The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 98 — Pergi ke Sekte Lembah Darah Biru



Jarak antara Hutan Mofa dan Sekte Lembah Darah Biru tidak jauh, malah cukup dekat. Waku yang dibutuhkan untuk pergi ke Sekte Lembah Darah Biru adalah empat belas hari dengan alat transportasi sihir, tetapi Lian Haocun tidak berniat membuang-buang waktu dan langsung mengeluarkan dua jimat teleportasi.


Lian Huanran, “...” Kakak sangat tidak sabaran.


Lalu mereka berdua langsung berteleportasi ke pintu masuk Sekte Lembah Darah Biru. Saat itu masih siang, sehingga Lian Huanran bisa dengan jelas melihat tangga batu yang menuju ke atas. Dari kedua sisi tangga, terdapat tembok batu yang cukup tinggi, sehingga baik Lian Haocun mau pun Lian Huanran tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalam, tetapi mereka masih bisa mendengar kericuhan yang harmonis dari Sekte Lembah Darah Biru.


Lian Haocun mencium aroma di sekitar Sekte Lembah Darah Biru, itu adalah aroma campuran dari berbagai tumbuhan obat-obatan, yang memberikan kesan unik dan tidak biasa. Salah satu dari dua penjaga pintu masuk memperhatikan mereka dan segera menghampiri mereka. Lalu penjaga itu bertanya dengan nada yang tidak terlalu lembut, “Apa tujuan kalian kemari?”


Lian Huanran yang sudah selesai mengobservasi sekeliling menjawab, “Kami ingin mencari Senior Tang.”


Penjaga itu bertanya, “Senior Tang? Tang Yelu? Salah satu anggota sekte yang selamat dari Sekte Langit Biru yang menghilang dalam semalam?”


Mendengar kata ‘Sekte Langit Biru yang menghilang dalam semalam', hati Lian Huanran berdenyut sakit. Melihat tidak ada jawaban dari Lian Huanran, penjaga berniat untuk mengulangi perkataannya lagi, tetapi tanpa diduga Lian Haocun menggantikan Lian Huanran menjawab, “Iya.”


Penjaga mengangguk mengerti dan bertanya, “Siapa kalian berdua?”


Lian Haocun menjawab dengan nada dingin, “Lian Haocun dan Lian Huanran.”


Penjaga agak terkejut, pasalnya ia memang mengetahui siapa itu Lian Haocun dan Lian Huanran.


‘Bukankah mereka menghilang delapan tahun yang lalu?’ Batin penjaga yang merasa agak bingung.


Lalu penjaga mulai mencermati penampilan fisik Lian Haocun dan Lian Huanran yang terlihat sangat mirip dengan yang dirumorkan.


Dalam sekejap, tatapan penjaga menjadi sedikit lebih hormat, penjaga pun berkata, “Maafkan ketidaksopanan saya, mari saya antarkan menuju Tang Yelu.”


Lalu mereka bertiga menaiki tangga menuju ke dalam Sekte Lembah Darah Biru. Lian Haocun melihat pemandangan harmonis yang familier dengan orang-orang yang terlihat sangat asing. Ada beberapa anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran, ada juga sekelompok remaja yang sedang berdiskusi sambil berlatih meracik racun. Kegiatan yang mereka lakukan terlihat sangat menyenangkan dan harmonis.


Penjaga yang melihat ke mana mata Lian Haocun dan Lian Huanran tertuju pun, mulai menjelaskan berbagai hal yang umum terjadi di Sekte Lembah Darah Biru dan penjelasan singkat tempat-tempat yang mereka lewati.


Tentu penampilan Lian Haocun dan Lian Huanran menarik banyak perhatian, tidak sedikit gadis-gadis yang menghampiri mereka dan berniat menggoda mereka, tetapi langsung diusir oleh penjaga.


Setelah perjalanan yang berlangsung cukup lama, Lian Haocun dan Lian Huanran akhirnya sampai ke paviliun Wu Shilin, karena Wu Shilin tinggal bersama dengan Tang Yelu. Perasaan sedih, rindu dan iri Lian Huanran digantikan oleh perasaan tidak sabar untuk bertemu teman-temannya. Penjaga yang mengantarkan mereka pun undur diri dan kembali bertugas di pintu masuk Sekte Lembah Darah Biru.


Mereka berdua melangkah masuk ke halaman paviliun Wu Shilin, terdapat rerumputan hijau diselingi beberapa bunga dan tanaman obat. Lian Huanran berniat mengetok pintu Wu Shilin, tetapi suara dari halaman belakang membuat Lian Huanran mengurungkan niatnya. Lian Huanran menduga bahwa Wu Shilin dan Tang Yelu tidak berada di dalam paviliun dan berada di halaman belakang.


Lalu Lian Huanran berlari sangat cepat menuju halaman belakang paviliun Wu Shilin. Lian Haocun yang melihat Lian Huanran berlari ke halaman belakang, mengikutinya tanpa ragu-ragu, tetapi ia hanya berjalan santai. Sapaan sudah hampir keluar dari mulut Lian Huanran, sebelum tertelan kembali ke tenggorokan. Lian Huanran menyaksikan pemandangan yang membuat matanya membelalak karena terkejut dan kaget, seluruh tubuh Lian Huanran pun gemetaran.


Tentu, waktu delapan tahun membuat Tang Yelu banyak bertumbuh. Tang Yelu menjadi lebih tinggi dan penampilannya mungkin berubah banyak. Begitu juga dengan Wu Shilin, rambutnya yang berwarna perak tergerai bebas di belakang punggungnya, matanya yang berwarna emas terlihat sangat tajam dan memberikan kesan menakutkan. Namun bukan itu yang mengejutkan Lian Huanran.


Ia melihat pedang tajam yang menancap tepat di dekat jantung Tang Yelu dan Wu Shilin dengan senyum ‘menawan’ di wajahnya-lah yang menancapkan pedang tersebut ke Tang Yelu. Genangan darah mulai terbentuk di bawah kaki Tang Yelu.


Wu Shilin berkata dengan nada menyambut tamu yang ramah, “Kalian benar-benar datang di saat yang tepat... Tidak..., lebih tepatnya aku sudah menunggu kalian.”


Penampilan Wu Shilin yang sudah lebih dewasa terlihat agak mirip dengan pria berambut perak di Konferensi Daffodil yang sudah membunuh beberapa peserta Konferensi Daffodil. Lian Haocun yang baru saja tiba, disambut oleh kata-kata dari Wu Shilin. Melihat Tang Yelu yang memuntahkan darah dan Wu Shilin dengan tangannya masih memegang pedang yang menancap di dada Tang Yelu, mata Lian Haocun langsung memicing tajam dan ia segera memasuki mode waspada.


Dalam waktu singkat Lian Haocun mengingat siapa pria berambut perak di hadapannya, itu merupakan Wu Shilin dan juga merupakan pria berambut perak yang bertarung dengan Chao Bence di Konferensi Daffodil. Dulu, Lian Haocun tidak terlalu mencermati fitur-fitur wajah Wu Shilin, jadi ia tidak mengetahui bahwa fitur-fitur wajah Wu Shilin mau pun pria berambut perak di Konferensi Daffodil itu terlihat sangat mirip.


'Pria berambut perak itu memiliki tingkat Demigod Stage dan elemen kegelapan. Sedangkan Wu Shilin memiliki elemen kayu. Berarti pria ini memiliki konstitusi tubuh yang cocok 100% dengan elemen kayu atau sebaliknya dengan elemen kegelapan.' Batin Lian Haocun menganalisa pria berambut perak di hadapannya.


Mata Tang Yelu berkunang-kunang, tetapi ia masih dapat dengan jelas mengenali kedua orang yang baru saja datang tersebut. Dengan suara samar nan lemah yang Tang Yelu sendiri tidak tau apakah itu bisa terdengar sampai ke Lian Haocun dan Lian Huanran, Tang Yelu berkata, “Ternyata... itu kalian.... Syukurlah.... Kalian... Baik-baik... Saja... Larilah....”


Sebelum Lian Huanran dapat melihat apa yang terjadi dengan Tang Yelu. Pemandangan di matanya menjadi gelap, kedua tangan Lian Haocun yang menutupi mata Lian Huanran. Lian Huanran memang tidak bisa melihat, tetapi otaknya sudah menduga apa yang terjadi dengan Tang Yelu. Dalam sekejap Lian Huanran merasa hatinya dipenuhi emosi yang tidak terlukiskan, tetapi tanpa diduga ia tidak menangis sama sekali.


Bagaimanapun Lian Huanran datang untuk berjumpa kembali dengan Seniornya, Tang Yelu, namun ia malah disambut oleh kematian seniornya di depan matanya sendiri.


Lian Haocun memprediksikan apa yang dirasakan Lian Huanran saat ini dan merasakan dirinya dipenuhi amarah dan kekhawatiran kepada seseorang. Melampiaskan kemarahannya, Lian Haocun berkata dengan nada yang sangat dingin, bahkan melebihi dinginnya es, “Kenapa kau melakukan ini!? Wu Shilin!” Terdengar penekanan di setiap kata-katanya, kemarahan juga bisa dirasakan dari perkataan Lian Haocun.