
Pagi ini Nisa mendapat telpon dari Tama,.
ia sempat ragu, ada apa gerangan Tama menghubungi nya...
"assalamu'alaikum pah"
"waalaikumsalam,. Nisa papah ganggu ga? “
" kebetulan engga pah "
"syukur lah,
papah telpon ada sesuatu yang penting,
oiya, selamat ulang tahun buat cucu opa ya, semoga tambah pintar, jadi anak yang SOLEH buat orang tua nya"
Nisa tersenyum.
"amiiiiiinnnn. makasih opa ucapan nya"
"sama sama Nisa..
emh... Nisa begini,
client Adnan dari Inggris akan datang minggu depan.. dia sudah tau apa yang terjadi,
namun dia mengajukan permintaan agar kerjasama terus berlangsung"
"permintaan apa pah? “ tanya Nisa serius
"dia mau ketemu kamu, sebagai pemilik perusahaan yang Adnan pegang"
"ketemu sama Nisa?
terus mau ngobrolin apa, Nisa kan ga ngerti pah? “
Tama tersenyum di sebrang sana
" Nisa, ini sudah 7bulan Adnan pergi..
kantor butuh sosok kamu, Yoga ga bisa selama nya gantiin kamu Nisa.
dengan berat hati papah minta kamu mulai ke kantor, sebelum client Adnan datang, setidak nya kamu belajar dulu tentang semua nya"
Nisa terdiam beberapa detik..
"Nisa harus belajar sama siapa pah? “
"untuk saat ini yang pegang posisi Adnan di perusahaan hanya Yoga,
ya mau tidak mau kamu harus sering bekerja sama sama Yoga"
"apa ga ada yang lain pah? "
Tama tertawa tanpa suara di tempat nya, Nisa pasti merasa keberatan namun tidak bisa menolak
"Nisa.. yang akan kamu tempati posisi nya nanti adalah posisi Yoga kini,
jadi cuma dia yang bisa ajarin kamu.. "
Nisa diam lagi..
"bagaimana?? “ Tama seolah mendesak..
" kapan Nisa mulai pah? “
Tama semakin tersenyum.
"ya secepatnya lebih baik.. mungkin besok.. karna kalau hari ini itu sangat mendadak sekali bukan? ada waktu 5 hari kerja untuk kamu pelajari bisnis apa yang alm suami kamu jalani"
“tidak ada pilihan lain.. Nisa harus setuju bukan? “ tanya nya pada Tama
"hehhee ya begitulah Nisa,
kamu akan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan.. saat kamu sudah bisa menggenggam semua nya.. kamu akan mencintai posisi kamu.. percaya sama papah"
Nisa mengangguk,
walaupun Tama tidak bisa melihat nya
"baiklah.. besok Nisa akan coba ke kantor"
"Terimakasih Nisa.. papah akan beri kabar pada Yoga agar dia juga mempersiapkan nya'..
" iya pah.. "
"oiya.. mamah titip salam untuk mu dan cucu nya yang menggemaskan itu"
Nisa tersenyum
"waalaikumsalam, makasih sampaikan pada mamah ya"
Riana senyum senyum pada Tama penuh arti, sambil mengoleskan slai pada roti nya
"Nisa setuju mah.. besok dia mulai ke kantor"
"wah..
ini akan jadi kabar baik buat Yoga kan pah? “
" tentu saja... "
***
Yoga sedang pusing dengan laporan yang Dian berikan, ketika ia mendapat kabar bahwa Nisa mulai besok akan pergi ke kantor nya..
Yoga meluapkan rasa pusing nya.
ia seketika meminta Beny dan Dian merapihkan ruangan karna akan kedatangan bos sesungguh nya di kantor ini,
semua staffnya di beritahu kan,
seolah waktu terhenti seketika.. semua bersiap untuk esok Yoga akan mengajak Nisa berkeliling dan mungkin membuat jadwal meeting dadakan memperkenalkan staff mereka..
Yoga tidak mendapatkan kabar sedikit pun dari Nisa.. ia penasaran jam berapa besok Nisa akan datang, namun untuk bertanya Yoga merasa malu..
namun tidak di sangka, Nisa yang malah mengirimi nya pesan
"Yoga besok aku mulai ke kantor..
jam berapa biasa nya masuk kerja itu? “
" syukur lah,
kamu bos di sini Nisa, jam berapa saja kamu datang di perbolehkan"
"mana ada aturan seperti itu.. itu tidak di siplin bukan? “
Yoga menggigit bibir nya.. ia seperti nya salah memberi jawaban...
" staff kita masuk jam 8 Nisa " jawab yoga..
"baiklah... "
jawab Nisa singkat..
Yoga tertawa lagi..
"Nisa, bagaimana aku akan melupakan mu, jika Tuhan membawamu semakin dekat dengan ku"
Yoga merebahkan tubuh nya,
ia cukup lelah menyiapkan keperluan untuk besok..
hari berganti,
Nisa menyiapkan semua kebutuhan Razky, untuk pertama kali nya ia akan meninggalkan Razky lama..
"Nisa biar ibu yang siapin, lagian kan ibu tau apa yang biasa nya Razky pakai.. "
Nisa tersenyum. walaupun ia serumah dengan ibu nya.. Nisa sebisa mungkin tidak mau merepotkan tentang Razky, semua kebutuhan Razky Nisa mengurus nya sendiri
"ibu.. Nisa takut ibu akan repot,
nanti Nisa minta bi Yuni buat cari pengasuh ya..? “
" Nisa, ibu ga keberatan jagain Razky, ibu malah senang sayang... "
Nisa memeluk ibu nya
"maaf Nisa merepotkan ya bu..
Nisa ga punya pilihan kini"
"nak.. ibu ikhlas ko, kamu yang tenang kerja nya.. fokus.. buat Adnan bangga sama kamu"
Nisa melepaskan pelukan nya,
"makasih ya bu"
"sama sama sayang"
Nisa pergi membawa mobil nya sendiri.. ini masih jam 7 jarak kantor dan rumah nya hanya 30 menit di tempuh jika jalur tidak macet,
Nisa lebih baik berangkat dari pada ia menunggu di rumah, sedangkan ia sudah siap pergi..
semalam Nisa ngobrol serius dengan bang Rendy, kakak nya itu sedikit memberi gambaran tentang bisnis, Nisa hanya bisa berdoa semoga semua akan di beri kemudahan..
mobil Nisa masuk,
ia tersenyum, memandang kantor yang dulu ia datangi ini sebagai staff bank yang akan bekerja sama.. namun siapa sangka, waktu dua tahun ini merubah segala nya..
Nisa turun,
security yang berjaga di depan merasa syok, melihat Nisa datang sepagi ini.. bukan kah sesuai informasi bos baru mereka akan datang jam 8. ini lebih awal setengah jam..
"ibu Nisa selamat datang... "
Nisa mengerutkan dahi nya..
security saja sudah tau siapa nama nya
"terimakasih pak"
"ibu maaf kunci mobil nya.. biar kita simpan mobil ibu di tempat parkir khusus"
Nisa memberikan kunci mobil nya.
security memanggil receptionist,
meminta ia mengantarkan bos nya ke ruangan...
"ibu selamat datang,
saya Ami, mari saya antar ibu ke ruangan... "
Nisa tersenyum
"terimakasih Ami"
"sama sama ibu. jangan sungkan... "
security memberi info pada receptionist satu nya lagi agar memberi kabar pada yoga, mereka semua ketar ketir.. bak mendapat sidak dari pihak presiden..
Dian sekretaris Yoga sudah siap.. ia berdiri.. Dian mengenal Nisa dulu karna ia pernah memanggilnya untuk Yoga,
"ibu Nisa selamat datang, perkenalkan saya Dian sekretaris bapak Yoga"
"terimakasih Dian... "
"ibu silahkan masuk, saya akan mempersiapkan berkas berkas "
"baiklah..
Ami, terimakasih sudah mengantar"
ucap Nisa dengan senyuman
"sama sama ibu, jangan sungkan, saya permisi turun lagi"
"oke.. "
Dian membukakan pintu ruangan, Nisa masuk,
ia langsung melihat lihat keadaan di ruangan ini.. Nisa mendapati foto nya dengan Razky ter pajang di meja,
ya itu sudah di pastikan ulah Yoga.
entah sejak kapan foto itu di sana...