
Nisa baru datang jam 9 pagi, ia akan langsung ada meeting dengan klien nya, menandatangani sebuah kontrak besar yang Yoga dapatkan mungkin untuk terakhir kalinya,
Nisa hendak menyimpan tas nya di ruangan, bersamaan dengan Yoga hendak keluar,
"kamu kerja? bukan nya mau tunangan? “
"cuma tunangan Nisa, bukan pernikahan, lagian bisnis lebih penting dari pada acara pribadi"
Nisa mengangguk,
"baiklah.. aku simpan tas dulu"
Yoga bergeser memberi jarak namun ia malah menunggu Nisa,
"ada apa? " tanya Nisa heran.
Yoga menggandeng tangan Nisa,
"kamu bilang mau kasih aku kado pertunangan? "
"ya itu seperti nya harus.. " jawab Nisa
"aku akan meminta sesuatu nanti setelah meeting"
Yoga mulai melangkah, namun genggaman tangan nya terlepas,
Nisa terdiam,
"aku pikir dia mau menggandeng ku sampai ruangan "
kliennya sudah datang,
Nisa masuk ke ruangan,
Benny dan Dian menyiapkan keperluan,
setelah perbincangan santai karna klien mereka kini seseorang yang humoris,
Nisa terus memperhatikan Yoga bagaimana cara bicara nya begitu berbeda saat menghadapi klien, mungkin ini lah yang membuat para klien tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan kami,
"sudah siap? aku akan meminta kado ku?? "
ucap Yoga memutar kursi nya menghadap nisa, mereka masih di ruang meeting, dan klien mereka sudah pulang
"aku belum menyiapkan nya Yoga,
emang kamu mau apa? kalau itu suatu barang aku harus membeli nya dulu"
"kamu ga perlu beli, tinggal ikut aja sama aku"
ucap Yoga, Nisa merasa sedikit takut, ia takut Yoga membawa nya ke tempat yang aneh
"aku ga mau, kamu bilang aja mau apa, nanti aku siapin" Nisa kekeuh
"kamu takut? “
" iya, kamu ga jelas sih mau nya apa"
Yoga bangun dari duduk nya, melangkah ke pitu dan membuka nya,
"ayo.. " ia mengulurkan tangan mengajak Nisa keluar.. "aku janji ga akan macem macem"
Nisa luluh juga, walaupun hati nya penuh tanya,
Yoga menggandeng nya ke lantai bawah, ia tak perduli berapa puluh pasang mata yang memperhatikan mereka, Nisa malah yang merasa malu..
"Yoga lepasin tangan aku"
Yoga tidak menghiraukan nya, ia terus saja berjalan, Nisa tiba tiba tersenyum melihat siapa yang ada di hadapan nya,
"sayang.. " Nisa melepaskan tangan Yoga ia buru buru berjalan menghampiri Razky,
"ko ada di sini bi?? "
tanya Nisa pada bi Yuni
"bapak minta bibi bawa Razky non, tadi pak Beny jemput"
"makasih ya bi" Yoga menerima tas Razky,
"sama sama pak"
"Yoga kita mau kemana? “ tanya Nisa
" famly time" ucap Yoga tersenyum
Nisa pun tak bisa tidak tersenyum.. jadi ini kado yang Yoga pinta.. tapi kenapa harus hal ini..?
bi Yuni di antarkan lagi pulang oleh Beny,
Yoga dan Nisa masuk ke mobil,
"Yoga, kenapa hal seperti ini yang kamu pinta"
"aku akan bertunangan nanti malam, dan besok akan pergi ke Australia, jadi aku mau minta sama kamu, buat hari ini.. jangan ada jarak di antara kita, aku akan sangat jarang datang, bahkan aku ga tau mau pulang kapan, jadi mungkin ini yang terakhir untuk kali ini"
Nisa dengan jelas mendengar itu,
"oke jagoan.. kita let's goo"
ia sudah sering berceloteh, mengatakan satu persatu kata walaupun masih samar..
Nisa tidak banyak bicara,
hanya Yoga saja yang selalu menggoda Razky selama perjalanan..
"kamu baik baik saja? “ tanya Yoga
"ya, memang kenapa?? “
Yoga menggeleng, ia tersenyum..
" pa... " Razky menunjuk Yoga, Nisa tersenyum
"iya sayang itu papah" Nisa menggenggam tangan mungil putra nya, mengikuti arah jari Razky,
"papah... mamah... " ucap Nisa menunjuk dengan tangan Razky pada Yoga dan pada nya.
razky memainkan bros yang Nisa pakai di kerudung nya,
Yoga menarik nafas sedalam dalam nya, hati nya menghangat,
"Nisa lihat perjuangan ku mendapatkan kamu,, begitu sulit bukan?? " melirik lagi Nisa dan Razky Yoga bergumam dalam hati nya..
perjalanan cukup jauh..
mereka menempuh nya selama 1jam 20 menit,
tiba di salah satu kebun binatang, Yoga memang sudah berencana akan membawa Razky ke sini dari jauh jauh hari..
membayar tiket, membeli aneka sayuran untuk mereka memberi makan binatang,
mereka melanjutkan perjalanan nya berwisata,
Razky terlihat sangat antusias melihat hewan hewan melalui kaca mobil, ia bahkan memukul mukul nya,
ia seperti tidak takut pada apa pun, Nisa menurunkan kaca mobil sedikit memberi makan Zebra yang mendekat,
Razky terus saja berceloteh meraih buah wortel yang ada pada tangan Nisa, ia ingin memberi makan sendiri..
"dia ga takut Nisa"
Yoga membuat video keseruan putra nya itu, Razky menangis kencang saat papah nya melajukan lagi mobil, ia ingin terus memberi makan...
"niih ada lagi sayang.... "
Razky menolak ia terus menangis.
"apa dia mau Zebra lagi?? " tanya Yoga
"ya seperti nya dia suka.. mungkin karna warna nya" mobil terpaksa di hentikan untung di tempat yang aman.. Yoga menyeduh susu karna melihat Nisa kerepotan oleh putra nya..
Yoga tertawa menggelengkan kepala nya, putra nya itu sangat lucu.. mata nya masih berlinang, namun bibir nya tersenyum melihat botol susu yang Yoga berikan..
"hmmmm, hausss ya beres nangis"
Razky bahkan tidak mau di gendong ala ala bayi. ia meminum susu sambil duduk menghadap ke depan melihat hewan hewan yang mereka lalui,
"Nisa Razky tidur" ucap Yoga
Nisa memeriksa nya,
"pantes aja ngadat.. " Nisa tertawa.
ia mengusap kening putra nya yang tampak lembab oleh keringat,..
"kamu pasti kerepotan selama ini menjaga nya Nisa"
"ya memang, kadang sangat lelah,
kamu tau Yoga, aneh nya jadi seorang ibu itu, ketika anak aktif bermain.. ibu mengajak nya pergi tidur.. tapi setelah anak nya tidur. ibu merasa tidak tenang juga.. pekerjaan apa pun yang sedang di lakukan akan ia tunda untuk sekedar mengecek putra nya"
Nisa sangat seru mengatakan itu, Yoga tersenyum sangat senang melihat nya..
"aku ingin melihat senyum yang seperti itu selalu di bibir mu Nisa" ucap yoga dalam hati nya..
"kenapa kamu ga pakai pengasuh? "
"aku ga ada kerjaan Yoga, buat apa pakai pengasuh aku bisa melakukan nya sendiri..
Yoga... " Nisa mmanggil nya
"apa?? "
"uang yang papah dan kamu kirimkan setiap bulan aku masih menyimpan nya, bahkan mainan pun sampai se lemari yang belum di buka"..
" kenapa ga di pakai uang nya.. aku ngerti Razky banyak kebutuhan.. "
"saat itu kan mas Adnan ngasih uang ke aku dan aku rasa itu cukup untuk kami jadi aku putuskan untuk tabung uang yang papah sama kamu kasih"
mereka beristirahat, karna Razky tidur Nisa dan Yoga juga merasa lapar. mereka memesan makanan... ?
"Yoga... "
Yoga menatap Nisa,
"jam berapa besok akan pergi?“