Annisa

Annisa
makan malam



"Nisa... "


ibu memanggilnya,


"ada Jimmy datang, dia bilang kalian akan makan malam?? “


ibu melihat putri nya memang sudah rapi,


Nisa bangun dari duduk nya,


" iya bu, Jimmy client mas Adnan yang dari Inggris itu, tapi Nisa masih ragu mau datang atau engga"


"lho. kenapa? "


"Yoga sakit bu, Nisa jadi ga ada temen di sana"


ibu tersenyum,


"jangan di paksakan kalo hati kamu ga ijinin Nisa"


Nisa menunduk,


"iya bu Nisa galau,


Jimmy juga jarang ke Indonesia, dia menetap di Inggris, makanya malam ini dia ngajak Nisa makan, karna kemungkinan mau pulang"


"jadi??? “


" Nisa mau ikut saja bu, tapi sebentar"


"pergilah nak, hati hati.


kalau bang Rendy ada ibu pati akan suruh abang anter kamu"


"Nisa juga berpikir begitu tadi Buu.. "


"ya sudah sana, biar Razky ibu yang tunggu, dia nyenyak sekali tidur setelah minum obat"


"iya bu, makasih banyak.. "


ibu mengantar Nisa ke depan,


Nisa pun pergi bersama Jimmy


"nak, kenapa ibu lebih suka kamu sama Yoga ya?" ibu menatap kepergian putri nya,


"kamu masih muda Nisa, kamu juga harus bahagia.. menyendiri pun tidak terlalu baik.. bagaimana orang orang sering memandang sebelah mata wanita yang tidak bersuami... "


ibu tau.. tidak mudah menjalin hubungan baru untuk seorang Nisa, putri nya memang sedikit sudah beradaptasi dengan orang orang baru, mungkin itu hati nya juga jadi tertutup.


"nona Nisa, kamu sangat cantik malam ini"


Jimmy memuji, wanita mana yang tidak senang jika seorang lelaki berkata demikian, namun tidak dengan Nisa.. entah apa benar uang Jimmy katakan, padahal Nisa tidak dandan berlebih, hanya memakai gaun malam saja. dan itu pun tertutup karna ia memakai jilbab,..


"terimakasih tuan..


tapi maaf saya tidak bisa lama..


putra saya belum sembuh total"


"baiklah, setelah makan aku antar kamu pulang nona.. "


Nisa mengangguk setuju,


hati nya begitu bimbang.. ia malah kepikiran Yoga yang masih sakit..


Yoga biasa nya mengirim pesan walaupun kadang tidak penting, tapi kini HP Nisa sangat sepi.. sejak Yoga pulang ke rumah nya tadi, tidak ada pesan yang Nisa Terima dari nya, Nisa melirik HP nya sesering mungkin..


Nisa dan Jimmy sampai di sebuah rumah yang cukup megah.. memang ada beberapa mobil terparkir di garasi mobil nya,


"mereka sudah datang rupa nya" Jimmy terlihat tersenyum.. ia turun dari mobil. hendak membuka pintu untuk Nisa, namun Nisa sudah membuka nya.


"kamu sungguh mandiri nona" Jimmy menggoda nya


"saya biasa sendiri tuan.. "


Nisa tersenyum mengatakan itu..


Jimmy mengajak nya untuk masuk,


memang benar di dalam sudah ramai.. ada 4 orang lelaki dan 2orang perempuan.. diantara mereka beberapa berparas bule seperti Jimmy,


"kalian sudah datang?? " ucap Jimmy, seketika semua menoleh pada nya..


"ayo lah kamu lama sekali... " wanita berambut pirang itu pura pura marah..


Jimmy dan Nisa mendekat,


ia mengenalkan Nisa pada teman teman nya..


Nisa terlihat gelisah, ia tidak nyaman berada di lingkungan baru. hanya menjawab pertanyaan sekena nya.. mereka terlihat asik masing masing setelah acara makan malam. Jimmy membawa nya duduk di ruang tamu, membawakan minuman untuk Nisa,


"tuan saya harus pulang,


jika tuan masih sibuk biar saya pakai taksi saja pulang"


"saya akan antar Nisa, tapi sebentar ya. teman saya sedang dalam perjalanan dia terlambat,


tidak enak kalau aku pergi saat dia datang"


Nisa tersenyum sekena nya, ia melirik jam, yang berukuran besar di sudut ruangan sana.


"sudah jam setengah sembilan" ucap nya..


Jimmy menerima telpon. pamit menjauh sedikit dari Nisa,


Nisa meminum minuman nya..


Nisa menungu, sambil membuka aplikasi sosmed nya.. namun entah kenapa tenggorokan nya terasa kering.. kepala nya juga terasa pusing,


jantung nya berdebar, tubuh nya serasa panas, dan gerah..


Jimmy datang,


"nona... are you okay?? “


tolong panggilkan taksi, saya harus pulang"


"baik tunggu saya akan antar, saya ambil kunci mobil dulu" Jimmy pergi ke kamar nya,


Nisa semakin tidak enak diam,


"apa yang terjadi, kenapa rasa nya aku... " Nisa berpikir keras. perasaan apa ini, kenapa hasrat nya timbul tiba tiba begini...


Jimmy datang,


"ayo nona.. "


Nisa meraih tas nya, ia menghampiri Jimmy,


entah mengapa tiba tiba Jimmy menggenggam jari tangan nya.. menuntun Nisa untuk keluar rumah.. namun Nisa tidak menduga.. Jimmy menarik tangan nya pelan.. menyandarkan Nisa pada dinding ruangan itu..


mata mereka bertemu


"Nisa.. kamu yakin kamu baik baik saja?? “


Nisa membuang pandangan nya ke sembarang arah.. Jimmy begitu dekat dengan nya


" ya tuan.. aku hanya harus pulang saja"


Jimmy semakin mendekat.. ia melihat nafas Nisa semakin memburu,


"aku akan pulang besok, ada hal penting di sana..


apa ada kata perpisahan sebelum kita berpisah Nisa? "


"maksudnya bagaimana? “


Jimmy mendekatkan wajah nya, karna perawakan nya yang tinggi ia sedikit membungkuk, ia hendak mencium Nisa..


" tuan apa apa an ini.. ? " Nisa menghindar, namun Jimmy memeluk nya


"aku rasa menyukai mu nona" ucap Jimmy sambil tersenyum..


tubuh Jimmy tiba tiba menegang, ia merasa sesuatu menempel di punggung nya..


"berani menyentuh nya. aku jamin kamu tidak akan bisa pulang, dan akan di kuburan di sini"


Nisa menjauh, Jimmy melangkah maju ia tau apa yang menempel di punggung nya,


sebuah pistol,


"Yoga" Nisa tersenyum, ia menghampiri nya


"udah lepasin.. ayo kita pulang.. "


"tunggu sebentar Nisa"


Yoga melangkah meraih kerah kemeja Jimmy dari belakang.. ia melepaskan tembakan ke langit agar Jimmy tau Yoga tidak main main.


"maaf tuan Yoga saya tidak bermaksud melakukan apa apa" Jimmy berbalik menatap Yoga.. ia masih menodong kan pistol nya


"kamu menyentuh nya, dan itu suatu pelanggaran, kamu tau Nisa adalah istri ku?? "


Jimmy menegang, mana mungkin pikir nya


"akan saya pastikan kerjasama kita akan di bereskan besok.. jangan harap kami akan percaya pada lelaki seperti anda. "


dorrr.


Yoga menembak se kali lagi ke langit..


Jimmy menegang..


ia menggandeng tangan Nisa dan keluar pergi dari sana....


Yoga memakaikan sabuk pengaman pada Nisa, wajah nya seperti marah.. Yoga diam saja..


"Yoga ... "


Nisa memanggilnya


namun Yoga tidak bergeming. ia fokus ke jalan..


"kamu sudah sembuh?? " Nisa bertanya lagi, namun Yoga malah memelototi nya..


"Razky sedang kurang sehat dan kamu pergi makan malam dengan lelaki yang baru kamu kenal?? "


Nisa terdiam,


"maaf... "


Yoga khilaf.. ia sangat emosi,


Nisa membuka peniti kerudung nya,


Yoga memperhatikan nya,


"kenapa di buka? "


Nisa melempar kerudung nya ke belakang.. Yoga nampak heran.. Nisa membuka dua kancing atas baju nya..


"kenapa panas sekali? "


Nisa membuka kaca mobil, Yoga tambah heran..


melihat itu Yoga memarkirkan mobil nya..


"Nisa apa terasa panas?? "


"iya, badan ku entah bagaimana rasa nya, kenapa ya?? "


"ah sial.... " Yoga memukul stir mobil nya..


Nisa malah mendekat pada Yoga menggeser duduk nya


"Yoga... "


Yoga terkejut Nisa menyentuh lengan nya...