Unconditional Love

Unconditional Love
Unconditional Love 119



"Ra, ayo pulang bersamaku!" Naufal tiba-tiba saja datang menghampiri Nadira. Ia menghentikan motornya tepat di sisi motor Wildan. "Wildan? Untuk apa dirimu berada di sini?" imbuhnya bertanya sesaat setelah menyadari keberadaan bendaharanya di sana.


"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, Naufal. Ada perlu apa dirimu meminta Nadira pergi bersamamu? Bahkan dirimu belum membuat janji dengannya," jawab Wildan.


Naufal sontak menatap Nadira keheranan. "Sejak kapan aku harus membuat janji untuk pergi bersamamu, Ra? Kita sering menghabiskan waktu bersama-sama pada akhir-akhir ini."


"Kurasa mulai saat ini dirimu perlu untuk melakukan itu, Naufal. Maksudku, kita harus membuat janji sebelum pergi bersama, karena aku akan sangat sibuk mulai hari ini dan juga kedepannya." Tanpa berniat menyakiti perasaan Naufal, Nadira mengutarakan kalimat itu sebagai jawabannya. "Seperti saat ini, aku dan Wildan akan pergi bersama untuk membeli barang-barang perlengkapan yang akan digunakan pada kegiatan esok."


Naufal menyunggingkan senyum simpul sebagai upayanya menutupi nyeri pada batin. Lelaki itu merasa tidak rela apabila Nadira-nya pergi dengan Wildan, sedangkan biasanya sepulang sekolah seperti ini gadis tersebut menjadi miliknya, bersamanya, dan berada di dekatnya. Ia tidak mengerti mengapa menyaksikan Nadira tanpanya, atau bahkan kini justru memberi jarak, membuat perasaannya berantakan, tetapi tidak dapat dijelaskan.


"Aku pergi dulu, dan sampai jumpa esok," pamit Nadira setelah membonceng pada Wildan dan tak lama setelahnya lelaki yang duduk di depannya itu melajukan motornya.


Menyisakan Naufal yang masih bergeming di tempatnya. Ia tampak betah menyaksikan punggung Nadira perlahan menjauh hingga akhirnya lenyap dari pandangan. Setelah kebersamaan yang begitu erat antara dirinya, adiknya, dan gadis itu, sekalipun ia tak pernah membayangkan hari ini akan ada. Hari, di mana Nadira memutuskan untuk membatasi kedekatan mereka, dan buruknya masih mengulur waktu untuk memperbaiki hubungan sederhana yang telah ada.


"Nadira! Apakah dirimu ada hubungan khusus dengan Ketua?!" Wildan bertanya sembari mengeraskan suaranya agar gadis di belakang tubuhnya itu dapat mendengarnya. "Aku lihat-lihat tadi, Ketua seperti sudah biasa berdekatan denganmu, atau mungkin sudah banyak menghabiskan waktu bersamamu. Sebenarnya, jarang-jarang saja Naufal bersikap sehangat itu dengan perempuan asing. Jadi, melihatmu dengannya seperti tadi, sedikit membuatku menaruh curiga kepada kalian."


Nadira enggan menjawab pertanyaan Wildan yang terlalu mengorek privasinya itu. Selain karena tidak mengerti harus menjawab bagaimana, Nadira pun menilai rekan organisasinya tersebut tidak berhak atas informasi yang amat pribadi itu.


Merasakan tidak ada respons apa pun dari Nadira, Wildan lantas kembali membuka suara, "maaf karena sudah terlalu lancang. Aku hanya ingin berpesan, bahwa dirimu akan benar-benar berurusan dengan Kesya apabila kenyataannya ada hubungan tertentu di antara dirimu dan Ketua."


Nadira cukup menggarisbawahi pesan Wildan yang satu itu. Sebetulnya, meski tanpa diingatkan sekalipun, ia mengerti bahwa akan ada ancaman yang membayangi hidupnya apabila sampai berani berurusan dengan Kesya. Namun, ia sudah tidak dapat memaklumi perasaan geramnya terhadap gadis kaya itu, sehingga apa pun risikonya, ia akan tetap memberikan pembalasan yang impas.


"Ayo, Ra. Kita sudah sampai." Wildan sontak membuyarkan lamunan Nadira yang melalang buana entah ke mana, dan meminta gadis itu agar turun dari motornya.


Setelah sampai pada tujuan mereka, yakni toko peralatan tulis, Nadira lekas mengambil buku catatan kecil di tasnya untuk mengetahui berapa jumlah barang yang perlu dibeli. "Kita memerlukan dua puluh lembar kertas folio, dan wadah name tag sekaligus kalungnya masing-masing tiga puluh delapan. Jadi, aku akan pergi ke arah sana untuk mengambil perlengkapan name tag," ucapnya sembari menunjuk ke arah kanan. "Dan dirimu urus kertasnya di sana." Kemudian menunjuk ke arah kiri dengan maksud agar Wildan pergi ke sana.