
Yoga merasa pusing menghadapi kamera dan pertanyaan dari wartawan, ia bahkan sempat marah, bagaimana tidak konferensi pers itu menyita waktu nya ia akan menikah siang ini jam 1, tapi jam 11 ia masih di kantor,
"tolong pahami saya, saya hanya akan menceritakan nya sekali, dan hanya 5 pertanyaan yang akan saya jawab..
tolong hargai keputusan saya, dan saya tegaskan di sini, saya tidak akan datang ke stasiun tv mana pun untuk menceritakan ulang semua nya" sifat tegas dan judes Yoga keluar lagi setelah sekian lama ia tidak melakukan nya karna Nisa,
Beny dan anak buah nya sibuk mengatur,
ia melihat wajah bos nya sudah sangat tidak nyaman, setelah konferensi selesai.. Yoga langsung di bawa pulang, ia harus bersiap...
"ya Allah kepala ku mau pecah Ben"
Yoga menyandarkan kepala nya di kursi mobil, Beny tersenyum
"mereka sangat ingin mendengar cerita yang bos alami, karna kemungkinan besar hanya bos yang selamat..
" ya, tapi kebetulan waktu ku tidak banyak"
Riana terus saja menelpon Beny, putra nya belum pulang juga, ia khawatir.
namun mobil Yoga akhirnya datang, membuat Riana merasa lega,
"lama sekali Yoga? “ tanya Papa,
" huft, baru kali ini Yoga dalam acara begitu,
kenapa artis artis sangat senang jumpa Pers begitu sih? “ Yoga menggerutu
Riana tertawa,
"bukan kamu aja yang pusing Yoga, nih HP Mama dari tadi ga berenti bunyi, ampe Mama off..
istirahatlah di kamar, udah Zuhur, kamu siap siap ya? “
" baiklah mah.. " Yoga akhirnya bisa bernafas lega, ia mengeluarkan HP baru nya, Yoga tersenyum, melihat kontak whatsapp nya masih kosong, hanya nama Nisa satu satu nya yang ada.
***
Nisa mulai berhias,
mata nya masih tiba tiba mengeluarkan air mata, ia terus bersyukur dalam hati tentang semua yang terjadi,
perias pengantin merasa heran dengan kliennya ini..
"ibu, apa ibu sakit? " tanya perias yang di ketahui bernama Metta itu
Nisa tersenyum ia menggeleng,
"engga mba, ini tangis bahagia"
Metta langsung tersenyum mendengar itu, ia sempat takut tadi kalau kliennya ini sedang tidak sehat atau kenapa...
took took toookkk,
"Yoga, sudah siap? “ Mama mengetuk pintu
Yoga membukakan pintu kamar nya,
" owh sayang kamu tampan sekali" Riana mengusap pipi putra nya,
"benarkah,? apa Nisa akan suka ini ma? “
" sudah pasti sayang, lihat ekspresi nya nanti saat melihat mu"
"Yoga deg degan ma" wajah nya memelas, Riana mengusap lengan putra nya
"itu sangat wajar, karna kamu akan menghadapi penghulu, dan ayah nya Nisa, tapi setelah ijab kabul, pasti akan plong" Riana tersenyum.
"do'ain yoga terus ya ma"
"tanpa kamu pinta, seorang ibu dan ayah pasti mendoakan putra putri nya sayang"
semua sudah berkumpul,
mobil pengantin sudah di hias mewah, Beny sudah siap ia akan membawa bos nya menuju halal...
"Nisa" ibu masuk ke kamar Nisa putri nya sudah siap ternyata
"MasyaAllah kamu sangat cantik nak" mata nya berlinang, ibu menyeka nya
"bu jangan menangis, Nisa jadi sedih... "
"ibu bahagia sayang...
oiya, ada seseorang yang datang, sebentar ibu ajak masuk... "
Nisa menunggu dengan cemas, siapa gerangan tamu yang ibu maksud..
"assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam, MasyaAllah bu.... " Nisa mendekat ia memeluk wanita yang sangat anggun di hadapan nya,
bu Ratih memeluk Nisa dengan erat, ia rindu sangat,..
"hey jangan menangis nanti riasan mu luntur" bu Ratih memberikan candaan..
"mana Bunga bu? " tanya Nisa
"ada di luar, ibu ga ajak dia masuk takut rusuh... " bu Ratih tertawa
"semua nya datang Nisa, kang Yopi, Herry, dan semua anak buah nya Adnan"
mendengar nama mendiang suami nya mengudara Nisa tersenyum,
"makasih banyak ya bu"
semoga kalian berjodoh sampai maut memisahkan, hingga bertemu di surga nya Allah, InshaAllah Yoga akan jadi suami yang baik, karna hal ini yang sangat ia inginkan dari dulu"
"bagaimana nasib membolak balikan kehidupan Nisa bu, Nisa hanya ingin bahagia"
"InshaAllah sayang InshaAllah"
bu Ratih mengusap pipi wanita yang sudah ia anggap seperti putri nya, mereka berpelukan lagi..
"Ben, apa aku tampan? “ tanya Yoga pada assisten nya itu,
" bos sangat tampan.. dan akan jadi yang paling tampan hari ini, bu Nisa pasti terpesona"..
Yoga tersenyum,
Beny lah yang tau perjuangan nya mendapatkan Nisa, .
"bagaimana persiapan di hotel?? “
" bos ga usah khawatir, anak buah ku standby di sana"
Yoga mengangguk,
"siapa sangka ya Ben, Nisa akan jadi milik ku"
Beny tersenyum,.
"bu Nisa akan jadi wanita paling beruntung mendapatkan bos, saya jamin itu"
Beny dan Yoga tertawa,
"bos, masih ingat saat bu Nisa menyobek cek pemberian bos di kantor"..
"hey, apa maksud mu menanyakan itu??
kamu tau kalau ingat tentang hal itu aku seperti lelaki Brengsek"
Beny menggulum senyum.
ia sangat suka bu bos nya itu karna ke judesan nya,.
'bos harus tau bagaimana kepanikan bu Nisa pertama kali tau pesawat yang bos tumpangi jatuh"
"apa dia khawatir?? “ tanya Yoga
"sangat bos, saya melihat cinta di mata nya"
Yoga tersipu mendengar itu,
tapi ia jadi mengingat sesuatu
"hey kamu berani menatap matanya ben?? “ Yoga marah.
Beny malah tertawa..
" maaf bos.. itu tidak sengaja"
" awas kamu"
Beny tersenyum lagi,
ia ikut bahagia dengan kebahagiaan bos nya yang sudah ia kenal lebih dari 5tahun itu,
Beny sangat tau bagaimana Yoga, walaupun banyak wanita di kelilingnya, ia tetap mencintai Nisa...
Nisa gelisah, ia melirik jam terus...
bunga dan bu Ratih duduk di dekat nya,
bunga sangat menyukai Razky ia terus menggendong nya,
keluarga Nisa bersiap, mereka mendapat kabar keluarga Yoga sudah sampai,
hati Nisa tambah tak karuan,
Beny membukakan pintu mobil untuk bos nya,
pengisi acara sudah siap, acara sambutan di lakukan, Yoga berhadapan dulu dengan sang ibu, ibu mengalungkan rangkaian bunga melati yang cantik
Yoga menatap ibu ia tersenyum.
"Yoga, ibu percaya kamu laki laki yang bisa membawa Nisa pada surga nya, laki laki yang bertanggung jawab,
ibu mohon, tegur dia baik baik jika Nisa melakukan kesalahan,..
jangan pernah sekali pun menyakiti hati nya.. karna bukan hanya Nisa yang terluka.. tapi kami keluarga nya pun..
dan satu lagi,
jika kamu sudah tidak cinta pada Nisa, kembalikan ia pada kami dengan baik baik"
dengan suara bergetar ibu mengatakan nya, air mata nya jatuh juga..
"ibu, Yoga janji, akan Yoga lakukan yang terbaik untuk Nisa, akan Yoga tebus kesalahan kesalahan Yoga di masa lalu, ibu pegang kata kata Yoga"
ibu mengangguk, Yoga mencium tangan ibu, ayah lalu bang Rendy,
"aku yang akan di barisan terdepan kalau kamu nyakitin hati Nisa yoga"
Yoga tersenyum,
"yoga janji bang akan jadi suami yang baik"
Rendy pun tersenyum, ia menepuk pundak calon adik ipar nya itu.