The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 42 — Babak Ketiga Konferensi Daffodil (6)



Dua orang laki-laki dan dua orang perempuan memasuki pandangan Lian Haocun dan Lian Huanran yang sedang bersender lemah di pohon. Laki-laki yang bertepuk tangan adalah pemimpin kelompok tersebut, dia memiliki penampilan cukup bagus namun masih tidak bisa dibandingkan dengan Lian Haocun maupun Lian Huanran.


Senyum meremehkan muncul di wajah pemimpin itu yang disamarkan menjadi senyuman lembut, “Kenalkan aku adalah Tao Shi, murid dari Sekte Matahari Cerah.”


Karena Lian Haocun fokus terhadap pertarungannya dengan macan tutul dia tidak terlalu memperhatikan keberadaan orang lain. Sehingga Lian Haocun tidak menyadari keberadaan Tao Shi namun Lian Haocun tau pasti bahwa keberadaan Tao Shi bukan hal yang bak.


Seorang perempuan yang terlihat cantik di samping Tao Shi mengerutkan bibirnya, matanya penuh dengan penghinaan terhadap Lian Haocun dan Lian Huanran.


Sepertinya perempuan itu bahkan tidak ingin membuang-buang waktu untuk berbicara dengan Lian Haocun dan Lian Huanran sehingga ia berbicara dengan nada penuh penghinaan dan ejekan kepada Tao Shi,


“Saudara laki-laki. Kita tidak bisa membuang waktu untuk ‘tikus-tikus kotor' ini.” Volume suara itu tidak besar namun di hutan yang sunyi suara ejekan perempuan itu terdengar jelas.


Tao Shi menanggapi perempuan yang bernama Qin Chu, “Tidak bisa seperti itu, Qin-Qin. Bagaimanapun mereka bahkan berhasil mengalahkan Kong Jun yang memiliki reputasi terkenal.”


Implikasinya Kong Jun memang memiliki reputasi yang terkenal tapi bukan berarti Kong Jun benar-benar memiliki kemampuan nyata jadi bahkan mengalahkan Kong Jun bukan berarti Lian Haocun dan Lian Huanran benar-benar hebat (Ini pendapat Tao Shi karena Tao Shi belum pernah bertanding langsung dengan Kong Jun dan mendengar bahwa Kong Jun dikalahkan oleh kultivator yang berusia lebih muda darinya).


Qin Chu memanyunkan bibirnya kesal dan langsung membuang muka ke sembarang arah karena tanggapan Tao Shi.


Sementara itu Lian Huanran merasa kemarahan muncul dari hatinya, dengan keadaan yang penuh luka dan lemah namun tidak terlalu parah, Lian Huanran membuka mulutnya untuk berbicara,


“Apa kau tau? Orang-orang jahat yang berbicara omong kosong di awal biasanya adalah orang yang kalah di akhir.”


Senyum yang tergantung di wajah Tao Shi membeku mendengar ejekan yang kentara dari kalimat Lian Huanran.


Laki-laki lainnya yang bernama Kang Shin marah terhadap ejekan Lian Huanran, “Kau berani-beraninya!! Cih, hanya mengalahkan Kong Jun dengan metode curang saja bangga. Huh....”


Jelas Kang Shin merupakan tipe orang yang suka menjilat, tapi sebelum Kang Shin bisa melanjutkan kalimatnya, macan tutul yang kecepatannya cukup menurun karena keempat kakinya dilukai oleh serangan Lian Haocun menerjang ke arah Kang Shin.


Kang Shin terkejut dan tidak sempat mengelak, meski kecepatannya menurun bukan berarti macan tutul bisa mudah dikalahkan. Apalagi Kang Shin hanya merupakan Foundation Building stage dua.


Dengan cepat sosok Kang Shin yang lumayan tinggi menghilang berkat liontin giok karena luka yang diakibatkan macan tutul cukup fatal sehingga mengancam nyawa Kang Shin.


Mata Tao Chi membelalak karena terkejut, meski Kang Shin hanya Foundation Building stage dua, dikalahkan satu serangan oleh macan tutul tingkat empat sangat memalukan menurut Tao Shi.


Sementara perempuan lainnya yang sedari tadi diam dan hanya menonton berteriak ketakutan, air mata mengucur dari matanya. Jelas perempuan bernama Qing Nan itu adalah seseorang yang mentalnya lemah.


Macan tutul sudah mulai mencari mangsa lain karena mangsa yang baru diterkamnya entah kenapa hilang entah ke mana.


Hal tersebut membuat macan tutul semakin marah apalagi orang yang baru diterkamnya adalah orang yang mengganggu macan tutul dari tidurnya. Sementara kelompok yang sekarang terdiri dari tiga orang itu melawan macan tutul.


Lian Haocun bergegas ke sisi Lian Huanran untuk mengecek keadaannya, “Apa kau baik-baik saja?”


Nadanya masih dingin namun telapak tangan Lian Haocun yang berkeringat dan mata birunya menunjukkan kekhawatiran.


Lian Huanran menganggukan kepalanya, “Tidak seburuk itu.”


Lalu mencoba berdiri dengan bantuan Lian Haocun. “Apa kau membawa pil ajaib dari Guru?” Tanya Lian Haocun pasalnya ia sangat jarang menggunakan pil ajaib sehingga ia tidak pernah membawanya di cincin penyimpanannya.


‘Mulai sekarang aku harus membawa pil ajaib kapan pun.’ Tekad Lian Haocun di dalam hatinya.


Lian Haocun tidak menanggapi Lian Huanran dan setelah memastikan keadaan Lian Huanran baik-baik saja kecuali beberapa luka dan memar yang bisa pulih dalam waktu singkat, Lian Haocun baru melepaskannya.


Sementara Lian Huanran menonton pertarungan antara dua orang dengan macan tutul. “Ke mana perempuan yang satu lagi?” Tanya Lian Huanran tanpa sadar, setelah memikirkannya, Lian Huanran memastikan bahwa perempuan yang menangis itu pasti sudah terpaksa kembali ke array teleportasi oleh liontin giok karena nyawanya dalam bahaya.


Dua orang itu tidak terlalu unggul, meski macan tutul terluka. Mereka bahkan masih tidak berhasil mengalahkan macan tutul dan hanya mampu menorehkan beberapa luka yang tidak cukup dalam di tubuh macan tutul.


“Kakak, apa kita hanya akan menonton?” Tanya Lian Huanran sambil memegang pakaian Kakaknya.


Lian Haocun menjawab singkat, “Tunggu sebentar.”


Qin Chu lagi-lagi menggunakan cambuknya ke segala arah karena macan tutul yang terus menerus berhasil menghindar dari cambuknya. Sementara Tao Shi lebih tenang daripada Qin Chu dan membuat rencana di dalam pikirannya dengan Qin Chu sebagai umpan.


Macan tutul yang menyerang Qin Chu berhasil melukai muka Qin Chu. Qin Chu langsung mengutuk macan tutul dengan berbagai kata kasar. Bagi hampir semua wanita, harta yang paling berharga adalah penampilannya.


Saat itu Tao Shi menyerang macan tutul, karena kaki macan tutul yang terluka, reaksinya lebih lambat dari biasanya dan pedang Tao Shi berhasil menembus punggung macan tutul cukup dalam. Tao Shi segera menindaklanjuti dengan menggunakan kekuatan elemennya. Untungnya macan tutul berhasil menghindar sehingga tidak ada luka lain.


Qin Chu terlihat acak-acakan ditambah luka di wajahnya membuatnya terlihat lebih buruk. Qin Chu segera berteriak marah kepada Tao Shi untuk melampiaskan amarahnya.


'Benar-benar perempuan yang sifatnya tidak sesuai dengan penampilannya.' Pikir Lian Huanran melihat kejadian itu.


Tao Shi menanggapi dengan senyuman lembut dan mencoba menenangkan Qin Chu meskipun di dalam hati Tao Shi rasa marah mulai tumbuh. Macan tutul yang menghindar segera menyerang Tao Shi lagi, memancarkan sifat pantang menyerah.


Tao Shi terpaksa mengalihkan perhatiannya dari Qin Chu kepada macan tutul, begitu pula dengan Qin Chu mencoba meredakan amarahnya.


Setelah pertarungan yang berlarut-larut hingga membuat penonton, Lian Haocun dan Lian Huanran merasa bosan. Tao Shi dan Qin Chu akhirnya gagal lolos babak ketiga dan dikalahkan oleh macan tutul.


Karena Tao Shi dan Qin Chu berhasil melukai macan tutul cukup parah sehingga macan tutul kehabisan tenaga, Lian Haocun dan Lian Huanran dengan mudah mengalahkan macan tutul dan mendapatkan simbol segi limanya.


Lalu mereka mulai mengumpulkan simbol segi lima yang ditinggalkan oleh kelompok Tao Shi. “Sangat banyak....” Komentar Lian Huanran melihat setumpuk simbol di tangannya.


Kemudian mereka memasukkan simbol tersebut ke dalam cincin penyimpanan. Chao Bence yang sedari tadi menonton akhirnya keluar. Sebelum Chao Bence bisa membuka mulutnya untuk berbicara, Wu Shilin dan Tang Yelu yang sedari tadi dicari oleh Lian Haocun dan Lian Huanran muncul.


“Huanran, aku sudah mencarimu ke mana-mana.” Kata Tang Yelu sambil menghela nafas.


Wu Shilin mengikuti di belakang Tang Yelu lalu menyapa Lian Haocun dan Lian Huanran.


“Em..., Ini siapa?” Tanya Wu Shilin yang memperhatikan keberadaan orang yang tidak dikenalnya. “Ini Chao Bence.” Jawab Lian Huanran.


Sementara Tang Yelu mulai memperhatikan keberadaan orang asing dan bertanya, “Seorang peserta Konferensi Daffodil?”


Lian Huanran menggelengkan kepalanya dan mulai menjelaskan dengan menutup-nutupi beberapa detail, “Kami tidak sengaja bertemu. Dia penghuni Hutan Drego.”


Wu Shilin dan Tang Yelu bergumam ‘Oh’ dan mulai berkenalan dengan Chao Bence. Chao Bence menanggapi dengan senyuman dan memulai beberapa candaan dengan Tang Yelu dan Wu Shilin.


Wu Shilin segera menyadari beberapa luka dan memar di tubuh Lian Huanran setelah berjalan lebih dekat ke Lian Huanran. Dengan nada khawatir Wu Shilin menanyakan detail kejadian kepada Lian Huanran. Begitu juga dengan Tang Yelu.