
Diam diam herry dan yopi menyiapkan paspor tuan nya, Adnan pernah membicarakan tentang cindy pada herry, ia mendapat gambaran tentang itu, herry mengumpulkan info,
hasil penyelidikan herry, ternyata suami cindy gionard adalah seorang Mafia senjata api dan obat terlarang,
ini sedikit bahaya, ternyata yoga bekerja sama dengan nya, ia punya sedikit kekuatan di sana,...
Gio di kenal sebagai lelaki yang tempramental, ia tidak hanya liar di lapangan pada musuh nya, Gio juga tak segan melukai wanita termasuk cindy istri nya,..
herry kesulitan mencari alamat cindy, mungkin hanya orang tua dan yoga yang tau,
ya, yoga...
nisa bisa saja mengorek tentang keberadaan cindy, namun untuk berkomunikasi dengan nisa herry kesulitan, ia takut nisa akan jadi korban jika masalah ini bocor..
***
segala cara telah Adnan lakukan, memecahkan kaca kamar nya dan Adnan keluar lewat jendela, tangan dan kaki nya harus jadi korban terkena pecahan kaca yang masih menempel di jendela, namun itupun sia sia, ia tertangkap lagi karna di kamar nya terpasang CCTV gerak gerik nya selalu di pantau,..
Adnan memandangi foto nisa, ia memilikinya karna cindy memberi nya, ia mencetak nya utuk Adnan,
di foto itu, nisa sedang menimang anak nya, Adnan mengusap foto itu, bohong jika ia tidak rindu,..
***
hari ini senyum terbit di wajah cantik nisa, karna kedatangan keluarga nya, ini sudah sore,
yoga pulang dari kantor nya bertemu keluarga nisa
"ibu, ayah, sejak kapan kalian di sini?? (tidak ada yang memberitahu nya keluarga nisa akan datang,bahkan kini mereka akan pulang,)
"yoga, maaf ya, mamah terlalu senang dengan kedatangan keluarganya nisa, mamah jadi lupa memberi kabar"
yoga mengangguk, ia menatap nisa, wajah nya sedikit segar hari ini, nisa mengalihkan pandangan nya, ia selalu begitu jika yoga datang ke kamar nya, walau hanya sekedar menggendong razky untuk di bawa nya main di luar..
apa lagi jika tama berkunjung untuk menengok cucu nya, nisa tidak mau menatap, bayangan Adnan jelas tergambar di sana,
keluarga nisa pamit, ini sudah sore, pasti akan sampai di rumah malam hari, Rendy besok harus bekerja, ayah pun juga.
sungguh berat nisa mengijinkan mereka pulang, nisa ingin ramai seperti tadi, ia terhibur..
namun nisa kini tidak terlalu sepi, HP nya kembali, nisa bisa berkomunikasi dengan keluarganya,
yoga sengaja tidak memberi nya HP, ia tidak mau nisa berkomunikasi dengan siapa pun...
keluarga nya pulang sore tadi, dan ini sudah malam,
nisa baru saja mandi air hangat karna cuaca memang sedang dingin, di luar hujan, memakai jubah handuk nya, nisa keluar dari kamar mandi, menuju ruang ganti, nisa tak tau ada yoga di kamar, yoga menghampiri nya, nisa begitu terkejut..
"nisa kita harus bicara"
nisa melihat, yoga menatap nya dari atas sampai bawah, nisa masih menggunakan handuk,
"ya tapi aku pakai baju dulu, kamu tidak sopan sekali"
yoga malah semakin mendekat,
nisa mulai menangis,
"yoga jangan macam macam"
"nisa... "
nisa tersudut, punggung nya menabrak lemari baju, yoga semakin mendekat, ia akan mencium bibir nisa, mata nisa terpejam, tangan nya terkepal, dadanya bergemuruh, sekuat tenaga nisa menampar nya
plakkkk,
seketika wajah yoga berbalik, telapak tangan nisa terasa panas, saking keras nya ia menampar,
yoga berbalik, menatap nisa ia malah mengungkung nya, nisa menangis,
"apa harus aku ulangi kejadian malam itu untuk mengikat mu dengan ku nisa"
nisa membelalakan mata, hati nya begitu sakit mendengar kata kata itu, entah kekuatan dari mana datang nya nisa malah menantang,
"lakukan lah"
yoga tersenyum mendengar itu, jadi nisa telah luluh??
"dan kamu akan benar benar menyesal setelah nya, aku tidak akan main main yoga, aku akan benar benar membuat mu gila"
yoga tidak bisa gegabah, nisa pernah membuktikan perkataan nya dengan pergi dari, rumah..
"ayo lakukan lah, (mata mereka saling menatap, namun tatapan nisa hanyalah kebencian)
nisa menyibak kan sedikit handuk di pundak nya, memperlihatkan bahu mulus nya yang tak terhalang apa pun,
" lihat aku tidak pakai apa apa yoga, kamu akan mudah melakukan nya, tidak seperti dulu kamu harus menarik paksa baju ku" (jarak mereka sangat dekat, yoga bisa mencium wangi pasta gigi yang baru saja nisa gunakan)
yoga melihat Pundak mulus nisa, namun setelah itu ia membuang muka melepaskan kungkungan nya, yoga merasa prustasi akan tindakan nisa, ia pergi keluar dari kamar, yoga kalah untuk saat ini..
nisa menangis kencang, ia merosot, terduduk di lantai, hampir saja yoga melakukan nya LAGI...