
Lian Huanran yang terbebas dari gelembung air panas, langsung terjatuh lemas ke tanah. Long Yuan segera mendekati Lian Huanran yang seluruh tubuhnya berwarna merah karena melepuh dan dengan tergesa-gesa, Long Yuan mencari pil obat ajaib yang pernah Lian Huanran berikan kepadanya saat di perjalanan menuju Desa Thano.
Sementara Lian Haocun dengan rambut hitam panjangnya, terus menerus menyerang siren dengan ganas! Siren bertahan dan membentuk pelindung dari elemen airnya, namun sayangnya pelindung tersebut dengan mudah dipecahkan oleh pedang hitam Lian Haocun, Jianheng, yang diselimuti oleh elemen api Lian Haocun.
Tubuh siren yang sudah tidak dapat menahan serangan dari Lian Haocun, terjatuh lemas dari udara dan tergeletak di tanah. Lian Haocun pun berhenti menyerang dan menatap kosong pada siren tersebut. Seluruh tubuh Lian Haocun yang penuh energi sebelumnya, terasa sangat lemas. Mata Lian Haocun pun mulai berkunang-kunang, tapi tubuhnya tetap tegap, seakan-akan ia masih bisa menopang puluhan gunung.
Long Yuan yang sudah memberikan pil obat ajaib kepada Lian Huanran, mengalihkan perhatiannya kepada Lian Haocun yang memiliki penampilan yang sangat berbeda dari sebelumnya. Rambutnya yang berwarna pirang, berubah menjadi berwarna hitam dan mata birunya yang biasanya menampakkan emosi dingin, menjadi berwarna merah darah.
Dengan sedikit usaha, Lian Huanran mengonsumsi pil obat ajaib yang diberikan Long Yuan kepadanya. Perlahan-lahan kulitnya yang berwarna kemerahan berubah kembali menjadi lebih normal, namun Lian Huanran masih bisa merasakan dengan jelas rasa direndam ke air panas dari ingatannya, Lian Huanran merasa ia tidak akan bisa melupakan sensasi yang sangat tidak menyenangkan tersebut sepanjang hidupnya.
Tapi Lian Huanran mengesampingkan hal buruk yang baru saja terjadi, dan bertanya dengan cemas, “Yuan, apa yang terjadi kepada Kakak?”
Long Yuan mengalihkan tatapannya dari Lian Haocun kepada Lian Huanran, lalu menggelengkan kepalanya tidak tau. Kemudian Long Yuan mengulurkan tangannya untuk membantu Lian Huanran untuk berdiri. Lian Huanran meraih uluran tangan Long Yuan dan dengan tergopoh-gopoh, Lian Huanran bergegas ke arah Kakaknya.
Lian Haocun merasa kesadarannya mengambang di sebuah tempat yang sangat gelap. Tempat itu bukan hanya gelap, tetapi sangat tenang dan sunyi, namun ketenangan itu bukanlah ketenangan yang disukai Lian Haocun, itu adalah suasana tenang yang mencekik. Lalu tidak lama kemudian, Lian Haocun mendengar suara teriakan, yang entah mengapa terdengar begitu jauh. Akan tetapi, Lian Haocun bisa merasakan emosi kecemasan dan kekhawatiran dari suara tersebut.
‘Ternyata masih ada...’ Pikir Lian Haocun sebelum menutup matanya dengan tenang.
Lalu Lian Haocun dengan warna rambut hitam yang perlahan-lahan berubah kembali menjadi pirang, terjatuh tergeletak di tanah dengan mata tertutup. Wajah Lian Haocun terlihat sangat pucat dan terkesan sangat tenang. Lian Huanran berteriak dengan khawatir, “Kakak! Kakak!” sambil menggoyangkan tubuh Lian Haocun dengan panik.
Sementara Long Yuan mengeluarkan suatu botol kaca dengan penutup dari kayu yang berwarna kecokelatan. Lalu Long Yuan mengucapkan mantra dalam bahasa yang Lian Huanran tidak mengerti dan siren yang sebelumnya tergelatak di tanah, terserap ke dalam botol kaca yang transparan tersebut.
‘Huh, tidak kusangka benda-benda aneh yang disiapkan kakek benar-benar akan kugunakan saat ini.’ Batin Long Yuan.
Kemudian perhatian Long Yuan mulai beralih ke Lian Huanran yang sedang menggoyang-goyangkan tubuh Kakaknya dengan panik.
Long Yuan berkata dengan nada lembut, “Huanran, tenanglah... Lebih baik sekarang kita mencari cara untuk-,”
Sebelum Long Yuan dapat menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara ledakan yang sangat kuat dari bawah tempat mereka berpijak.
Lian Huanran bertanya dengan agak panik, “Apa yang terjadi?”
Tiba-tiba seorang laki-laki dengan tinggi hampir dua ratus meter, muncul di hadapan mereka. Chao Bence berkata, “Haah... Akhirnya berhasil. Sangat susah untuk meledakkan lantai batu sialan itu dari bawah! Oh, di mana siren-nya?”
Long Yuan, “...”
Lalu Chao Bence mengobservasi sekelilingnya dan menemukan Lian Haocun yang tergelatak di tanah. Chao Bence bertanya dengan nada heran, “Kenapa master tergeletak di tanah? Kau juga, bocah kecil, kenapa kulitmu sangat merah, seperti habis direbus saja...”
Lian Huanran, “...”
Long Yuan menyela dengan ‘Ehem’ dan menjelaskan apa yang terjadi kepada Chao Bence, sementara Lian Huanran yang sudah cukup tenang karena perkataan dari Chao Bence, mulai mengecek tubuh Lian Haocun.
‘Segalanya normal, tidak ada luka juga..., kenapa Kakak tidak sadarkan diri? Apa karena perubahan tiba-tiba tadi...? Sebenarnya apa perubahan tiba-tiba itu...?’ Batin Lian Huanran cemas. Meski Lian Huanran diperangkap dalam gelembung air panas, ia tetap mengetahui apa yang terjadi di luar, walaupun tidak terlalu jelas, bagaimanapun Lian Huanran juga perlu menahan rasa sakit akibat kulitnya yang melepuh.
Long Yuan bertanya, “Di mana Jenderal Shui?”
Chao Bence menjawwb dengan suasana hati yang rumit, “Katanya ia mau mengelilingi Reruntuhan Gorgona dulu. Paling dia akan tiba sebentar lagi.”
Long Yuan mengangguk, lalu dengan nada agak ragu-ragu, Long Yuan mengajukan pertanyaan, “Jadi..., sebenarnya apa yang terjadi dengan Kakak Huanran? Apa ini ada hubungannya dengan ras kuno juga?”
Chao Bence menggelengkan kepalanya dan berkata sambil menatap tanah, “Tidak tau... Meski aku mengetahui mengenai ras kuno, aku juga sebenarnya tidak mengetahui banyak detail mengenai mereka. Ditambah waktu sudah berlalu sangat lama... Tapi yang pasti, apa yang dialami master bukan sesuatu yang biasa.”
Setelah Chao Bence mengatakan itu, tiba-tiba suara pintu berderit terdengar. Pintu yang sebelumnya tertutup dengan sendirinya, terbuka! Shui Zuo yang membuka pintu tersebut, bertanya, “Apa kalian semua baik-baik saja?”
Long Yuan menjawab dengan menaikkan volume suaranya, “Iya!! Kecuali Kakak Huanran!”
Shui Zuo melangkah mendekati Long Yuan dan bertanya, “Lian Haocun? Ada apa dengannya?”
Kali ini Chao Bence yang menjawab, “Tidak bisa dijelaskan... Apa kau menemukan sesuatu?”
Shui Zuo mengangguk dan berkata, “Aku menemukan pintu lain tidak jauh dari sini.”
Lian Huanran yang sedari tadi hanya mendengarkan, dengan dipenuhi perasaan cemas kepada Kakaknya sepanjang waktu, bertanya, “Pintu lagi? Apa ada siren lainnya?”
Shui Zuo menggelengkan kepalanya tidak tau. Chao Bence berkata, “Ayo cek ke sana. Siapa tau ada sesuatu yang berharga...”
Lian Huanran menyatakan penolakan, “Tidak! Kakak sekarang tidak diketahui kondisinya bagaimana... Kita harus segera mencari ahli medis.”
Chao Bence, “Tenanglah. Kakakmu seharusnya baik-baik saja.”
Lian Huanran berdebat di dalam pikirannya sebelum memutuskan mempercayai perkataan Chao Bence. Bagaimanapun Chao Bence adalah binatang ajaib yang mengikat kontrak darah dengan Lian Haocun.
Lian Huanran bertanya, “Bagaimana kita akan membawa Kakak?”
Chao Bence, “Naikkan ke punggungku. Biar aku yang membawanya.”
Lalu Lian Huanran, Long Yuan, Shui Zuo, Bai, Cheng beserta Chao Bence yang menggendong Lian Haocun di punggungnya, berjalan mengikuti Shui Zuo. Shui Zuo yang tidak sempat mengetahui apa yang terjadi, hanya bisa diam sambil mendengarkan percakapan dari belakangnya.
Memang benar, tempat pintu yang ditemukan Shui Zuo tidak terlalu jauh dari tempat sebelumnya.
Long Yuan yang memiliki ingatan yang baik, berkata, “Aku ingat sebelumnya tidak ada pintu ini.”
Shui Zuo mengangguk menyetujui dan mulai membuka pintu yang berwarna kecokelatan tersebut. Tanpa diduga, pintu tersebut sangat mudah untuk dibuka. Lian Huanran segera mengecek apa isi di balik pintu tersebut.
Lian Huanran berseru kaget, “Wah!”