
"tuan ada kabar kurang baik" (adi datang ke kantor yoga)
"kenapa kamu di sini seharusnya kamu mengawasi rumah nisa kan?? "
"saya mau mengabarkan, nona nisa hilang, sepertinya nona pergi tuan"
yoga berdiri, ia tak percaya atas informasi yang adi sampaikan,
"jangan main main" (wajah nya sudah memerah, yoga emosi)
adi menunduk, ia takut
"saya berkata benar tuan,
setelah saya mengirimkan bunga,. terjadi keributan di sana, dari alat sadap yang saya simpan di pot bunga rumah nona begitu informasi nya,
nona hilang, tadi kakak dan lelaki yang bernama Riko juga tampak sibuk mereka pergi"
menengadahkan wajah nya,
yoga harus bertindak, benar ia terlalu lembek menghadapi nisa,
nisa sedang mengandung, bagaimana kalo terjadi sesuatu pada nya, bukan kah kemarin dia sakit dan muntah muntah??
seharus nya yoga culik saja nisa, dengan itu nisa aman.
"apa ada CCTV dirumah nisa?? "
"seperti nya tidak tuan"
"cari tau, mungkin tetangga nya ada yang pasang CCTV, dengan itu kita bisa tau nisa pergi"
"baik tuan"
yoga menelepon beny assisten nya
"ben siap kan mobil"
**
di rumah nisa,
Riko datang, tanpa permisi masuk ke dalam rumah, memang kebetulan pintu terbuka,
"ren bagaimana bisa?? "
"ibu ke kamar nya td pagi nisa udah ga ada"
"apa tidak ada CCTV? "
"setahu ku di sini ga ada yang pasang"
"kenapa nisa pergi, padahal aku sudah menenangkan nya semalam dan dia setuju"
"entah lah ko, kita juga ga ada yang ngomong macem macem sama dia.
ayo aku mau tanya teman teman nya, semoga nisa masih di sekitar sini"
"ayo ren"
Rendy dan Riko pergi, mereka berpencar, berbagi tugas mencari kemungkinan tempat yang nisa kunjungi,
ibu terus menangis, ayah coba menenangkan nya, kondisi ayah pun masih belum pulih 100%,
"ibu belum sempat bilang sama nisa, kalo ibu ga keberatan jaga anak nya nanti, nisa sempat bilang sama Riko mau gugurin kandungan nya"
ayah memeluk istri nya, ia juga sebenar nya sedih, ini bukan keinginan nisa bukan???
"ayah pun belum sempat bilang sama nisa kalo ayah ga marah, nisa pun jarang ke kamar kita karna mungkin ga mau ganggu,
kita berdoa ya bu, semoga nisa kembali secepat nya"
"dia terlihat lebih kurus, nafsu makan nya berkurang, dia sering muntah muntah ibu tau itu, tapi ibu juga kebetulan lagi ngurusin ayah,
hari ini ibu berniat mau beliin nisa susu hamil, dia calon cucu kita juga kan yah?? "
rian mengangguk, mengusap punggung arum istri nya, ia pun menangis...
"maafin ibu nisa... semoga Allah lindungi kamu di mana pun kamu berada"
"amiiiinnnn (ayah menjawab)
**
nisa membuka matanya,
ini sudah pagi mata hari sudah muncul,
nisa memutuskan bermalam di sebuah penginapan,
sampai di tempat tujuan pukul 4 subuh tadi, nisa sedikit tau tempat ini, karena nisa dan karyawan di kantor nya pernah berwisata di daerah sini, dan bermalam di sini,
nisa bangun, perut nya sedikit sakit dan mual,
rasa itu sungguh menyiksa nya, ia belum mengisi perut nya sejak kemarin sore,
memandang wajah nya sendiri di cermin, nisa tidak mengenali diri nya sendiri,
ia tampak menyedihkan,
bergegas,ia harus beli sesuatu untuk mengisi perut nya, nisa ga boleh sakit, di sini tidak ada yang mengurusi nya..
entah apa yang nisa pikirkan, saking ia bertekad menghilang kan jejak, nisa sempat membuang dompet nya, ada, KTP, kartu kepegawaian, dan ATM yg sudah kosong, nisa mengambil semua uang nya.
ia akan memulai kehidupan nya yang baru dengan calon anak nya ini,
di sini cuaca dingin, dan memang sedikit mendung, nisa berjalan menyusuri jalan, ia merasa bebas, mencoba tersenyum pada mentari yang malu untuk muncul, semoga hari ini dan seterusnya nya akan ia lalui dengan mudah, bismillah
menemukan warung makan yang sedikit ramai pembeli, nisa sedikit tertarik untuk memasuki nya,
air liur nya hampir menetes, melihat nasi uduk putih bertabur bawang goreng di atas nya, padahal banyak menu yang lain yang lebih mewah akan bumbu, namun nisa menginginkan itu,
ia memesan satu porsi,
berikut dengan menu tambahan,
"bu, saya di ujung sana ya"
menunjuk tempat yang kosong,
seperti nya akan nikmat jika makan langsung di sini..
duduk bersila, nisa menunggu, ia meng aktifkan HP nya, no nya baru, namun semua kontak masih utuh di HP nya, membuka galeri foto, nisa kangen ibu nya, yang selalu membuat sarapan enak untuk nya,
"bagaimana keadaan di rumah ya? pasti ibu dan yang lain nya sudah tau nisa pergi, ini sudah cukup siang (bergumam dalam hati nya)
pesanan nya datang,
pemilik warung ini langsung mengantarkan nya pada nisa,.
"maksih ya bu.. (nisa tersenyum) "
"sama sama " (membalas senyuman nisa)
bu Ratih pemilik warung ini memperhatikan nisa,
ia seperti nya baru melihat nisa,karena hampir ia hafal para pelanggan nya..
nisa menikmati nasi uduk nya,.
alhamdulilah, makanan itu bisa masuk ke perut nya, tanpa penolakan,
bu Ratih kembali lagi menawarkan minuman,
"mba mau minum apa? "
"seperti nya teh tawar hangat enak bu"
"sesuai permintaan" ( bu Ratih tersenyum, nisa pun begitu, merasa pemilik warung ini ramah sekali)
"ini minum nya mba"
"makasih banyak bu, ( makanan nisa habis) masakan nya enak sekali.. (puji nisa, karena memang begitu keadaan nya)
" alhamdulilah, mba bukan orang pertama yang bilang begitu" (Bu Ratih berkarakter sedikit baik, namun ia seorang ibu penyayang)
"heheeehhe pasti nya bu, karena terlihat dari pembeli nya yang banyak"
bu Ratih tersenyum, memandang wajah nisa, nisa yang di pandang menjadi tak enak hati,
"mba baru datang ke daerah sini?? (tanya bu Ratih)
" iya bu, ko ibu tau?? "
"saya hampir hafal pelanggan saya"
"owh begitu, iya bu saya nginep di sebelah penginapan xx"
"mba sendiri? "
"iyah,
emhhh bu, ibu tinggal di daerah sini?? "
"ya, rumah ibu di belakang mba"
(nisa mengangguk)
"kalo ga mengganggu waktu ibu, saya mau bertanya, saya mau cari kontrakan" (kata nisa)
"untuk siapa?? “
" untuk saya bu.. "
"kalo mba ga keberatan, nanti sudah zuhur ke sini lagi, kebetulan ada kontrakan di belakang, kalo mba mau, bisa liat dulu"
"wah kebetulan sekali ya bu,
baik lah nanti nisa ke sini lagi ya bu.. "
"oke ibu tunggu ya. karena ibu juga akan istirahat zuhur"
nisa pergi, setelah membayar makanan yang ia pesan tadi, mencari minimarket terdekat, nisa butuh makanan dan minuman untuk siang nanti..
berjalan menyusuri jalan yang sejuk karena tertutup pepohonan, nisa melihat anak lelaki dan perempuan dari lawan arah, bergandengan tangan, di belakangnya ada ibu dan ayah nya, nisa memperlambat langkah nya,
mata nya memanas,
ia teringat abang nya yang posesif itu
"bang.. ibu.. ayah.. nisa kangen... "
nisa mengusap mata nya, tidak mau orang orang melihat nya..
beberapa meter di depan nisa menemukan minimarket, nisa mulai berbelanja,
ada stand minuman di sana..
nisa memesan nya, ia sedikit lelah mungkin karena perjalanan nya tadi..
beristirahat di bangku yang minimarket itu sediakan, tiba tiba saja terlintas bayangan mas Riko, nisa ingat, mereka pernah menghabiskan waktu seperti ini, mata nya memanas lagi
"kenapa kamu selalu keluar tanpa ijin"
nisa menggerutu pada air mata nya, dan menghapus nya lagi...
**
sudah mau zuhur
Rendy dan Riko belum menemukan petunjuk
(yg di cari lagi enak makan uduk dan santai minum minum😄)
sudah beberapa orang teman nisa Riko tanyai,
karena memang nisa jarang bergaul dan tidak terlalu banyak teman Riko jadi bingung..
beristirahat di minimarket, dengan Rendy, mereka sejenak menikmati kopi nya,
"nisa bilang dia mau gugurin kandungan nya itu, dan gue mencegah nya,
gue bilang sama dia gue mau nikahin dia dan akan gue anggap anak nya anak gue sendiri"
Rendy menatap kosong pada kopi nya itu, mendengarkan penuturan yang Riko,
"gue akan bilang ke keluarga gue kalo nisa hamil anak gue, tapi kenapa dia harus pergi, bukan kah sudah jelas semua"
Rendy menepuk pundak teman nya itu,
"gue sayang sama dia ren, udah lama,
dan setelah gue mau memilikinya kenapa kayak gini"
"lo mungkin baru deket sama dia ko.
kita keluarga nya paling sangat kehilangan,
nisa punya karakter ceria, dan sekarang dia pergi, semoga dia cepet pulang, kita keluarga nya juga akan nerima dia gimana pun kondisi nya"
*kak icis
pinjem dulu babang nya ya buat visual bang Riko 🥰🥰🥰🥰