The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 174 — Kota Noula : Wabah Penyakit (11)



“Sepertinya ku tidak sengaja menginjak sesuatu...” Ucap Lian Huanran sambil melangkah mundur dari tempatnya berada sebelumnya.


Melihat apa yang diinjaknya, ekspresi Lian Huanran berubah. Ia mengucapkan permohonan maaf berkali-kali, dan mulai berdoa. Sikapnya menunjukkan rasa bersalah yang teramat dalam.


Bagaimanapun, yang diinjaknya adalah tengkorak manusia, jadi wajar Lian Huanran bersikap seperti itu, yang menandakan ia merupakan orang yang sopan, dan menghormati orang lain.


Lian Haocun melihat apa yang diinjak oleh Lian Huanran, dan menempelkan telapak tangannya, lalu menundukkan kepalanya sebagai penghormatan kepada tengkorak yang malang itu.


Setelah Lian Huanran selesai berdoa dan memohon maaf untuk terakhir kalinya, mereka pun melanjutkan perjalanan. Lorong-lorong gua yang sebelumnya hanya dipenuhi oleh cacing-cacing kecil, mulai dipenuhi dengan hal lain, ya itu merupakan tengkorak manusia. Tampaknya, tidak sedikit yang mati di lorong gua yang gelap itu.


Selama perjalanan, perasaan Lian Huanran rumit dan agak kacau balau. Bagaimanapun, meski ia sudah membayangkan ada begitu banyak korban, melihatnya langsung dengan membayangkannya sangat berbeda. Bahkan mungkin jumlah semua tengkorak yang mereka temui, hanya sebagian kecil dari korban anak Cacing Iblis Beranak.


Karena perasaan kalut, Lian Huanran tidak menyadari kalau Kakaknya berhenti, sehingga tanpa sengaja, ia menabrak Kakaknya yang sebelumnya berjalan di depannya.


Lian Huanran berniat mengajukan pertanyaan, ‘Kenapa Kakak berhenti?’, namun Lian Huanran mengurungkannya kala melihat danau di hadapan mereka.


Akhir dari lorong tersebut adalah, gua yang berukuran cukup luas, yang memiliki danau yang tampak indah, dan tidak terlihat ujungnya. Di sekitar danau itu juga terbentuk beberapa bebatuan alami, sehingga membuat Lian Huanran sedikit terpukau.


“Indah sekali!” Seru Lian Huanran sambil mengamati sekitarnya.


Untuk mengetahui seberapa panjang danau tersebut, Lian Huanran melangkah masuk ke danau tersebut, untuk melihat lebih jauh. Walaupun Lian Haocun sudah melarangnya, Lian Huanran yang agak keras kepala, memasukkan kakinya ke air di tepi danau, yang sebenarnya memiliki ketinggian yang sangat dangkal.


Air itu hanya mencapai jari kaki Lian Huanran, sehingga seharusnya tidak ada masalah, akan tetapi, tiba-tiba, puluhan cacing-cacing yang berukuran lebih besar dari cacing-cacing kecil sebelumnya, keluar dari pasir dan menerjang ke arah kaki Lian Huanran!


Untungnya, karena refleks tubuhnya yang bagus, Lian Huanran langsung menarik kakinya ketika melihat cacing-cacing itu.


Dengan ekspresi seperti menemukan sesuatu yang merepotkan bercampur agak tegang, Lian Huanran berkata, “Sepertinya, untuk melewati danau ini, akan cukup merepotkan...”


Lalu, ia mengarahkan tatapannya ke cacing-cacing kecil yang mengebor kembali ke dalam pasir. Lian Haocun mengikuti tatapan Lian Huanran, lalu menganggukan kepalanya mengerti.


Kemudian, ia menatap Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu yang terlihat bingung, dan menjelaskan, “Di dalam bawah danau itu, ada banyak anak Cacing Iblis Beranak yang sudah berevolusi.”


Yun Shao mengulangi kata-kata terakhir Lian Haocun, “Anak Cacing Iblis Beranak yang sudah berevolusi?”


Qian Wenwu menganggukan kepalanya, dan menjelaskan, “Jika anak Cacing Iblis Beranak mendapatkan nutrisi yang cukup, mereka akan berevolusi dan menjadi berukuran lebih besar.


Evolusi itu dibagi menjadi beberapa tahap, tahap satu, tahap dua, tahap tiga, tahap empat, dan tahap final, tahap lima. Anak Cacing Iblis beranak yang sudah mencapai tahap lima, akan berukuran hampir sebesar Cacing Iblis Beranak itu sendiri...”


Lian Haocun menggumamkan suara persetujuan, lalu berkata, “Hm, yang tadi seharusnya adalah anak Cacing Iblis Beranak dengan evolusi tahap satu. Pergerakan mereka lebih cepat dari anak Cacing Iblis Beranak yang kita temui sebelumnya, meski masih bisa dihitung sebagai cukup lambat, tapi, air juga akan menghambat kecepatan pergerakan kita.”


Mendengarkan penjelasan dari Lian Haocun, Long Yuan bertanya, “Jadi, bagaimana cara kita melewati danau yang bahkan ujungnya tidak terlihat ini?”


Lian Haocun tidak menjawab, tetapi melangkah mendekati danau, lalu ia mengeluarkan elemen api miliknya! Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi, tidak ada api sedikit pun yang muncul dari telapak tangan Lian Haocun!


Lian Huanran, yang sudah menduga apa yang dilakukan Kakaknya, juga mencoba menggunakan elemen kayunya, tetapi tidak ada reaksi sama sekali!


“Sepertinya, kita tidak bisa menggunakan kekuatan elemen...” Ujar Lian Huanran dengan nada cemas.


Seketika semua orang di tempat itu, memiliki ekspresi khawatir di wajahnya. Tentunya, terkecuali Lian Haocun yang tetap berekspresi sama, acuh tak acuh dan dingin.