The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 31 — Babak Kedua Konferensi Daffodil (4)



Sementara itu Du Dishi panik di dalam arena. Mata Du Dishi terbelalak karena terkejut. Lian Haocun dan Lian Huanran tidak melepaskan kesempatan saat Du Dishi sedang lengah dan kesal.


Lian Haocun yang sedang menahan rasa sakit akibat luka di punggungnya bergegas menuju ke arah Du Dishi secepat kilat, sedangkan Lian Huanran memanah Du Dishi berkali-kali dengan teknik Panah Api Merah, Du Dishi yang fleksibel dan cepat dapat menghindari serangan-serangan dari Lian Haocun dan Lian Huanran, namun tak pelak ada beberapa luka goresan ditubuhnya.


Meskipun Du Dishi ingin mengeluarkan kata-kata makian, Du Dishi tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya karena harus menghindar.


Du Dishi berulang kali bertahan di arena dan mencari kesempatan untuk menyerang balik, namun akhirnya ia gagal dan keluar dari arena.


Pembawa Acara dan penonton semakin terkejut dengan perkembangan sedari awal pertarungan hingga akhir pertarungan, berbagai diskusi terjadi di antara penonton.


Sehingga memunculkan beberapa teori mengenai kedua murid Sekte Langit Biru yang terlihat berumur sepuluh hingga dua belas tahun. Namun saat itu juga reputasi Lian Haocun dan Lian Huanran mulai tumbuh.


Pembawa Acara dengan cepat mengumumkan kemenangan Lian Haocun dan Lian Huanran di pertandingan pertama.


Lalu Pembawa Acara melanjutkan dengan berkata, “Pertandingan kedua akan dimulai dalam lima menit!.”


Sontak sorakan-sorakan dari penonton terdengar.


Lian Haocun dan Lian Huanran segera keluar dari arena dan menerima pil ajaib dari staf Konferensi Daffodil. Dalam sekejap, luka-luka di tubuh Lian Haocun dan Lian Huanran sembuh dan Qi Spiritual yang digunakan di pertempuran pulih banyak.


“Kakak ingin berganti pakaian?”


Pakaian Lian Haocun memiliki robekan karena goresan pedang Kong Jun jadi Lian Huanran bertanya. Lian Haocun menggelengkan kepalanya, Lian Huanran mengangguk.


“Jangan lengah. Mereka belum menggunakan seluruh kemampuan mereka.” Peringat Lian Haocun kepada Lian Huanran,


Lian Huanran menanggapi dengan menganggukkan kepalanya dan mulai berbicara mengenai beberapa hal kepada Lian Haocun untuk menyamarkan suasana hati Lian Huanran. Di dalam hati Lian Huanran, ia merasa rendah diri karena ia tidak berguna banyak di pertempuran.


Sementara itu di sisi lain Kong Jun dan Du Dishi terbakar amarah. Terutama Kong Jun karena ia meremehkan Lian Haocun dan Lian Huanran di dalam hatinya.


“Jangan menjadi beban.” Kata Kong Jun dingin dan kasar kepada Du Dishi.


Du Dishi merasa tubuhnya kaku mendengar peringatan Kong Jun dan di bawah tekanan Kong Jun, ia mengangguk pelan sambil menggigit bibirnya kesal.


'Mungkin kedua murid Sekte Langit Biru mengonsumsi pil-pil yang mampu meningkatkan tingkat kultivasi sementara.' atau 'Mungkin saja sebenarnya kedua murid Sekte Langit Biru menyembunyikan tingkat kultivasi mereka yang sebenarnya.'


Bagaimanapun tingkat kultivasi Kong Jun bukan hanya lebih tinggi dari Lian Haocun dan Lian Huanran, kemampuan pedangnya sudah diakui oleh ahli pedang terkenal di ras manusia.


Meski tidak menggunakan seluruh kemampuannya maupun elemen dan tidak menggunakan gerakan pedang, tidak akan semudah itu mengalahkan Kong Jun walaupun Kong Jun hanya menggunakan gerakan dasar pedang.


Lian Haocun dan Lian Huanran memulai dengan posisi awal yang sama seperti sebelumnya. Sementara Du Dishi tetap berada di dekat Kong Jun, tidak seperti pertandingan pertama. Kong Jun langsung menggunakan kekuatan elemen apinya begitu pertandingan dimulai, suhu panas menyebar ke seluruh arena.


Lian Haocun tidak begitu terpengaruh oleh suhu api karena dia memiliki elemen api yang memiliki skill pasif menahan suhu panas, namun Lian Huanran berbeda. Ia harus menggunakan Qi Spiritualnya untuk melindungi tubuhnya dari suhu panas begitu pula dengan Du Dishi yang menguras Qi Spiritual.


Tembakan api kecil yang terlihat lemah di permukaan namun mampu membakar segudang hutan ditembakkan ke arah Lian Haocun. Du Dishi juga tidak diam, ia langsung menggunakan elemen kayunya yang berupa akar-akar tanaman untuk mengikat Lian Haocun dan Lian Huanran di tempat.


Lian Huanran dengan fleksibel menghindar dan mencoba mengarahkan anak panah dengan teknik panah api ke arah akar-akar yang berniat menyerangnya dan Lian Haocun sebagai percobaan apakah itu mampu membakarnya. Namun akar itu begitu keras seperti besi, panah Lian Huanran langsung terpental. Karena itu Lian Huanran harus menghindar terus menerus dari akar-akar tanaman yang mengejarnya.


Kong Jun juga tidak berdiam diri, ia melesat ke arah Lian Haocun dan menggunakan gerakan ‘Tarian Pedang’ nya yang terkenal. Kong Jun terlihat seperti menari dengan pedang, namun Qi Spiritual yang terkandung dalam pedang itu begitu kuat.


Setiap bentrokan dengan pedang Kong Jun, Lian Haocun terpaksa mundur selangkah. Du Dishi yang memperhatikan langsung menggunakan teknik ‘Panah Hijau’ nya ke arah Lian Haocun. Panah itu berhenti sekitar beberapa sentimeter di lengan Lian Haocun sebelum mengeluarkan akar tanaman untuk mengikat Lian Haocun.


Lian Huanran merasa sedikit panik di dalam hatinya melihat situasi Lian Haocun walaupun dia sendiri sedang dikejar oleh tanaman-tanaman Du Dishi. Lian Huanran menggunakan elemen kayunya diam-diam sambil menyamarkan akar tanamannya agar terlihat seperti Du Dishi.


Akar tanaman Lian Huanran mengikat akar tanaman Du Dishi. Sehingga Lian Huanran bisa mengangkat busur panahnya dan memanah Kong Jun yang sedang ingin melukai Lian Haocun. Mau tidak mau karena panah, Kong Jun harus mundur ke belakang untuk menghindar.


Lian Haocun merasa dirinya terikat dengan kuat, Lian Haocun menghela nafasnya dan menggunakan elemen apinya untuk membebaskan diri. Raut wajah Kong Jun maupun Du Dishi berubah menjadi terkejut, secara bersamaan Kong Jun dan Du Dishi mengutuk di dalam pikiran mereka.


Berbagai spekulasi juga tumbuh di pikiran mereka, ‘Apa sebenarnya dia lebih tua daripada kelihatannya?’.


Tidak memberi kesempatan lawan untuk lengah, Lian Haocun segera membakar akar tanaman Du Dishi lainnya yang tersisa di arena dengan bola-bola api kecil dan segera bergegas ke arah Du Dishi.


Lian Huanran mendapatkan kembali momentumnya dan fokusnya karena tidak harus menghindar lagi dari akar tanaman Du Dishi dan melepaskan panah berturut-turut dengan teknik panah api ke arah Du Dishi yang berada tidak jauh di belakang Kong Jun.


Sementara itu, tempat penonton menjadi lebih ramai dengan banyaknya orang yang berbisik dan berdiskusi mengenai usia sebenarnya Lian Haocun. Shen Wenhuan yang menonton Lian Haocun menggelengkan kepalanya pelan sambil mengeluh di hatinya, ‘Anak itu.... Hahhhhhh.......’.