Unconditional Love

Unconditional Love
Unconditional Love 78



Nadira dengan anggunnya berdiri di sisi Naufal. Ia memeluk lembaran-lembaran kertas yang berisi data-data penting untuk disampaikan kepada seluruh jajaran anggota osis di hadapannya. Gadis itu tampak percaya diri, dan itu terlihat dari senyum yang tersungging di bibirnya.


"Selamat sore, semuanya." Naufal membuka suara. Menyapa rekan-rekannya dengan tingkat kepercayaan diri yang tak kalah dari Nadira. "Kali ini, kita akan membahas perkembangan progres rancangan program kerja yang kita bahas pada pertemuan lalu. Maka dari itu, langsung saja kepada rekan Nadira, saya silakan."


"Selamat sore rekan-rekan semuanya. Saya mohon izin untuk menyampaikan perkembangan progres program kerja yang telah kita bahas bersama pada pertemuan sebelumnya yaitu kegiatan pameran. Saya selaku pengusul, sekaligus sekretaris umum yang mengurus segala pemberkasan, ingin mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya sebab ada beberapa tahapan yang kami lalui tanpa memberitahu para jajaran anggota yang lainnya." Dengan lugas Nadira menyampaikan permohonan maafnya. Ia mengkhawatirkan adanya kesalahpahaman apabila dia tak menjelaskan duduk perkaranya.


Belum selesai Nadira dengan penyampaiannya, terdengar tawa keras Kesya mengudara di ruangan. "Hanya karena usulanmu didengar, dipilih, dan sekarang sedang direncakan, bukan berarti dirimu dapat menyelesaikan segala prosesnya hanya berdua dengan Ketua! Kami di sini, mampu untuk memberikan jalan keluar apabila ditemukan permasalahan, jadi tindakanmu yang sengaja tidak melibatkan kami jelas-jelas perbuatan yang lancang, rekan Nadira."


"Lantas bagaimana dengan perbuatan Anda sekarang? Bukankah etika dalam rapat telah disampaikan sesaat sebelum kita disahkan sebagai jajaran anggota osis? Lalu, apakah seperti ini cara Anda mengimplementasikannya?" Nadira membuka suara. Ia terlihat berani melawan Kesya yang berniat memprovokasi jajaran anggota lainnya agar membencinya. "Yang Anda lakukan jugalah perbuatan yang lancang, dan tampaknya Anda sama sekali tak memiliki niat untuk meminta maaf."


"Kembali pada topik utama, dan sekali lagi saya mohon maaf atas perdebatan singkat yang terjadi barusan. Jadi, kemarin kami mendapatkan permasalahan pada aspek pendanaan. Namun, hal tersebut telah mendapatkan solusi yakni dengan menjalin mitra bersama beberapa produsen yang bersedia mensponsori kegiatan pameran kita. Kemudian, kabar baiknya event yang akan kita selenggarakan mendapatkan sambutan yang menyenangkan dari dua produsen langsung di antaranya yaitu yang pertama dari produsen sneakers lokal dan selanjutnya dari produsen kain batik Putri Sendang." Nadira menjeda presentasinya sejenak, dia mengganti lembaran kertasnya untuk membaca halaman baru. "Lalu, inti dari diadakannya pertemuan rapat pada sore hari ini adalah untuk memusyawarahkan mengenai prosedur tata pelaksanaan kegiatan, penyusunan kepanitiaan, pengiriman undangan kepada pihak-pihak yang terlibat, pembentukan tim promosi, persiapan perlengkapan, pelaksanaan, pengumuman hasil pendapatan, penyaluran dana, kemudian yang terakhir evaluasi."


"Untuk mengefisiensi waktu, kami juga telah menyiapkan juknis dari setiap poin-poin yang disampaikan oleh rekan Nadira, untuk rekan-rekan sekalian pahami serta mulai dipersiapkan." Naufal langsung menunjukkan berkas print out yang telah dijilid dengan jumlah yang sama dengan anggotanya. "Di dalam berkas print out ini telah terdapat susunan kepanitiaan beserta ketua koordinator yang akan bertugas berkoordinasi langsung dengan saya mengenai segala keperluan pra-kegiatan, saat kegiatan, sampai pasca kegiatan. Segala poin-poin yang disampaikan secara singkat sebelumnya, telah dirinci dengan lebih mendetail di dalam berkas ini, dan rekan-rekan sekalian hanya perlu berembug dengan tim masing-masing mengenai penugasannya. Jika ada kendala atau permasalahan, silakan langsung hubungi saya, rekan Arif, atau rekan Nadira, selaku panitia inti pada kegiatan yang akan berlangsung ini."


"Mohon izin menambahkan, Ketua. Perhatiannya untuk sie pemasaran yang kurang lebih berjumlah enam orang. Terdapat penambahan penugasan dari kami yang sebelumnya tertulis di juknis ialah bertugas untuk menyiapkan strategi promosi terhadap mitra, kini sie pemasaran juga diharapkan dapat menyiapkan kandidat dari luar anggota osis, yang berarti sasarannya adalah siswa dan siswi berpotensi di sekolah kita, untuk bergabung menjadi tim promosi dengan ketentuan adalah memiliki skill publik speaking yang baik." Nadira langsung mencatat apa yang baru saja ia sampaikan di atas lembaran notebook yang tengah dibawanya. "Tolong jangan lupa koordinator untuk terus berkoordinasi dengan kami mengenai kemajuan dari pencarian kandidat. Kami memberikan tenggat waktu sampai dengan hari lusa, berarti esok dapat segera dimulai."