati nya. bagaimana tidak, nisa kini memeluk nya erat, semoga ia tak mendengar detak jantung Riko yang sangat cepat ini..


nisa menempelkan dagu nya di pundak Riko, ia tak perduli dengan rambut nya yang mengapung dan acak acakan karna angin, ini perjalanan nya di luar sekenario, nisa bahkan tak pakai helm..


memeluk erat calon suami nya itu,


hati nya bergelut dengan pikiran nya,


sebentar saja, ijinkan aku memeluk nya Tuhan, karna aku tak tau apa yang akan terjadi esok..


nisa mengusap dada Riko yang terhalang jaket,


Riko menatap tangan nisa sebentar, ia tersenyum,membayangkan akan ada cincin melingkar di jari manis calon istri nya itu sebentar lagi..


Riko menggigit bibir bawah nya, betapa sentuhan yang nisa berikan itu telah meresap sampai di jantung nya, mengguncang begitu kuat ( macam gempa 🤣)


Riko merubah posisi spion nya, agar tertuju pada nisa, nisa melihat itu, dan kini pantulan wajah nya jelas ada di kaca,


nisa malu, Riko memandangi nya terus melalui spion, sampai ia menenggelamkan wajah di punggung Riko, mereka tertawa...


tak lepas dari pantauan adi semua terekam, ia kirimkan pada sangat tuan


*sesederhana itu, namun membuat mereka bahagia sejenak..


adegan itu pengalaman pribadi gais, bersama ayah nya anak anak🥰🥰