Annisa

Annisa
mencoba bertahan



nisa gelisah,


mencari posisi tidur ternyaman, dari dulu ia sulit tidur jika di tempat baru, di tambah perut nya semakin membesar, nisa sudah sebulan ini kesulitan tidur,


adnan merasa tempat tidur nya bergoyang,


padahal nisa se minim mungkin melakukan pergerakan,


"sayang, kamu belum tidur? "


"nisa ganggu ya? "


adnan duduk, menghadap nisa,


“ada apa?? "


"nisa ga nyaman mas, lupa bawa bantal kecil di rumah bu Ratih, biasa nya buat ganjel perut"


adnan celingukan, mencari apa yang bisa nisa gunakan,


ia mengambil sweater, melipat nya,


"coba pake ini nyaman ga? "


nisa meraih nya, mengganjal perut nya


"ini lumayan mas"


adnan tersenyum, jujur ia ngantuk sekali, baru 3jam mereka tidur,


"ayo mas tidur lagi"


adnan melihat nisa berkeringat, padahal AC di nyalakan..


"kamu kegerahan?? "


"hehe, iya mas, udah se bulan nisa ga bisa tidur nyenyak, gerah banget"


adnan mengikat rambut nisa, menggulung nya menjadi cepolan,


"ganti baju yang lebih terbuka coba, itu keringet kamu ampe begitu, padahal AC nyala"


*nisa menginginkan baju kebangsaan nya, namun ia tidak mau, itu sedikit terbuka,


"ga apa apa mas ini aja,


ayo tidur lagi, mas harus kerja kan nanti pagi"


adnan naik lagi ke tempat tidur, nisa tidur membelakangi nya,


adnan mengusap pinggang istri nya,


"masss"


"katanya kalo ibu hamil paling suka di usap punggung nya?? "


*iya benar ini nyaman sekali, (pikir nisa dalam hati, pinggang nya memang sudah mulai pegal tapi bukan nyaman yang lebih dominan, ia gemetar, sentuhan adnan di sana,telapak tangan nya yang terasa hangat di pinggang nisa membuat nisa jadi salah tingkah, entah perasaan apa ini)


"iya mas, tapi bukan nya nyaman, nisa malah gemetaran"


"kenapa?, (adnan menelusup kan wajah nya di punggung nisa, mencium aroma mungkin dari baju yang nisa pakai)


" mungkin karna ga pernah dapat perlakuan begini, nisa jadi malah deg degan"


adnan tertawa kecil


"mulai saat ini biasa kan lah"


adnan memang pernah pengalaman dalam rumah tangga, namun mantan istri nya belum sempat hamil,


dengan nisa adnan banyak belajar melalui google, bagaimana perasaan ibu hamil, ia mencoba untuk mengerti,


tangan adnan berada di perut nisa,


ia terbangun dari tidur nya, merasakan pergerakan yang kuat dari perut nisa,


mata mereka saling bertemu, mereka tersenyum,


"dia membangunkan ku nisa" ( adnan tersenyum senang, jari tangan adnan mengikuti gerak bayi dalam perut nisa, menusuk nya pelan, seolah sedang bermain)


nisa tertawa


"geli mas, gerakan nya juga terasa sedikit sakit di perut"


"dia sudah besar kan, dan seperti nya dia jagoan, aktif sekali"


nisa bersandar pada bantal,


adnan masih di sana, sesekali mencium, dan menempelkan telinga di perut nisa,


"kamu sedang ingin sesuatu?? " (tanya adnan)


"engga mas, semenjak nisa hamil, alhamdulillah ga ada kepengen yang macem macem, dia ga nakal"


"bilang ya kalo pengen apa apa, jangan sungkan"


"iya mas,


mas kita kesiangan, ini sudah jam 6 lewat, nisa buatin sarapan ya"


adnan malah memeluk nya,


"itu kantorku juga nisa, aku bebas mau masuk jam berapa"


nisa tersenyum,


adnan mencium pipi nya,


lalu beralih ke bibir nisa, mereka berciuman,


nisa merasa sesak, ada satu rasa yang mendorong nya untuk menuntut, meraba tengkuk suami nya, ciuman mereka semakin dalam,


adnan pun demikian, sekuat tenaga menyadarkan diri nya agar tidak lebih dari melakukan ini, ia meremas sprei menahan jari nya agar tidak berjelajah kemana mana,


namun tak bisa, ia lebih memilih membelai rambut nisa yang sedikit acak acakan karna bangun tidur ,


nisa mencoba melepas ciuman nya, namun Adnan semakin menuntut,


"mass"


"hmmmm" (dengan berat hati, adnan melepaskan ciuman nya, mereka saling pandang, nisa merasa bersalah)


"mas, nisa minta maaf.. "


"untuk apa?? " ( adnan merapihkan anak rambut yang acak acakan di kening istri nya)


"nisa belum bisa memenuhi kewajiban nisa sebagai seorang istri, sampai nisa nanti melahirkan dan nifas, mas mau menunggu?? "


"mas ngerti nisa, cuma naluri laki laki mas, ah entah lah" (adnan tersenyum namun melempar pandangan nya ke lain arah) “


"nisa tau mas, karna nisa pun merasakan itu, ada sesuatu yang menuntut dari dalam diri nisa"


adnan menempelkan kening nya dengan sang istri, sama sama memejamkan matanya, kita harus "berjuang sebentar lagi" (ucap adnan)


"maafin nisa mas, nisa serasa berdosa“


adnan menggeleng,


" tidak akan dosa jika mas, sumi mu ikhlas nisa, InsyaAllah mas ikhlas akan hal ini,


tapi, kalo sekedar ciuman saja boleh kan? " ( adnan mertanya, nisa langsung membuka matanya, adnan pun tertawa)


*akupun sambil belajar readers


karna menikahi wanita yang sedang hamil tidak di perbolehkan, oleh ayah si bayi, atau pun bukan, sampai nanti nisa melahirkan,


semoga informasi yang aku berikan ga salah ya, mohon d maafkan, dan saling mengingatkan jika ada ksalahan, 🥰🥰