The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 183 — Kota Noula : Wabah Penyakit (20)



Lian Haocun menggerakkan jarinya membentuk segel tangan yang cukup familier di ingatan Lian Huanran. Ya itu adalah teknik ‘Yi Jian’ dari Buku Keterampilan Pedang, Gerakan Dewa Seribu Pedang! Ketika Lian Haocun berhasil menyelesaikan segel tangannya, satu pedang transparan berwarna hitam pekat tiba-tiba muncul di sebelah kepala Lian Haocun.


Lalu, pedang itu melesat secepat kilat menuju salah satu anak Cacing tahap evolusi empat! Anak cacing itu tampak berniat menyerang Long Yuan dari samping. Seketika, cipratan darah berwarna biru berjatuhan seperti hujan, akan tetapi seakan-akan dihalangi sesuatu seperti dinding yang tidak terlihat, jangkauan cipratan darah tidak bercereran.


Tentu..., Lian Haocun tidak ingin tindakannya mengotori Long Yuan, Yun Shao mau pun Qian Wenwu, jadi ia memadatkan Qi Spiritualnya di sekitar anak Cacing yang baru saja ia bunuh, hingga darah anak Cacing tersebut tidak berserakan kemana-mana.


Untuk melakukan itu, diperlukan kemampuan mengendalikan Qi Spiritual yang sangat baik, dan menentukan timing yang tepat, agar serangan pedang dan dinding Qi Spiritual tidak berbentrokkan. Implikasinya, Lian Haocun sangat luar biasa bisa melakukan hal tersebut!


Sementara Lian Huanran, ia mengeluarkan tiga anak panah, lalu menggunakan tiga teknik yang ia pelajari dari gulungan yang diberikan guru pertamaya, Shen Wenhuan, delapan tahun yang lalu dan Buku Keterampilan Panah yang diberikan oleh Chao Bence. Ketika dilepaskan, tampak ujung anak panah berkoar-koar dengan warna yang berbeda-beda satu sama lain!


Ketiga panah itu, berhasil langsung membunuh tiga anak Cacing Iblis Beranak tahap evolusi dua! Setelah berhasil menyingkirkan tiga anak Cacing, Lian Huanran tidak berhenti di situ saja, ia berlari ke arah Barat, sambil terus menerus menembakkan anak panah ke anak cacing!


Beberapa anak cacing mulai menyadari keberadaannya, karena banyak saudara mereka terbunuh karena panah itu dan turun ke bawah dari tubuh Ibu mereka untuk mengejar Lian Huanran!


Sementara di sisi lain, Lian Haocun langsung masuk ke dalam pertempuran, dengan ganas, dalam sekali tebasan, ia berhasil membunuh dua anak cacing tahap evolusi dua! Lian Haocun menindaklanjuti dengan menggerakkan pedangnya secepat kilat, sehingga mata Long Yuan tidak bisa mengikutinya. Namun ia bisa merasakan kalau setiap tebasan Lian Haocun tajam, penuh energi, dan mengerikan!


Akan tetapi, dalam pertarungan, Long Yuan tentu tidak bisa memperhatikan Lian Haocun terus-menerus, sehingga ia hanya bisa mengalihkan pandangannya, ke anak cacing yang sedang bertarung dengannya. Beberapa kali, beberapa anak cacing hampir berhasil melukai Long Yuan, namun untungnya berkali-kali Long Yuan berhasil lolos. Bagaimanapun, tanpa elemennya, bisa dikatakan kemampuan Long Yuan untuk menyerang menurun drastis, karena ia hanya bisa mengandalkan belatinya.


Sedangkan, Yun Shao dan Qian Wenwu tidak tampak terlalu terpojok. Meski tampak sedang fokus, mereka juga memperhatikan situasi satu sama lain, dan Long Yuan. Berkat perhatian, dan kerja sama antara Yun Shao dan Qian Wenwu, Long Yuan tidak terluka sedikitpun! Dan, tidak sedikit anak cacing yang kehilangan nyawa karena kerja sama antara kedua orang tersebut!


“Pertama-tama, kita harus membunuh Cacing Iblis Beranak itu dulu, kelemahan Cacing Iblis Beranak itu berada di dalam perutnya.” Ujar Lian Haocun tiba-tiba.


Qian Wenwu dan Long Yuan menganggukkan kepalanya setuju. Akan tetapi, Qian Wenwu mengetahui, hanya itu satu-satunya jalan untuk membunuh Cacing Iblis Beranak.


‘Kalau begitu, ku yang harus melakukannya...’ Tekad Qian Wenwu untuk mengorbankan diri, sebenarnya ia sudah kepikiran untuk melakukan hal tersebut sedari tadi, tetapi ia masih menunggu Lian Haocun dan Lian Huanran bergabung dalam pertempuran, ditambah ia tidak bisa fokus memikirkan hal tersebut karena harus melawan anak Cacing. Pasalnya, menurut Qian Wenwu, berhasil membunuh Cacing Iblis Beranak jelas merupakan taruhan yang setara dengan kematiannya.


Namun, tentunya, Lian Haocun tidak akan pernah membiarkannya siapapun berkorban. Sambil membunuh beberapa anak cacing yang mulai berkerumun, Lian Haocun berkata, “Aku yang akan masuk ke perut Cacing Iblis Beranak itu, kalian hanya perlu membunuh sebanyak-banyaknya anak cacing, apalagi yang tahap evolusi lima.”


‘Yang sampai sekarang masih bersembunyi di dalam kegelapan.’ Lanjut Lian Haocun sambil menatap tajam sekelilingnya.


...****************...


Malam! Kali ini, saya akan menyampaikan berita yang mungkin tidak terlalu baik, karena ada banyak hal lain yang harus saya lakukan selain mengetik chapter baru, mulai sekarang, mungkin saya tidak bisa update seteratur dan sebanyak sebelumnya.


Tenang, novel ini akan tetap saya lanjutkan, akan tetapi mungkin updatenya tidak setiap hari seperti sebelumnya. Maafkan ke plin-planan saya sebelumnya, terima kasih banyak untuk yang mengikuti 'The Journey To Become The Strongest' dari awal hingga saat ini! Kuharap, kalian akan tetap setia dengan novel ini!


Oh ya, jika kalian ingin menyampaikan sesuatu, kalian bisa menulisnya di kolom komentar (Saya pasti akan membacanya), atau bahkan jika kalian ingin chat dengan saya, kalian bisa memfollow saya, saya pasti akan follback kok. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk yang mau menyampaikan sesuatu ke saya baik dari komentar mau pun chat! Terima kasih!


Dan, terima kasih juga untuk dukungannya, Sri Zuhzanna, Ani Rachel333, Banzai, Mei, Rubia dan semua pembaca! Dukungan kalian berupa like, komentar, hingga mungkin share sangat berarti bagi saya. God Bless You!


-Zona