
Lian Haocun memperkirakan bahwa pikiran Lian Huanran sekarang pasti sedang kalut dan dipenuhi emosi. Pasalnya ekspresi wajah Lian Huanran menjadi agak suram.
Ini hanya satu hari setelah Shen Wenhuan menghilang. Jadi wajar jika Lian Huanran masih belum bisa sepenuhnya menerimanya. Tetapi sayangnya Lian Haocun yang sudah melalui satu kehidupan yang tragis merupakan seseorang yang akan selalu rasional dan berkepala dingin di setiap situasi.
Meski emosi-emosi yang tidak dikenali Lian Haocun merasukinya, Lian Haocun masih mampu mengendalikan dan mengurung emosi-emosi tersebut. Sehingga ia bisa membuat keputusan terbaik menurutnya dalam waktu yang sangat singkat. Tetapi karena pola pikirnya, Lian Haocun juga tidak bisa memahami sepenuhnya kesedihan dan perasaan emosional adik kembarnya, Lian Huanran.
Lian Haocun menjelaskan, “Alasan kenapa Kakak harus menjadi lebih kuat adalah supaya Kakak bisa mencari Guru,”
‘Dan untuk melindungimu... Meski hanya dari belakang layar.’ Lanjut Lian Haocun di dalam pikirannya.
“Walaupun terjadi perang antara ras manusia dan ras iblis, dengan tingkat kultivasi dan kemampuan Kakak sekarang, Kakak hanya akan menjadi beban. Begitu juga denganmu... Dan kita tidak dapat terus mengandalkan Chao Bence untuk melindungi kita. Apa Huanran mengerti?”
Kalimat terakhir Lian Haocun mengandung ketidakberdayaan dan kelembutan yang kaku. Lian Huanran merasa sangat terkejut mendengar penjelasan Lian Haocun.
Bagaimanapun dia tidak pernah berpikir sejauh itu, ditambah lagi ia hanyalah anak kecil berusia sepuluh tahun yang belum mengenal jelas kekejaman dunia.
Hingga ia bahkan tidak bisa membuat keputusan yang terbaik mau pun berpikir dampak sebesar apa yang akan diberikan ras iblis. Apalagi kejadian yang menimpanya baru-baru ini membuatnya sangat terpukul dan kehilangan rasionalitas berpikirnya.
Dengan susah payah Lian Huanran mengangguk. Lian Haocun yang melihat reaksi Lian Huanran, menghela nafas lega di dalam hatinya. Lian Haocun bertanya,
“Jadi..., Apa kau ingin ikut dengan Kakak?”
Lian Huanran berpikir selama beberapa menit yang terasa bertahun-tahun bagi Lian Haocun. Suasananya dipenuhi ketegangan yang bisa pecah kapan saja.
Lian Huanran mengepalkan tangannya erat dan matanya sebelumnya suram, kini dipenuhi tekad.
Lian Huanran menjawab, “Aku akan ikut bersama Kakak. Maaf, tadi... Huanran berpikir buruk mengenai Kakak.”
‘Aku pasti akan membawa kembali Guru!’ Batin Lian Huanran yang menemukan tujuan baru.
Lian Haocun merasa beban berat di pundaknya terlepas. Sementara Chao Bence yang sedari tadi berdiri di pintu masuk, melangkah masuk dan memecahkan suasana yang sudah membaik,
“Kau tau, bocah kecil... Tadi kupikir kau benar-benar akan menolak tawaran Kakakmu dan tetap tinggal di Sekte yang tidak berguna ini.”
Lian Huanran segera menyangkal, “Sekte ini bukan sekte yang tidak berguna!”
'Fokusmu benar-benar salah..., bocah kecil.’ Pikir Chao Bence yang sedang dalam suasana hati baik.
Bagaimanapun kalau ia harus bepergian berdua bersama Lian Haocun, mungkin dia hanya akan menjadi patung yang hanya bisa diam dalam suasana sedingin es. Jadi Chao Bence merasa lega mendengar keputusan Lian Huanran. Hingga dia merasa lebih bersemangat.
Suasana hati Lian Huanran meningkat perlahan-lahan karena perdebatan dengan Chao Bence. Dengan perdebatan itu, Lian Huanran bisa mengeluarkan stress yang di simpannya di dalam pikirannya. Sehingga hatinya menjadi lebih lega dan pikirannya menjadi lebih jernih dari sebelumnya.
Lian Haocun menunggu hingga kedua orang yang berdebat cukup sengit, berhenti berdebat. Seakan-akan Lian Huanran baru menyadari keberadaan Kakaknya yang ia abaikan, Lian Huanran berkata,
Lian Haocun menjawab dengan nada khasnya, “Tidak... Kita harus membicarakan rencana perjalanan kita.”
Lian Huanran yang sudah menenangkan dirinya dari perdebatan dengan Chao Bence, duduk diam di tempat sambil memasang sikap mendengarkan. Sementara Chao Bence tetap berdiri di dekat Lian Huanran dengan kedua lengan terlipat di depan dada. Begitu juga dengan Bai dan Cheng yang duduk manis di meja tanpa bersuara.
Lian Haocun berkata, “Akan lebih baik tempat untuk pelatihan tertutup berada di tempat yang padat dengan Qi Spiritual dan memiliki bahaya yang mengancam. Chao Bence, apa kau mengetahui tempat di Benua Afer yang bercirikan seperti itu?”
Chao Bence menjawab dengan aura kesombongan menguar darinya, “Tentu, aku tau. Aku sudah menjelajahi hampir semua tempat di Benua Afer.”
Lalu Chao Bence melanjutkan perkataannya, “Tempat itu bernama Beredo. Tempat ini terletak di dalam sebuah pegunungan. Kualitas dan kuantitas Qi Spiritual di sana sangat bagus. Tentu, tempat ini juga sangat cocok untuk berlatih dan mencari pengalaman bertarung.
Dan yang lebih baik lagi, tempat ini tidak bertuan. Hanya saja tempat ini sangat sedikit orang yang tau, ya walaupun menurutku itu tidak terlalu buruk. Untuk lebih jelasnya akan kujelaskan nanti. Kalian hanya perlu mengetahui bahwa ini tempat yang sempurna untuk pelatihan tertutup.”
Dalam waktu bersamaan, Lian Haocun dan Lian Huanran menganggukkan kepalanya.
Lian Haocun berterima kasih kepada Chao Bence dan meminta Lian Huanran untuk membereskan seluruh barang yang perlu ia bawa. Chao Bence tetap di kamar Lian Huanran sambil berceloteh mengenai banyak hal. Sedangkan Bai dan Cheng yang tidak tau harus melakukan apa hanya bisa mengekor Lian Huanran yang sedang membereskan barang-barangnya.
Ketika Lian Huanran sedang membereskan barang-barangnya, Lian Haocun mengelilingi Sekte Langit Biru sebelum pergi. Bernostalgia sambil mengingat beberapa kenangan.
Sekte Langit Biru menyimpan banyak kenangan bagi kedua saudara kembar Lian, terutama Lian Huanran. Bagaimanapun sejak lahir, mereka sudah tinggal di Sekte Langit Biru.
Setelah Lian Huanran selesai membereskan barang-barangnya dan menyimpannya di cincin penyimpanan. Lian Haocun, Lian Huanran, Chao Bence yang dalam bentuk ular kecil seperti biasanya diikuti oleh Bai dan Cheng kecil menuju ke aula Sekte Langit Biru. Dengan niat untuk menemui Pemimpin Sekte, Bao Fen dan mengecek tingkat mana Lian Haocun dan Lian Huanran.
Kedua penjaga yang berjaga, mengenali mereka dan membiarkan mereka masuk. Meski di pikiran kedua penjaga, terdapat berbagai pertanyaan, tetapi mereka berhasil mempertahankan wajah tanpa ekspresi dan tidak bertanya apa-pun.
Lian Haocun dan Lian Huanran yang diikuti Bai dan Cheng, membungkuk lalu meletakkan tangannya di atas tinjunya untuk memberi hormat. Sambil berkata, “Murid Lian Haocun/Lian Huanran memberi hormat kepada Pemimpin Sekte.”
Bao Fen melihat tamunya dan menghela nafas sedih dan berat di dalam hati.
“Sekte Langit Biru akan kehilangan dua murid paling berbakat mereka..., sangat menyedihkan.” Kata Bao Fen, berusaha menarik simpati dan membuat kedua orang tersebut membatalkan keputusan mereka. Meski Bao Fen tidak benar-benar serius ingin melakukannya.
Lian Huanran menunduk dan merasa hatinya dipenuhi emosi rumit dan rasa bersalah. Jadi ia tidak berani menatap Bao Fen. Bao Fen menyadari tingkah laku Lian Huanran dan menghela nafas sebelum berkata,
“Huanran... Kalau kau sudah memutuskan sesuatu seharusnya kau tidak semudah itu goyah. Lalu setidaknya sebelum kalian keluar dari Sekte Langit Biru, hadaplah aku dengan berani dan tanpa rasa bersalah... Guru kalian pasti menginginkan hal yang sama juga.”
Lian Huanran tertegun dengan perkataan Bao Fen. Sehingga Lian Huanran merasa ingin menangis. Mendengarkan perkataan Bao Fen, Lian Huanran mengangkat kepalanya kembali.
Bao Fen tersenyum tipis meskipun ia merasa sedih, kehilangan dan perasaan sangat disayangkan di hatinya.
Bao Fen mengetahui bahwa ia tidak pantas untuk mencampuri keputusan mereka. Jadi setidaknya Bao Fen ingin menciptakan kesan baik sebelum mereka berdua pergi.
“Jadi, apa ada yang kalian inginkan?” Tanya Bao Fen dari tempat duduk singgasananya.