Annisa

Annisa
mencurahkan rasa



adnan berada di parkiran apartemen nya, ia belum berniat turun, menyandarkan kepalanya di sandaran mobil, pikiran nya entah berlarian kemana..


adnan menoleh ke arah kursi di sebelah nya, tempat nisa satu jam yang lalu duduk di sana,


nisa melupakan baju nya,


adnan tersenyum... ia membawa nya ke apartemen..


"aku ingin informasi nya malam ini juga, bawa ke apartemen"


adnan menelpon seseorang, bagaimana mungkin, hal yang tidak ingin dia ketahui dulu tentang yoga, kini menjadi pikiran nya...


***


nisa masuk ke rumah, bu Ratih sudah ada di depan pintu, ia melihat nisa tadi datang, tapi tidak mau mengganggu adnan dan nisa di luar, ia memilih menunggu,


"bu..... " (tatapan nisa begitu sendu)


Ratih memeluk nya, sungguh ia sangat sayang pada nisa,


rambut nisa basah dan, baju siapa yang ia pakai?? apa lagi yang terjadi?


"adnan udah cerita, kejadian waktu di rumah mu, ibu turut sedih nak, tapi jangan bertindak yang aneh aneh seperti ini"


nisa mengangguk,


Ratih melepaskan pelukan nya,


"kamu kenapa basah? "


"nisa ke hujanan bu"


"dan kamu tadi kemana? "


"maaf Bu, nisa ingin sendiri dulu, tadi nisa ke taman yang ada danau nya"


itu cukup jauh dari rumah pikir Ratih,


" lalu sampai kehujanan? "


nisa mengangguk lagi,


"nisa, jangan menghukum dirimu begini, ibu tau kamu merasa bersalah sudah meninggalkan keluarga mu,


namun sudahlah, biarkan semua nya berlalu,


kamu punya kehidupan, kamu ga sendiri ada nyawa lain dalam tubuh mu"


nisa menangis lagi,


"nisa ga menginginkan nya bu, ini anak nya nisa benci sama lelaki itu, dia ngancurin hidup nisa.."


bu Ratih meneliti wajah nisa,


dia bukan siapa siapa di sini, tapi entah bagaimana bu Ratih menyayangi nya, bukan karena apa yang ia alami, tapi karena ia tau nisa orang yang baik,


"sayang, ( bu Ratih menangkup pipi nisa)


bertahan lah sebentar lagi,.


jika kamu tidak menginginkan nya, kamu hanya harus melahirkan nya saja,


ibu dengan senang hati akan mengurus nya nanti, akan ibu anggap ia cucu, bahkan anak ibu sendiri"


nisa menunduk, menatap perutnya


bagaimana dia bisa se egois ini,


ini takdir nya, selama ini dia tidak menyusahkan, nisa akan menjaga nya mulai saat ini, ia janji akan berdamai dengan hidup nya.


**


nisa membersihkan dirinya, mandi air hangat, ia merasa lebih baik,


bu Ratih menyiapkan makan untuk nya,


ia menerima pesan dari adnan kalau nisa belum makan, itu terdengar manis sekali, Ratih yakin adnan punya perasaan khusus


seorang adnan yang cuek dan masabodoh dengan sekitar nya tiba tiba perhatian pada nisa,


nisa keluar dari kamar, rambut nya masih digulung handuk, memakai baju tidur nya, perut nya semakin terlihat, ini sudah sekitar 5bulan kandungan nya,


bu Ratih dan bunga menunggu nisa di meja makan,


"kakak, (bunga mengayunkan tangan nya, mengajak nisa duduk)


nisa tersenyum, ia datang,


bunga memeluk nya,..


" kakak aku kangen, seharian ini ga ketemu kk"


"gimana ujian nya dek? "


"lancar ka, bunga yakin 70% bisa jawab soal nya"


"anak pintar, (nisa mengusap rambut adik nya itu)


" sudah kakak mu mau makan, ia belum makan dari siang, sampai seseorang mengirim pesan pada ibu agar memberi nya makan"


nisa bengong,


"nisa bisa buat makan sendiri bu, ibu sudah lelah di warung,


dan siapa yang memberi pesan? "


" mas adnan.. ( Ratih sedikit menekan kan ucapan nya itu, nisa tiba tiba menjadi kikuk, ia mengingat sesuatu yang terjadi di mobil, pipi nya merona, bu Ratih melihat itu, ia tersenyum)


"ayo makan, nanti mas adnan marah"


"ibuu... (nisa merajuk, dia malu, sebegitu perhatian nya adnan pada nya)


kita ga ada hubungan apa apa bu"


"yang bilang kalian ada hubungan siapa? " (Ratih bertanya, mata nya ia kedip kan menggoda)


"ahahaaaa ( bunga menertawakan kakak nya)


nisa mulai makan, menutupi rasa kikuk nya,


" kak, kakak jadian ama mas adnan?? (tanpa basa basi bunga bertanya)


"uhukkkk uhukkk,


(nisa tersedak, bunga memberikan minum untuk nya)


" kakak, maaf.. (bunga mengusap usap punggung kakak nya)


"hihiii, abis nya kakak lucu,


ya udah bunga masuk kamar dulu ya mas adnaaann"


nisa melotot, mendengar sebutan yang bunga berikan untuk nya, bu Ratih menahan tawa, ia pun ikut kabur, biarlah nisa makan dengan tenang..


"ibu juga ke kamar dulu sebentar ya"


***


adnan sudah membersihkan tubuh nya,


ia merasa lelah sekali hari ini,


namun ia belum bisa istirahat, menunggu seseorang datang membawa kabar, dan menunggu makanan yang ia pesan melalui jasa online, dia lapar.


adnan berinisiatif mengirim pesan untuk nisa,


"apa sudah makan?? "


nisa baru saja menyelesaikan makan nya, saat HP nya berbunyi, tanda pesan masuk..


ia meraih nya,


"no baru?? siapa ini? ( penasaran, ia membuka pesan nya)


membaca pesan itu, ia teringat kata kata bu Ratih, siapa yang meminta nya untuk makan,


adnan menunggu, pesan nya sudah centang biru, namun nisa belum membalas


" lama sekali kamu membalas nya nisa " (adnan kesal sendiri, ia tidak suka menunggu, memilih tombol panggilan, ia menelpon nisa)


gugup, nisa menerima nya


"masss"


adnan lagi lagi memejamkan mata nya, sungguh suara nya saja mampu menggetarkan jantung dan hati nya


"panggil lagi" (pinta adnan)


"apa? “


" panggil aku lagi nisa"


nisa menurut


"maassss"


adnan tersenyum, ia puas😄 *hadeuh mas mulai bucin


menetralkan degup jantung nya, adnan mengusap dada nya itu


"apa sudah makan? “


" baru selesai mas, mas sudah makan belum? (nisa duduk lagi di meja makan, bu Ratih kepo, mendengarkan pembicaraan nisa di balik lemari kaca) "


"belum, mas pesan makanan, tapi belum datang"


"apa mas ga bisa masak? “


" ga ada apa apa di rumah nisa, mas ga punya nasi ataupun teman teman nya,


kamu mau membuatkan nya nanti untuk mas?? "


nisa melipat bibir nya, apa maksud mas adnan??


"masakin buat aku, aku akan senang makan di rumah, aku senang masakan rumahan" (tambah adnan) "


" nanti insyaallah nisa masakin, dan kirim ke rumah mas, sebagai ucapan terimakasih untuk hari ini"


"bukan nisa, kamu masak di sini, dan tinggal di sini"


"maksud mas apa? “( nisa tambah tidak mengerti)


" hiduplah bersama ku"


nisa termenung, ini tidak mungkin


"masss"


"tak perlu jawab sekarang nisa, mas kasih waktu untuk berpikir "


ting nong


(bel apartemen adnan berbunyi)


"mas tutup dulu telpon nya ya, ada yang datang"


"iya mas"


"istirahat yang cukup, minum susu untuk dia"


nisa mengerti, arti dari kata dia, nisa melirik perut nya, dan mengusap nya


"iya mas"


adnan menutup telpon nya,


sungguh, debaran jantung nya harus di hentikan.


nisa menggaruk alis nya yang tak gatal,


ada apa dengan mas adnan sebenar nya, kata katanya tadi di mobil, dan perhatian yang ia kasih.


ah, nisa tidak mau memikirkan nya,


ia bangkit, meraih gelas, dan membuat susu untuk DIA,


Ratih sungguh bahagia, nisa mulai mau mengurus anak dalam kandungan nya, susu itu sudah ada sejak bulan lalu, namun nisa baru mau minum hari ini..


nisa meminum nya, sedikit demi sedikit,


"yaaa ini tidak buruk" pikir nya.


nisa meng habiskan nya, lalu mencuci gelas yang ia pakai,


bu Ratih merekam nya, akan ia kirimkan pada adnan,.


*bu Ratih sekongkol ni😄


*haduhhh aku galau, belum ke baca ni nisa sama mas adnan atau sama yoga akhir nya ya??


kasih pendapat dong riders?