
Gerbang terbuka lebar,
mamah dan papah sudah terlihat di teras depan menyambut anak anak nya,
Razky kebetulan sudah bangun dari tidur nya. mobil masuk ke halaman depan.. Nisa memandang rumah megah itu, lalu ia tersenyum pada Yoga,
"selamat datang sayang, mari kita rencanakan kehidupan untuk kita ke depan nya"
Nisa tersenyum mendengar itu, Yoga mengambil alih Razky untuk ia gendong,
Nisa turun berbarengan dengan Yoga,
"owh sayang.. cucu oma.... "
mamah merentangkan tangan nya, sudah pasti langsung memeluk sang cucu,
namun Razky menolak, ia tidak mau oma gendong, Razky menangis..
"mamah, cucu kita baru datang dia pasti lelah.. " papah menengahi.. mamah Riana cemberut,
Nisa menghampiri nya sambil tersenyum.,
"mamah sehat?? “ tanya Nisa
" mamah sangat sehat sayang.. bagaimana perjalanan kalian?? “
Riana memberikan ciuman di pipi kanan kiri Nisa, lalau di kening nya...
"alhamdulillah, Razky ga rewel, tadi juga sempet istirahat"
Tama mendekat,
entah lah Nisa belum bisa sebenar nya memandang calon papah nya itu lama lama..
"pah.. " Nisa mencium tangan Tama
"kamu sehat nak? “
"alhamdulillah"
Riana terlihat terus menggoda Razky ia ingin menggendong nya
"mah sabar dulu Razky mungkin belum terbiasa"
"mamah sedih deh.. " Riana pura pura cemberut
Nisa tersenyum melihat itu.
"ayo masuk, kalian pasti lelah"
Tama memberi jalan untuk anak anak nya..
Yoga ambruk di kursi ruang tamu dengan Razky duduk di atas perut nya..
seorang pelayan datang, ia tersenyum senang melihat Nisa,
"non.. apa kabar?? “ pelayan itu yang menemukan darah di lantai saat Nisa mencoba bunuh diri
" bibi.. Nisa sehat bi, bibi gimana sehat?? " tanya Nisa balik
"alhamdulillah non bibi sehat..
den Razky MasyaAllah sudah besar ya non?? "
"sudah 1tahun lebih 2bulan bi"
"alhamdulillah...
ini non.. den Yoga minum dulu.. bibi juga lagi bikin kue, sebentar lagi mateng"
"makasih bi, jangan repot repot" Nisa tersenyum.
setelah di rayu Razky akhirnya mau di gendong, itu pun oleh opa nya.. bukan oleh oma nya, Riana akhirnya pasrah..
"Nisa makan dulu yu, ini udah siang, mamah udah siapin makanan yang di jamin enakkk"
"Nisa kebetulan laper mah" ucap Nisa,
itu membuat Yoga melirik nya, se akrab itu Nisa pada mamah nya, ia malah tak segan mengutarakan keinginan nya,
"Yoga ayo.. sudah itu kalian istirahat ya.. " ucap mamah.
Yoga mengangguk, tas Nisa sudah berada di kamar atas. kamar yang dulu ia pernah tempati..
Nisa tak segan membantu mamah menyiapkan makanan, sampai mamah jadi bawel di buat nya
"sayang, duduk diam dan tunggu makanan nya di sana.. ada bi Lia yang bantu mamah... "
Nisa tetap menata piring di meja.
"mah Nisa biasa ngelakuin ini di rumah"
"masalah nya kamu baru datang sayang" ucap mamah gemas..
Nisa hanya tersenyum.
"wah... banyak sekali makanan nya? “ Yoga mengambil tahu goreng di piring
" Yoga cuci tangan dulu"
Nisa menggerutu. mamah tersenyum memperhatikan mereka, Nisa benar benar terlihat menerima Yoga sekarang,
Nisa manyun, ia merasa malu Yoga menyebut nya sayang di hadapan mamah..
Nisa menyiapkan makan untuk Razky,
kebetulan ia suka sayur dan mamah membuatkan sup ayam untuk nya,
"makanlah dulu, biar Razky sama mamah"
Riana melihat Nisa menyuapi Razky dulu,
"ga apa apa mah Nisa bisa nyuapin Razky sambil makan... "
Yoga datang,
ia nampak sudah lebih segar, memakai kaos rumahan dan celana jeans pendek, Nisa sangat jarang melihat nya begitu Yoga terlihat pangling,
"sini aku yang suapin Razky, kamu udah laper kan? " Yoga meraih mangkuk makan Razky,
"engga, aku bisa sendiri Yoga"
Razky menangis, ia malah tidak mau Nisa yang menyuapi...
"tuh kan, sini sama papah jagoan.. "
Nisa memperhatikan mereka, dan ternyata benar, Razky mau di suapin papah nya,
Tama tertawa,
"lihat, cucu opa sangat lucu"
Riana tertawa juga.
"ayo sayang, makan duluan, biar Yoga yang mengurus nya"
Nisa akhirnya menurut, walau hati nya tidak tenang Yoga terlihat kewalahan menyuapi razky makanan nya belepotan,
"Yoga ko belepotan? " Nisa protes ia mendekat membawa tisu untuk putra nya
"Razky nya ga mau diem sayang.. kamu makan lagi gih... "
"gimana mau makan, aku ga tenang liat nya",
Yoga menyerah, ia memberikan makan razky pada mamah nya,
padahal hanya di gendong, razky menurut pada mamah nya..
" kalo kamu kerja gimana razky nisa? “ tanya Riana
"awal nya susah mah. bi Yuni kewalahan.. razky aga susah dengan orang baru, tapi alhamdulillah kelamaan razky mau.. " ucap Nisa
ia terkejut mendapat suapan makan nya dari Yoga,
"kalo razky ga bisa aku suapin, ya udah mamah nya aja"
"yoga tapi.. " Nisa berbisik
"cuek aja Nisa, jadi orangtua baru memang begitu.. pola makan sama tidur kamu berantakan..
ayo sambil makan... " Riana tersenyum menatap Nisa,
Nisa jelas malu.
"yoga biar aku aja sendiri"
yoga menggeleng kan kepala nya,
sambil malu malu Nisa menerima suapan makanan nya sampai isi piring nya habis..
acara makan selesai,
Riana mengajak Nisa ke kamar nya,
yoga dan Tama sedang menikmati kopi di ruang keluar ga sambil menggendong putra nya..
"Nisa, apa yoga sudah ngomongin soal pernikahan? “ tanya Riana
" hanya sekedar nya saja mah, belum lebih serius" jawab Nisa jujur
"Nisa " Riana menggenggam jari tangan Nisa
"mamah pengen segera kalian menikah, apa boleh?? "
"segera, maksud nya kapan mah? “
Riana tersenyum,
" setelah proses urus mengurus pernikahan kalian bagaimana langsung saja menikah? "
Nisa terlihat bingung,
"begini sayang.. mamah punya beberapa teman WO. mamah akan bertanya.. butuh berapa hari untuk menyiapkan pernikahan,
kalau misal satu minggu, ya sudah minggu depan kalian menikah"
Nisa menatap Riana tak percaya
"minggu depan?? cepat sekali mah?? “