The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 57 — Permasalahan di Pagi Hari (2)



Sebelum Penatua Jiang bisa berbicara, Lian Huanran yang sedari tadi hanya menonton, membuka mulutnya, “Apa jangan-jangan salah satu murid Penatua Lang, Bo Anming dan juga salah satu murid Penatua Jiang, Cong Bing ingin memiliki gulungan tersebut juga?


Penatua Lang menuduh kami mencuri gulungan tersebut bahkan Penatua Jiang mendukungnya, tapi sebenarnya murid mereka sendiri yang mencurinya? Dan juga Penatua Lang bahkan menuduh Guru dan kami hal-hal yang tidak pasti. Bukankah ini sangat buruk?”


Suara Lian Huanran terdengar ke seluruh kerumunan, tidak sedikit murid tidak bisa menahan untuk tidak tertawa terbahak-bahak.


'Dipermalukan oleh salah satu murid yang bahkan belum berusia dua puluh tahun, bukankah itu sangat memalukan?' Begitulah pikiran salah satu murid.


Penatua Lang dan Penatua Jiang menggertakkan giginya dan wajah mereka berdua memerah karena amarah.


Sebelum Penatua Lang bisa meledakkan berbagai penyangkalan, Penatua Jiang berkata terlebih dahulu, “Cong Bing, bagaimana kau bisa mengambil gulungan itu!?”


Cong Bing langsung keluar dari kerumunan dan mencoba menjelaskan namun bicaranya tergagap-gagap, “A-ak-u ti-ti-dak meng-ng-am-m-bil-nya.”


Bahkan air mata sudah muncul di pelupuk mata Cong Bing. Penatua Jiang sudah berniat untuk mengambinghitamkan muridnya agar reputasinya tidak ternoda namun sebelum bisa melakukannya, Bao Fen menghentikan itu.


“Cukup! Kalau kalian mau menginterogasi murid kalian lakukanlah di paviliun kalian masing-masing. Kalian juga! Lanjutkan latihan kalian!”


Bao Fen memerintahkan para murid yang menonton untuk bubar dan melanjutkan latihan. Lalu Bao Fen mengucapkan permintaan maaf kepada Shen Wenhuan dan murid-muridnya kemudian mengusir Penatua Lang dan Penatua Jiang beserta murid-murid mereka.


Penatua Lang, Penatua Jiang, Bo Anming dan Cong Bing dengan cepat diusir oleh Bao Fen. Sebelum pergi, Penatua Lang dan Penatua Jiang menatap Shen Wenhuan tajam, jika tatapan bisa membunuh, mungkin Shen Wenhuan sudah terbunuh oleh tajamnya tatapan itu.


Lalu Penatua Jiang dan Penatua Lang mendengus marah dan dengan terpaksa pergi bersama murid mereka masing-masing. Kemudian Bao Fen mulai melangkah pergi juga setelah mengatakan permintaan maaf untuk kedua kalinya. Sehingga hanya tersisa Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Lian Huanran.


Lian Huanran tidak bisa lagi menyembunyikan tawanya dan mulai tertawa terbahak-bahak.


Shen Wenhuan menunggu Lian Huanran selesai tertawa sebelum bertanya, “Apa yang sebenarnya terjadi?”


Lian Huanran menjelaskan rencana Penatua Jiang dan Penatua Lang yang didengarkan oleh Chao Bence dan kemudian rencana Chao Bence untuk mempermalukan Penatua Lang dan Penatua Jiang.


Shen Wenhuan sudah menduganya jadi ia tidak terlalu terkejut, “Ya sudah. Kalian siap-siap dulu. Lalu setelah itu kita akan berangkat ke Jalan Nigra yang berada di Selatan. Jalan Nigra adalah tempat kejadian kasus orang-orang yang menghilang tersebut.


Jalan Nigra merupakan salah satu jalan menuju pusat kota Benua Afer, Kota Vekado. Jadi jalan itu lumayan sering dilewati orang. Namun sejak seminggu yang lalu, orang-orang yang melewati Jalan Nigra hilang entah kemana dan keberadaannya tidak diketahui.


Beberapa prajurit dari kota-kota terdekat juga sudah dikirim untuk mengecek, namun akhirnya mereka juga tidak kembali.”


Kata Shen Wenhuan sambil berjalan masuk ke dalam Paviliun Langit Jingga.


Lian Huanran menunggu Shen Wenhuan menyelesaikan perkataannya sebelum berkata, “Kami tidak perlu menyiapkan apa-pun.”


Lian Huanran berkata, “Tentu! Selalu kami bawa di cincin penyimpanan kami.”


Shen Wenhuan mengangguk dan memberikan dua jimat teleportasi kepada Lian Haocun dan Lian Huanran masing-masing satu.


Lian Huanran memegang jimat teleportasi yang harganya mahal itu seperti salah satu harta karun, sangat berhati-hati.


Shen Wenhuan bertanya, “Ke mana Bai dan Cheng?”


Ekspresi Lian Huanran menjadi sedikit murung, “Kata Kakak lebih baik tidak membawa mereka... Jadi kutitipkan ke Senior Tang.”


Shen Wenhuan melirik Lian Haocun dan mengangguk setuju, “Hm, bisa saja penyelidikan kali ini akan berbahaya. Lagi pula kita tidak bisa meninggalkan Bai dan Cheng di penginapan karena tidak ada penginapan di sekitar Jalan Nigra.”


Lian Huanran menganggukan kepalanya dengan lesu dan murung.


“Tidak perlu begitu lesu! Ada aku kan!”


Chao Bence tiba-tiba memasuki Paviliun dengan aura penuh keceriaan dan senyum yang lebar. Lian Huanran bahkan tidak menengok ke arah Chao Bence dan tetap menatap ke lantai paviliun dengan sedih.


Chao Bence yang diabaikan membeku, “...” Ini pertama kalinya ada yang berani mengabaikanku. Huh..., sepertinya bocah kecil ini perlu diberi pelajaran.


Shen Wenhuan tidak mengetahui isi pikiran Chao Bence jadi dia hanya berkata, “Kita perlu segera pergi.”


Chao Bence segera mengubah bentuknya menjadi ular kecil yang imut dan memasuki saku Lian Haocun seperti biasanya.


Lian Huanran tiba-tiba berpikir, ‘Andai saja bentuk Chao Bence benar-benar ular kecil yang imut seperti Bai dan Cheng yang imut. Mungkin aku akan memeluknya setiap hari.’


Jika Chao Bence tau bahwa adik kembar master-nya memiliki pemikiran seperti itu mungkin dia akan membuat Lian Huanran menjadi gemetaran ketakutan seperti hari pertama mereka bertemu.


Lalu mereka bertiga memakai jimat teleportasi dan langsung berteleportasi ke Jalan Nigra.


Jalan Nigra hanyalah sebuah jalan biasa yang dilandasi tanah yang rumputnya sudah dipotong. Tidak ada yang tidak biasa atau aneh sejauh mata memandang. Karena masih pagi hari, udara terasa segar dan sejuk. Lian Huanran menikmati saat semilir angin sejuk berembus melintasi wajahnya.


“Segarnya!” Komentar Lian Huanran.


Shen Wenhuan mengangguk, “Mari kita mulai investigasi dari warga-warga yang tinggal di sekitar Jalan Nigra.”