The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 84 — Pertandingan Tahunan Hutan Mofa (7)



Dalam waktu singkat, Lian Haocun terkejar oleh werewolf. Lian Haocun menatap werewolf sekilas, tatapannya sangat dingin dan tajam. Tatapan Lian Haocun membuat werewolf tertegun dan membeku di tempatnya, bulu kuduk werewolf juga berdiri tanpa werewolf sendiri sadari.


Lian Haocun mendeteksi keanehan werewolf, tetapi Lian Haocun tidak terlalu memedulikannya dan menggunakannya sebagai kesempatan. Lian Haocun mulai melantunkan nada-nada dengan suara yang agak serak dan berat. Lantunan nada-nada Lian Haocun tidak terlalu lancar, tetapi itu sudah cukup untuk membuat werewolf yang sudah lengah, jatuh ke dalam ilusi.


Lian Huanran terkejut mengetahui apa yang dilakukan Lian Haocun, “Sejak kapan kakak mempelajari hal ini?”


‘Apakah Kakak belajar dari Chao Bence atau Kakak mengingatnya saat Guru melantunkan nada ilusi ini?’ Lanjut Lian Huanran di dalam pikirannya.


Sedangkan Long Yuan juga langsung mengetahui bahwa nada yang dilantunkan oleh Lian Haocun adalah nada yang membuat lawan berada dalam ilusi yang dikendalikan oleh pelantun nadanya, yaitu Lian Haocun sendiri.


Chao Bence membentuk senyum senang dan bangga, ‘Heh, ingatannya benar-benar sangat bagus.’ Batin Chao Bence sambil mengelus Bai dan Cheng yang sedang menonton pertandingan dengan ekspresi serius.


Werewolf linglung cukup lama mendengar lantunan nada Lian Haocun, dan di mata werewolf, entah sejak kapan, pasangan serigalanya berdiri di luar arena, terlihat ketakutan karena diintimidasi oleh serigala abu-abu lain yang werewolf tidak kenal.


‘Berani-beraninya dia mengintimidasi pasanganku!’ Batin werewolf dengan kemarahan yang memuncak, sebelum tanpa berpikir berlari keluar dari arena lingkaran, yang berarti Lian Haocun menang dalam pertandingan ke-delapan!


‘Untungnya tadi aku membuatnya lengah dan menghabiskan cukup banyak tenaganya, kalau tidak nada-nada itu mungkin tidak akan memengaruhinya.’ Batin Lian Haocun.


Sementara tikus menggertakkan giginya kesal dan mengeluh di dalam hatinya, ‘Bagaimana bisa dia mengalahkannya!? Itu adalah serigala abu-abu yang bertransformasi menjadi werewolf ah! Argh! Ini karena nada curang itu!


Tenang..., Tenang..., Masih ada dua lagi... Ditambah lagi pemuda bermata biru ini terluka. Hahahaha, ini sudah pasti berakhir sebagai kemenangan kami!’


Setelah werewolf keluar arena, Lian Haocun langsung berhenti melantunkan nada-nadanya dan membiarkan werewolf mendapatkan kembali kesadarannya ke dunia nyata. Werewolf yang baru saja menyadari apa yang terjadi, menggeram marah kepada Lian Haocun dengan niat membunuh Lian Haocun sebelum berubah kembali menjadi serigala abu-abu.


Bersamaan dengan werewolf berubah kembali, bulan merah darah beserta langitnya kembali menjadi normal. Kemudian pemandangan langit siang yang sebenarnya kembali, matahari yang bersinar dilengkapi dengan langit berawan yang indah dan menawan.


Bagaimanapun dia sudah kalah, jadi serigala abu-abu hanya bisa menerimanya dan berharap bahwa binatang ajaib yang akan bertanding dengan Lian Haocun selanjutnya, dapat mengalahkan Lian Haocun.


Lalu Lian Haocun mulai memperhatikan lawannya untuk pertandingan ke-sembilan. Bahkan luka-luka di tubuhnya sendiri saja tidak mendapatkan perhatian Lian Haocun sama sekali. Lian Haocun menatap lawannya di pertandingan ke-sembilan dan menghela nafas lega, bagaimanapun ia juga menghabiskan banyak tenaga dan Qi Spiritualnya dalam kedua pertandingan terakhir.


Walaupun Lian Haocun masih bisa melawan binatang ajaib yang lebih kuat darinya, bagaimanapun, Lian Haocun memiliki pengalaman bertarung yang menakjubkan dari kehidupannya sebelumnya. Sedangkan untuk luka-luka yang dideritanya karena pertarungannya sebelumnya, hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap pertarungannya, bagaimanapun Lian Haocun pernah mengalami hal yang lebih buruk sebelumnya.


Dalam waktu sepuluh menit lebih sedikit, Lian Haocun berhasil menyelesaikan lawannya untuk pertandingan ke-sembilan. Begitu juga dengan pertandingan ke-sepuluh, meski Lian Haocun agak terdesak, itu tidak seburuk saat bertanding dengan werewolf.


Tikus mulai mengutuk Lian Haocun di dalam pikirannya, meski Lian Haocun menang dengan adil, tikus tidak bisa menerimanya.


'Cih! Itu bahkan tidak selama saat pertarungan dengan werewolf dan macan putih! Padahal dia terluka....' Batin tikus dengan perasaan kesal dan geram.


Namun tikus hanya bisa menggertakkan giginya sambil menahan amarahnya dan memakai topeng ‘senang’ di permukaan.


Lian Huanran langsung menawarkan pil obat ajaib untuk setidaknya meringankan luka-luka di tubuh Lian Haocun yang terlihat mengerikan di mata Lian Huanran dan menanyakan mengenai keadaan Lian Haocun sekarang.


Lalu Lian Huanran juga menasehati Lian Haocun di tempat, sebagai bentuk kekhawatiran dan kecemasannya kepada Kakaknya, Lian Haocun.


Long Yuan tidak memedulikan Lian Huanran yang sedang berceloteh dan berkata, “Kau sudah bekerja keras.”


Namun Lian Haocun bahkan tidak meliriknya sedikit pun dan berkata kepada Lian Huanran yang berhenti berbicara karena disela, “Hati-hati. Kompetisi ini lebih merepotkan dibandingkan dengan Konferensi Daffodil.”


Long Yuan yang tidak dihiraukan, “...” Bukankah ini sangat tidak adil?


Tapi Long Yuan cukup terbiasa dengan sikap dingin Lian Haocun, jadi Long Yuan tidak terlalu memikirkannya.


Long Yuan secara refleks bertanya dengan nada bercanda, “Siapa ya selanjutnya?”


Tepat setelah Long Yuan mengajukan pertanyaan tersebut, tikus menunjuk Lian Huanran dan berkata dengan nada kesal yang tidak bisa disembunyikan, “Kau selanjutnya!”


Lalu Lian Huanran memasuki arena lingkaran untuk bertanding sambil berpikir, ‘Aku harus menang! Kalau tidak usaha Kakak akan menjadi sia-sia.’


Untuk pertandingan pertama hingga ke-lima, berjalan dengan cukup lancar. Lian Huanran hanya menyerang lawan dengan tangan kosong tanpa menggunakan panahnya sama sekal, bagaimanapun meski Lian Huanran tidak sekuat Lian Haocun, kekuatan fisiknya juga tidak bisa diremehkan!


Sehingga pertandingan ke-enam, Lian Huanran harus menggunakan panahnya, Shing. Meski masih bisa diselesaikan, pertandingan ke-enam hingga ke-sembilan menguras banyak tenaga, Qi Spiritual dan mana Lian Huanran. Tubuhnya bahkan sudah berlumuran keringat saat menyelesaikan pertandingan ke-sembilan.


‘Satu lagi!’ Batin Lian Huanran menguatkan dirinya sambil mengusap keringat di keningnya.


Lawannya untuk pertandingan ke-sepuluh segera memasuki arena lingkaran, itu adalah Griffin.


Tubuh bagian atasnya berupa rajawali yang memiliki kaki berwarna kuning, cakar tajam berwarna hitam dan dua sayap berwarna kecokelatan. Sedangkan tubuh bagian bawahnya, bertubuh singa. Terdapat dua kaki singa disertai cakarnya yang tajam dan ekor singa dengan rumbai di ujung ekornya.


Griffin termasuk dalam binatang ajaib bergaris keturunan langka. Griffin yang dilawan oleh Lian Huanran adalah Griffin tingkat 6, yang setara dengan Golden Core Formation stage.


Lian Huanran mencoba menekan kecemasan di dalam hatinya saat mengetahui siapa binatang ajaib lawannya. Meski Lian Huanran bisa menang melawan binatang ajaib bergaris keturunan langka, kondisi Lian Huanran saat ini mengurangi empat puluh persen dari kemampuannya yang sebenarnya.


Apalagi Lian Huanran masih memiliki luka-luka di tubuhnya, yang membuat Lian Huanran ingin menjerit kesakitan, tetapi untungnya itu tidak memengaruhi kefokusan Lian Huanran dengan pertarungannya.


Setelah memasuki arena, Griffin langsung terbang ke langit dan berputar cepat ke arah Lian Huanran! Lian Huanran berhasil menghindari serangan Griffin dan dengan cepat menggunakan panahnya untuk memanah Griffin.


Hasilnya, tubuh Griffin tergores oleh anak panah Lian Huanran. Griffin tidak memedulikan goresan kecil tersebut dan memekik, lalu mengeluarkan bola-bola api yang berukuran cukup besar dari mulutnya!