Annisa

Annisa
tanggung jawab



Annisa "


nisa tau siapa itu,


suara lelaki yang menghamili nya,


nisa bangkit, lalu pergi begitu saja, sungguh ia tak ingin bertemu dengan nya,


yoga menarik lengan nisa, membuat ia sedikit oleng, nisa berontak,


"lepas, jangan sentuh aku, aku jijik,


kamu berengsek yoga aku benci sama kamu, (nisa memukul dada yoga dengan sekuat tenaga)


puas kamu udah hancurin hidup aku hmmm? puas kamu yoga? " (nisa menangis, yoga tau apa yang terjadi nisa hamil, dan itu anak nya)


yoga tak bisa bicara apa pun, wanita yang ia sayang menangis karna nya, ini membuat nya sakit ternyata, ini kah perasaan cinta? ia tak pernah merasakan se melekat ini pada seseorang,


nisa melemah, dia pingsan..


sigap yoga memeluk nya,


"nisa" (menepuk pipi nya pelan)


hati nya terasa di remas melihat kondisi nisa begini, nisa pasti terpukul, wajah cantik nya kini pucat pasi,


"suster tolong" yoga sedikit berteriak


adi datang ikut membantu,


membawa ny dalam pelukan "maaf nisa, maaf" (hanya kata itu yang dapat yoga katakan, ia mencium kening nisa, sedikit lama) *hmmm kesempatan nih yoga😄


suster datang dengan blankar nya, nisa harus di tangani..


di bawa ke ruang UGD, yoga menunggu nya, adi membawakan tas dan buku² hasil periksa nisa tadi,


"tuan, ini tas nona, dan ini buku hasil periksa nya"


yoga menerima


nya,


tangan nya pun gemetar melihat cover buku ukuran 5x5cm itu


buku


periksa kehamilan


ia buka,


tertera nama nisa (sebagai ibu) dan Rendy (untuk suami nya), yoga tersenyum miris, ya nisa tidak mau mengakui yoga sebagai ayah dari bayi nya, ia tau itu, bertemu saja tak mau apa lagi mengakui nya..


30 hari,


keterangan usia kandungan nya,


kejadian itu sudah se bulan yang lalu,


mata nya memanas melihat foto yang di cetak sebagai hasil USg kandungan nisa, perasaan macam apa ini,


"Anak ku.. " (terucap lirih) papah akan jaga kamu dan mamah dengan baik nak, papah janji... (membawanya mendekat, yoga mencium foto itu, ia tersenyum hati nya menghangat)


apa pun yang terjadi, kita harus bersama oke"


seorang suster keluar dari ruang UGD,


"suami ibu nisa?? “


" saya dok (mantap yoga menjawab) "


"istri bapak sudah siuman"


"baik Terimakasih"


jantung nya berpacu,


bagaimana penting klien di bisnis nya, yoga tak pernah gentar, namun ini, bertemu wanita saja ia harus menyiapkan mental beberapa x lipat,


"ehmmmm" (mengusir kecanggungan yoga merapihkan jas nya ia masuk ke ruangan)"


nisa di sana, duduk di atas tempat tidur perawatan nya,.. ada infus terpasang di tangan nya, yoga mendekat,


menyadari itu nisa membuang wajah nya ke lain arah, ia tak mau bertatap muka, apa lagi bertatap mata dengan yoga,


dengan gaya cool nya, ia duduk di samping nisa, tidak dapat di pungkiri, yoga tampan, ia nyaris sempurna..


yoga menyimpan tas dan buku kehamilan nisa di atas meja,


"aku harus pulang, tolong bicarakan dengan dokter aku baik baik saja"


yoga merubah duduk nya jadi lebih tegap,


"infus mu harus habis dulu nisa"


nisa menoleh, rasa nya ia ingin merobek wajah yoga kalo itu berbentuk kertas, melampiaskan amarah nya


"kamu pikir bagaimana keluarga ku jika mendengar ini, mereka akan datang dan mengetahui aku hamil?"


"aku akan memberitahu mereka, kita akan menikah"


nisa membelalakan mata nya


"bunuh saja aku sekalian" (jawab nisa emosi)


"aku akan tanggung jawab nisa, please dengerin aku"


"mungkin se mudah itu yang kamu pikir, menikahi ku dan masalah selesai begitu??


yoga, aku punya keluarga yang sangat aku sayang, kamu tau kemarin aku baru melangsungkan lamaran, aku cinta sama Riko, banyak harapan yang sudah aku tanam,


dan semudah itu kamu bilang kita akan menikah?? kamu tau perasaan aku gimana??? (nisa menangis lagi, ia begitu rapuh) “


"apa yang harus aku lakukan nisa? "


"kamu bertanya padaku tentang itu???


aku saja tidak tau apa yang harus aku lakukan setelah ini yoga"


mereka diam sejenak,


"keluarkan aku dari sini,


jangan harap apa apa lagi dari ku yoga, mungkin aku ga akan mempertahankan anak ini, aku tak menginginkan nya"


deg, yoga langsung berdiri mendengar itu


apa itu tadi maksud nya??


yoga semakin mendekat pada nisa


"apa maksud nya itu? "


"aku rasa kamu cukup tau apa arti nya yoga, bukan kah kamu seseorang yang jenius? "


"nisa jangan main main dengan ku"


"kamu pikir aku main main?? terluka seperti ini kamu anggap main main???,


bukan kah bagus yoga, aku akan meng gugurkan kandungan ini, dan kamu ga usah repot untuk tanggung jawab?


pergilah dari kehidupan ku, aku ga butuh kamu.... "


bertumpu satu tangan di tempat tidur yoga mengungkung nisa,wajah mereka begitu dekat, dari jarak ini, yoga bisa melihat raut wajah kesedihan tergambar jelas di wajah nisa.


"aku bukan seseorang yang bisa melepaskan tanggung jawab begitu saja nisa, kamu milik ku, dan dia anak ku, tidak ada yang bisa menolak itu,


tidak boleh ada yang harus pergi, bila perlu sekarang juga aku akan membawa mu ke rumah ku"


nisa marah, sorot matanya penuh kebencian,


ia ingin berteriak sekencang nya di hadapan yoga jika ini bukan di RS.


"aku akan membawa mu pulang ke rumah orang tua mu sekarang, tidak ada penolakan"


nisa memalingkan wajah nya, ia cukup muak dengan semua ini.


ia ingin lari se jauh mungkin dari lelaki berengsek ini


“ternyata, lebih mudah bahagia dari pada sengsara seperti ini"


Annisa riani....


huuhuuuu, aku nyesek nulis bab ini, mana di gangguin bocil🤣