
yoga sedikit kesulitan, ia memang tidak berpengalaman dalam hal bercinta, namun ia merasa wanita yang ada dibawah nya ini, apa benar ia masih perawan??
yoga jelas mendengar tangisan pada wanita ini, ketika ia sedikit memaksa memasuki nya,
jantung dan hati nya bergemuruh, ini pengalaman pertama nya, tidak, bagaimana pun ini tidak benar, ini harus cepat di selesaikan..
dengan gerakan sedikit terburu buru, yoga melampiaskan hasrat nya, tak perduli tangisan menyayat dari nisa,
hingga ia selesai dengan urusan nya, nisa tampak sedikit lebih tenang, wajah nya msih tertutup rambut panjang nya, nisa tak bergerak ia pingsan,
yoga frustasi,
setelah melihat ada noda darah di sprai, yang menandakan benar wanita itu masih suci,
yoga menjambak rambut nya, apa benar yang wanita ini bilang tadi, ia salah orang???
menetralkan nafas dan degub jantung nya, ia mendekati nisa yang berantakan,
ada rasa bersalah dalam hati nya, jika benar ia salan orang.
yoga merapihkan pakaian nisa, menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah nya,
jantung nnya semakin berdebar, yoga mengakui kecantikan yang nisa miliki, mengecek detak jantung nisa, yoga sedikit bersyukur wanita ini masih hidup,
yoga pergi, ia membersihkan diri, memakai pakaian nya kembali, ia harus pulang, melupakan kejadian ini..
namun masih ada rasa penasaran dalam hatinya, ia meraih tas kecil dan handphone yang tergeletak di lantai, membuka tas itu, ia menemukan KTP
"Annisa riani" (yoga menyebut nama nya mencengkram nya, ada buku kecil di dalam tas nisa, ia menulis sesuatu)
maaf,
menghindar lah jika kebetulan kita bertemu,
semoga kita tak berjumpa lagi di lain waktu, aku harap kamu dapat melupakan ini Annisa
mengeluarkan selembar cek yang slalu ada di dompet nya untuk berjaga jaga,
yoga menuliskan nominal 200jt untuk ia berikan pada nisa,
ia pergi meninggalkan wanita menyedihkan itu tanpa menoleh sedikit pun pada nya.
tadi
beny berjaga di depan kamar bos nya itu, setelah beberapa saat kemudian datang seorang perempuan sexy, tersenyum centil padanya
menunjukan pesan yang ia Terima dari wanita yang ia sebut sebagai momy,
pesan berisikan undangan ke kamar yang yoga tinggali,
wajah beny memucat, jika ini wanita yang harus nya menemani bos nya, lalu yang di dalam siapa?
beny menatap pintu kamar bos nya nanar, ia mungkin sudah terlambat, bos nya mungkin sudah melakukan itu,
memberi uang pembatalan pada wanita penghibur di hadapan nya ini,. sang wanita senang senang saja, ia tak usah lelah bekerja, namun menghasilkan uang..
yoga masuk ke mobil nya,
"pulang ben... (perintah yoga)
" baik bos.. (tanpa berlama lama beny tancap gas).
yoga diam, mengingat lagi apa yang tadi terjadi, bayangan wanita yang ia tau bernama Annisa itu tak bisa ia hilangkan dipikiran nya, bagaimana ia menangis, yoga bahkan menampar nya dua kali dengan sekuat tenaga, ia merasa jadi lelaki yang brengsek.
di rumah,
ini sudah jam 11 tapi nisa belum pulang, ayah dan ibu nya khawatir. handphone nisa pun tak dapat di hubungi,
ibu mengusap punggung sang ayah, menenangkan nya, walaupun sebenar nya hati nya resah dari tadi, ibu sampai tergores pisau jari nya, ia tak konsentrasi tadi saat memasak, hati nya merasa tak enak,
ini pertama kali anisa pulang larut, di tambah tak ada sang abang di samping nya,
tok tok tok,
ayah langsung bangkit dari duduk nya mendengar ketukan pintu,
ia dan istri nya membuka cepat pintu itu, berharap putri nya lah yang datang,
"ayah, nisa tersenyum, memberikan senyum terbaik nya"
ayah dan ibu nya lega, anak nya sudah kembali,
"mengapa se larut ini nisa? (memeluk putri nya, ada nada sedikit emosi, namun di belai nya rambut putri semata wayang nya itu),
" maaf yah, bu,.. nisa ke asikan ngobrol, sampai lupa waktu" (jelas jelas mencari alasan)
"sudah yah, yang penting nisa sudah pulang,
ayo nak, sana istirahat lah, besok kamu harus kerja kan??"
"ia bu, maaf kan nisa ya"
"iya sayang, jangan di ulangi lagi, kamu tau kalo bang Rendy tau, kami juga akan kena marah nya karna mengijinkan kamu pergi" (terang ibu)
"ia bu, nisa tau, maaf untuk itu"
"ia sayang, sana istirahat lah“
nisa pergi ke kamar nya, ayah mengunci semua pintu dan jendela, mereka juga harus istirahat ini sudah tengah malam..
menutup pintu nya, nisa menangis lagi, ia terduduk, hati nya tambah terluka melihat wajah ayah dan ibu nya,
mengunci pintu, nisa pergi ke kamar mandi, ia belum membersihkan diri dari kesialan yang ia Terima,
menyalakan shower, nisa mengguyur seluruh badan nya, ia sampai memakai shampo dan sabun dua kali, itu pun ia belum merasa bersih, nisa menangis se jadi jadi nya, ia jijik dengan tubuh nya sendiri, hati nya hancur entah tak berbentuk,..
flashback
di hotel,
nisa terbangun, ia merasa kepala nya sangat berat untuk di gerak kan, ia pusing, mengingat apa yang terjadi, nisa tebangun, siaga, menghalangi dada nya dengan ke dua tangan nya, ada rasa perih di daerah sensitif nya, melintas di pikiran nya kepingan kejadian tadi, ia menangis lagi,
mencoba turun perlahan, nisa ambruk di lantai, melihat noda di sprai, hilang sudah yang ia jaga selama ini, ia bahkan tak dapat menangis lagi, namun ia harus pulang,..
susah payah menggapai tas nya yang ia lihat di atas meja sebelah TV, tubuh nya tambah gemetar, melihat catatan tangan di sana, nisa meremas cek dan catatan itu, hati nya bergemuruh, kebencian berkobar di sana, si berengsek itu berani berani nya menyebut nama nya di tulisan tangan nya, dan apa ini? ia memberi ku uang??? sebegitu rendah nya kah aku dimata lelaki berengsek itu"
handphone nya mati,
perlahan ia mengaplikasikan bedak di wajah nya, menyamarkan mata bengkak nya dengan eyeshadow, tatapan mata nya kosong, ia menyisir rambut nya, nisa harus tampak biasa biasa saja di depan ayah dan ibu nya,
selesai, ia berjalan gontai mencari kendaraan yang bisa membawa nya pulang,.
**
nisa menggigil,
tubuh nya gemetar, lemah, ia menyelesaikan mandi tengah malam nya, walaupun belum merasa bersih se utuh nya, menggulung rambut dengan handuk, ia merebahkan badan nya, menutup nya dengan selimut tebal, ia ingin melupakan sejenak apa yang beberapa jam terjadi.
**
kediaman yoga.
yoga menggigit ibu jari nya, pikiran nya entah ke mana, nama gadis itu Annisa tercetak jelas di kepala nya, (apakah ini rasa bersalah nya)
bahkan memejamkan mata pun wajah gadis itu hadir.
mencoba menenangkan pikiran nya, ia tidur juga,
pagi datang,
ibu dan yuni (pekerja nya) menyiapkan sarapan, nisa belum keluar juga dari kamar nya, ini sudah hampir jam 8, ibu penasaran anak nya itu tumben sekali se siang ini, bukan nya harus bekerja??
tokk tokk tokk,
"sayang, kamu belum selesai?? " ( tak ada jawaban pintu terkunci)
tokk tokk tokk,
"nisa.. ( ibu mengeraskan suara nya)
ayah datang,
" kenapa bu? “
" nisa belum keluar kamar yah, ia juga ga nyahut, ibu khawatir"
tokk tokk tokk,
(giliran ayah mencoba nya)
"Annisa.. (tak ada sahutan juga, ibu semakin cemas)
tokk tokk tokk,
assalamu'alaikum, (Riko datang bermaksud menjemput nisa untuk kerja)
" Waalaikumsalam, nak Riko, tolong ayah, (ibu panik)
"ada apa bu??
" nisa belum keluar kamar nak, ia juga ga merespon panggilan dari kami dari tadi"
Riko juga menjadi khawatir, terlebih nisa tak merespon pesan yang ia kirim, bahkan pagi ini handphone nisa tak aktif,
"nak Riko kita dobrak saja pintu nya (pinta ayah)"
Riko setuju sudah 10 menit tidak ada respon dari nisa,
beberpa x Riko menabrakkan badan nya ke pintu, dan syukur lah pintu terbuka juga,
nisa sedang tidur di kasur nya, selimut menutupi seluruh badan nya, kepala nya pun tergulung handuk,
ibu menyingkap selimut yang anak nya pakai, membuka handuk di kepala sang anak, rambut nisa sudah kering, jam berapa ia mandi?
nisa tampak pucat, ibu menempelkan tangan di kening anak nya,
"panas, (ibu menoleh pada ayah,)
" betulkan posisi tidur nya bu"
ibu membetulkan posisi tidur nisa, nisa tak merespon,
"apa nisa pingsan bu?? (Riko berkata)
ibu menangis, nak kamu kenapa???
menepuk nepuk pipi nisa pelan..
ayah membawa minyak angin dari kamar nya, mendekatkan nya di hidung nisa
nisa bergerak, ia kini merespon...
Riko sedikit lega, ia begitu sedih melihat wanita nya itu sakit,
nisa membuka matanya perlahan..
nisa melihat ibu, ayah, ada juga Riko di sana..
ia menatap Riko,
nisa merasa telah berkhianat dari nya,
"nisa.. (Riko memanggil nya) "
nisa tersenyum,
"nak, kamu kenapa? "
ayah membetulkan posisi nisa menjadi sedikit duduk, Bi yuni membawakan nya susu hangat, perlahan nisa meminum nya,
"nisa udah baikan bu,
malem nisa mandi, eh udah nya menggigil"
"sayang ga boleh begitu lagi, jangan mandi malam malam"
"ia bu, mass ( nisa memanggil Riko)
" mas di sini dek,
"maaf buat kamu khawatir "
ayah merasa anak nya sudah lebih baik, memberikan ruang untuk nisa dan Riko bicara, ibu dan ayah keluar kamar..