
Lian Huanran, “Ya, seharusnya dia adalah alkemis yang dikatakan oleh Shui Zuo.”
Long Yuan, “Bagaimana penampilannya? Menurutmu kira-kira dia menempati posisi apa di Sekte ini?”
Lian Huanran, “Dia berambut hitam, dan ada kain putih menutupi matanya, yang menurutku sangat unik dan aneh. Lalu dia tampak berusia sangat muda, seharusnya tingkat kultivasinya cukup tinggi.”
Lian Haocun, “Kalau begitu, hubungi Chao Bence melalui ‘transra'. Lalu minta dia membuat laporan mengenai tetua-tetua di Sekte Serigala Giok, dari penampilannya, reputasi, kontribusinya di Sekte Serigala Giok dan lain-lain. Penampilannya harus dideskripsikan dengan mendetail.”
Lian Huanran menatap langit yang sudah mulai gelap, dan menghela nafas panjang untuk Chao Bence di dalam hati. Kemudian sesuai yang diperintahkan oleh Lian Haocun, Lian Huanran menghubungi Chao Bence lewat ‘transra’ dan menyampaikan perintah dari Lian Haocun.
Sementara Chao Bence di sisi lain, “...” Hari sudah mau malam...
Entah mengapa, Lian Huanran mengerti apa yang dirasakan Chao Bence kala mendapatkan tugas tambahan. Pasalnya pasti Chao Bence juga sibuk dalam mengurusi bisnis ‘HaoRan’, apalagi ‘HaoRan’ akan bekerja sama dengan bisnis lain. Tetapi tiba-tiba, ia mendapatkan tugas lain, apalagi sudah hampir waktunya untuk beristirahat.
‘Aku harus mengajarkan Kakak untuk mengerti hati pekerja.’ Batin Lian Huanran.
Kemudian Lian Haocun dan kelompoknya dengan dua orang tambahan, kembali ke asrama mereka dan beristirahat. Tentu, selain Lian Haocun, yang melakukan kegiatan rutinnya, berkultivasi. Keesokan harinya, sekitar jam enam lebih, terdengar ketukan di pintu kamar mereka, ‘Tok, tok, tok.’
Lian Haocun membuka matanya perlahan, dan ruangan yang memiliki pencahayaan samar muncul di bidang penglihatannya. Lian Haocun beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju pintu. Dia membuka pintu dan tampak sesosok laki-laki berdiri di hadapannya. Tampaknya ia adalah seorang penyampai pesan.
Penyampai Pesan, “Silakan mulai bersiap-siap, tiga puluh menit lagi seluruh anggota baru harus berkumpul di lapangan dan melakukan kegiatan fisik rutin.”
Lian Haocun bertanya, “Kegiatan fisik rutin?”
Petugas mengangguk dan menjelaskan, “Anda akan mengetahuinya nanti, silakan kumpul di lapangan tengah kemarin dalam waktu paling lama tiga puluh menit.”
Lian Haocun mengangguk mengerti, lalu menutup pintu tanpa mengatakan apa pun. Yun Shao, dengan penampilan acak-acakan khas orang bangun tidur, bertanya sambil menguap, “Ada apa?”
Lian Haocun menjawab, “Tiga puluh menit lagi, kita harus berkumpul di lapangan tengah.”
Hampir saja Yun Shao berseru, ‘Tiga puluh menit lagi!?’ Tetapi Yun Shao tidak melakukannya dan menggantinya menjadi gumaman, “Sepertinya akan merepotkan... Kalau begitu ku bangunkan Wenwu dulu.”
Kemudian Yun Shao membangunkan Qian Wenwu, sementara Lian Haocun membangunkan Lian Huanran yang tertidur lelap. Ketika terbangun, Lian Huanran mengucek matanya dan bertanya ‘Ada apa?’, dari nadanya saja terdengar jelas kalau Lian Huanran masih sangat mengantuk. Setelah bermalas-malasan di tempat tidur selama tiga menit, Lian Huanran akhirnya dengan enggan bangun dan mulai bersiap-siap. Tentu sebelum bersiap-siap, Lian Huanran membangunkan Long Yuan yang tertidur pulas.
Setelah selesai, lima belas menit sebelum waktu yang ditentukan, mereka pergi ke lapangan tengah. Tentu, Bai dan Cheng mereka tinggalkan di kamar asrama, bagaimanapun mereka tidak mengetahui seberapa lama latihan fisik rutin ini. Lebih baik Bai dan Cheng bermain bersama di asrama sambil menunggu.
Lapangan tengah itu cukup ramai, Lian Huanran memperkirakan ada puluhan anggota baru. Lian Huanran mengamati sekelilingnya dan tanpa sengaja, menemukan Wu Shilin di tengah-tengah kerumunan. Tidak seperti kemarin, Lian Huanran dapat menahan diri untuk tidak langsung mengeluarkan busur panahnya dan menyerang Wu Shilin.
Lian Huanran mencoba memfokuskan dirinya pada hal lain dan mengabaikan Wu Shilin yang tiba-tiba menatap balik dirinya.
Lian Haocun menggelengkan kepalanya tidak tau.
Yun Shao berkata, “Tidak ada gunanya memusingkan itu sekarang.”
Lian Huanran mengangguk. Lima belas menit kemudian, seluruh anggota baru, berbaris dan melakukan latihan fisik selama dua jam penuh! Hampir tidak ada waktu untuk beristirahat sebelum senior mereka memerintahkan mereka untuk melanjutkan. Pelatihan itu ada berbagai macam, mulai dari berlari mengelilingi Sekte Serigala Giok, menimba air bolak-balik, berlari sambil membawa batu seberat gunung dan latihan-latihan berat lainnya.
Tidak sedikit, anggota baru yang tergeletak di tanah karena kelelahan, untungnya Lian Haocun dan Lian Huanran melatih fisik mereka seperti ini setiap harinya selama di Lembah Beredo, jadi latihan ini hanya menguatkan kembali otot-otot mereka. Sementara Yun Shao menyerah setelah melakukan latihan selama satu jam lebih, Long Yuan menyerah kurang dari satu jam, dan Qian Wenwu menyerah kurang dari empat puluh lima menit.
Setelah menyelesaikan latihan, Lian Huanran terengah-engah dan duduk di bangku yang disediakan. Sementara Lian Haocun hanya berdiri sambil menata kembali nafasnya yang sedikit memburu karena latihan fisik.
Tidak sampai situ saja, sampai jam 12 siang, mereka diperintahkan untuk melakukan latihan dasar senjata yang mereka kuasai. Jika pedang, mereka harus mempraktikkan latihan-latihan dasar yang mereka pelajari sampai jam 12 siang, sedangkan jika panah, mereka harus menembakkan anak panah sesuai target yang ditentukan, begitu juga dengan belati, pengguna belati harus mengayunkan belatinya ke arah target.
Ketika latihan selesai pas jam 12, Lian Huanran memasuki kamarnya dan terkapar tidak berdaya. Begitu juga dengan Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu. Qian Wenwu lah yang terlihat paling buruk di antara semua orang di ruangan tersebut.
Ketika membuka matanya, Lian Huanran melihat Kakaknya yang masih bisa berjalan dengan normal dan hanya memiliki sedikit keringat, Kakaknya bahkan tidak terengah-engah seperti semua orang di ruangan itu. Lian Huanran mulai meragukan bahwa Lian Haocun mengerti kata ‘lelah’.
Lian Haocun, “Kata orang yang berdiri di depan kita tadi, latihann untuk hari ini sudah selesai.”
Lian Huanran, “...” Hari ini? Apakah masih ada esoknya, esoknya lagi!?
Dan begitulah sampai tiga hari berturut-turut, Lian Huanran, Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu, melakukan latihan ekstrem dan hampir mati karena kelelahan.
...****************...
Siang hari,
Lian Huanran mengeluh, “Kenapa senior itu memanggil kita? Hah...hah...hah...., lelah sekali... Ugh, panas juga...”
Lalu Lian Huanran melihat Kakak yang sama sekali tidak terlihat kelelahan setelah latihan ekstrim selama tiga hari berturut-turut. Lian Huanran berkomentar, “Kak? Apa Kakak seorang monster? Bagaimana Kakak tidak terlihat lelah sama sekali!?”
Lian Haocun, “...”
Sebelum Lian Huanran dapat melanjutkan komentarnya. Senior yang mendampingi mereka selama pelatihan ekstrem, berjalan ke arah Lian Haocun dan kelompoknya. Kemudian senior itu menyapa Lian Haocun dan kelompoknya dan mulai berbasa-basi. Basa-basi yang membuat Lian Huanran dan Long Yuan kesal setengah mati.
Setelah berbasa-basi selama sepuluh menit penuh, senior tersebut akhirnya membicarakan tujuannya memanggil Lian Haocun dan kelompoknya. Senior berkata, “Aku ingin memberikan kalian sebuah misi.”