
Pagi hari tiba dengan cepat. Lian Huanran dan Long Yuan terbangun bersamaan saat matahari sudah terbit. Begitu bangun, mereka melihat Shui Zuo, Chao Bence dan Lian Haocun yang sudah berpakaian rapi dari atas ke bawah, sehingga membuat Lian Huanran dan Long Yuan curiga bahwa mereka hanya berdiam diri di tempat dan tidak tidur sama sekali.
Lian Huanran langsung melontarkan pertanyaan yang muncul di pikirannya, “Kalian tidak tidur?”
Chao Bence mengangguk dan berkata, “Memang kapan aku pernah tidur? Aku selalu berjaga sepanjang malam untuk kalian.”
Lian Huanran dan Long Yuan, “...”
Sementara Shui Zuo menanggapi dengan ‘Ya’, Lian Haocun hanya menganggukkan kepalanya ringan.
Lian Huanran membangunkan Bai dan Cheng kecil yang masih tertidur pulas. Sedangkan Long Yuan merapikan pakaiannya sambil menguap berkali-kali sehabis bangun tidur. Setelah kedua binatang ajaib kembar tersebut terbangun, Lian Huanran merapikan pakaiannya dan bertanya, “Apakah anak kecil dan kepala desa itu sudah bangun?”
Shui Zuo menjawab, “Tidak tau.”
Tepat setelah Shui Zuo mengatakan itu, kakek tua yang bungkuk dan renta, memasuki bidang penglihatan mereka semua. Seketika Bai dan Cheng yang sedang mengusap-usapkan kepala mereka ke kaki Lian Huanran, berhenti dan segera diam di tempat dan menatap kakek tua tersebut, seperti memasang sikap waspada.
Kakek tua itu tersenyum ramah dan berkata, “Syukurlah kalian sudah bangun, saya takut akan membangunkan kalian, tapi karena tadi terdapat suara bisik-bisik, saya mengira kalian sudah bangun.”
Lian Huanran menanggapi, “Kami baru saja terbangun. Ngomong-ngomong apa kakek perlu sesuatu sampai mengunjungi kami pagi-pagi ini?”
Kakek tua itu berkata dengan nada rendah yang canggung, “Ah, ketahuan ya... Sebenarnya saya ingin meminta bantuan kalian.., saya mendapat kabar tadi pagi dari salah satu warga desa, kalau seorang anak menghilang di reruntuhan dekat desa ini.”
Lian Huanran mengangguk dan bertanya, “Kakek meminta kami untuk mencarinya?”
Kakek tua bereaksi agak malu, sehingga membuat Chao Bence mengakui kemampuan akting kakek tua tersebut. Lalu kakek tua itu berkata, “Saya mohon agar kalian bisa mencarinya. Warga-warga di desa kami semuanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, sedangkan orang tua anak tersebut sudah meninggal. Ia juga tidak memiliki kerabat lain, saya pun menyadari kehilangannya saat beberapa warga desa membicarakannya. Ini pasti akan sangat merepotkan kalian, tapi saya mohon... Bagaimanapun anak itu tetap merupakan salah satu warga desa saya...”
Lian Huanran merasakan keanehan dan kejanggalan, tetapi rasa simpati dan empatinya dengan mudah mengalahkan perasaan aneh ia rasakan. Lian Huanran sudah mengatakan ‘Ya, kami pasti-,'. Sebelum tiba-tiba disela oleh Lian Haocun yang mengeluarkan aura sedingin es.
Lian Haocun melangkah ke depan Lian Huanran. Dia berdiri berhadapan dengan kakek tua yang bungkuk dan renta, dengan tinggi 1,8 meter Lian Haocun terlihat sangat mengintimidasi. Ditambah tubuh Lian Haocun yang menampakkan otot-otot yang cukup terlihat, sehingga kakek yang terlihat pendek, lemah dan renta merasa sangat terintimidasi dengan keberadaan Lian Haocun.
Kakek tua itu terlihat kebingungan, “Ada apa ini?”
Lian Haocun tidak menjawab, tetapi dengan kasar mengangkat kerah kakek tua tersebut. Dengan wajah yang lebih dingin dari biasanya, Lian Haocun mengeluarkan kata-kata dari pita suaranya, “Kenapa kau meminta kami ke reruntuhan itu?”
Kakek tua yang merasa sesak nafas, tidak bisa menjawab pertanyaan Lian Haocun. Sementara Lian Huanran yang meski sedang heran, mengingatkan Lian Haocun, “Kak... Kalau kakak tidak menurunkannya, kakek ini akan benar-benar mati!”
Long Yuan terlihat bingung dan heran dengan kejadian tiba-tiba ini, tetapi pikirannya secara refleks menyambungkan hal-hal mencurigakan yang terjadi semenjak ia tiba di Desa Thano. Sedangkan Shui Zuo terlihat cukup satu santai, bagaimanapun ia sudah memastikan bahwa kakek tua itu beserta semua warga desa Thano, tidak memiliki kultivasi mau pun elemen.
Lian Haocun menghempaskan kakek tua itu dengan kasar, kakek tua segera terbatuk terbahak-bahak. Lalu kakek tua itu berkata dengan nada yang berkebalikan 180° dari sebelumnya, “K-au! Apa yang kau lakukan! Apa orang asing sekarang sangat tidak tau terima kasih!”
Sebelum kakek tua dapat melanjutkan keluhan dan kutukannya, tatapan sedingin es dengan kilatan niat membunuh Lian Haocun, membuat kakek tua membeku di tempatnya. Segera tubuhnya merinding dan perasaan ketakutan merasuki tubuh dan pikiran kakek tua.
Dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya, Lian Haocun bertanya lagi, “Kenapa kau meminta kami ke reruntuhan itu? Jawab dengan jujur.”
Tubuh kakek tua yang diintimidasi oleh Lian Haocun, gemetar sangat parah, namun untungnya ia tidak pingsan. Perkataan yang dikatakan Kakek tua itu pun terbata-bata, sehingga baik Lian Haocun mau pun yang lainnya tidak bisa mendapatkan informasi yang berguna, karena kakek tua itu bicara dengan tidak jelas.
Lian Haocun yang tidak berniat membuang-buang waktu, segera mengeluarkan tekanan yang setara dengan Qi Refining stage 9. Bagaimanapun jika Lian Haocun mengeluarkan tekanan Golden Core Formation stage, bisa dipastikan bahwa nyawa kakek tua itu akan menghilang seketika, dan itu merupakan hal yang paling tidak diinginkan.
Merasakan tekanan yang sangat berat menekan punggungnya, kakek tua itu dengan cepat merasakan sesak nafas. Wajahnya menjadi sangat pucat, seakan-akan tidak ada darah yang mengalir. Meski kakek tua tidak mengerti bagaimana tekanan itu bekerja, kakek tua itu tau bahwa pasti Lian Haocunlah yang melakukannya. Dengan suara memohon, kakek tua itu berkata, “Aku akan menjawabnya! Aku akan menjawabnya!”
Lian Haocun menarik kembali tekanannya dan kembali menatap tajam kakek tua tersebut. Di bawah tatapan yang sangat tajam, kakek tua itu berkata dengan suara gemetar, “Itu-itu, karena kami mengetahui bahwa di sana ada monster! Kami sangat ketakutan setiap pagi dan malam! Dan kami mendengar bahwa orang-orang asing yang datang dari luar sangat kuat! Maka dari itu, maka dari itu...”
Lian Haocun, “Kalau begitu kenapa kau tidak memberitahukannya langsung ke kami?”
Itulah pertanyaan yang sama dengan pertanyaan di kepala orang-orang yang berada di tempat tersebut. Kakek tua itu menjawab, masih dengan gemetar, “Karena...-karena, kami takut... Kalau kalian tidak akan membantu kami... Bagaimanapun kalian tidak mendapatkan keuntungan-,”
Entah dari mana, Hua tiba-tiba menyela perkataan kakek tua tersebut. Dengan suara keras yang terdengar sangat menyedihkan, Hua berteriak, “Kau berbohong! Kau berbohong! Kau membunuh ayah dan ibuku dengan mengirimkan mereka ke tempat tersebut, kau...”
Tangisan yang tidak bisa ditahan, mengucur dari pelupuk mata Hua. Dengan beberapa perkataannya, Lian Huanran menyimpulkan bahwa pasti Hua sudah mengalami hal yang tragis karena kakek tua tersebut. Liam Huanran bergegas menuju ke Hua, dan menenangkannya dengan lembut.
Kakek tua itu berteriak kasar kepada Hua, "Kau! Anak yang tidak tau diuntung! Kau pikir kau masih bisa hidup jika tidak kupungut, Hah!? Seharusnya aku melemparkanmu ke sana bersama orang tuamu sekalian!"
Tangisan Hua, anak kecil yang baru berumur sekitar enam tahun itu semakin menjadi-jadi. Lian Huanran menatap tajam kakek tua tersebut, berniat untuk memberikannya pelajaran. Namun Lian Haocun sudah melakukannya terlebih dahulu.
Tanpa aba-aba, Lian Haocun membentuk satu belati transparan dengan Qi Spiritualnya. Segera, kakek tua itu merasakan firasat buruk, tetapi ia tidak bisa melarikan diri karena tubuhnya seakan-akan tertanam di tempat tersebut.
Dalam sekejap belati transparan itu melesat ke arah kakek tua tersebut! kakek tua yang sangat takut mati itu, menjerit ketakutan, namun Chao Bence sudah menyiapkan pelindung, sehingga siarannya tidak akan terdengar ke luar. Terlihat luka goresan yang mengeluarkan darah di pipi kanan lelaki tua tersebut.
Lian Haocun berkata dengan nada dingin, “Jangan mencoba-coba membohongi kami.”