
Melihat kerumunan anak cacing yang semakin dekat dengannya, Lian Haocun tidak tampak panik sama sekali. Ia berlari secepat kilat ke arah ia melihat Lian Huanran terakhir kalinya. Kecepatan anak cacing tidak secepat Lian Haocun, sehingga secara otomatis mereka ketinggalan ketika mencoba mengejar Lian Haocun.
Akan tetapi, tetap saja, ada beberapa anak cacing yang berhasil menghalangi jalan Lian Haocun, namun Lian Haocun melompati beberapa anak cacing yang menghalangi jalannya, dan terus berlari tanpa menatap ke belakang sekalipun!
Ia tidak mengetahui seberapa lama ia berlari, tubuhnya bergerak sendiri, sementara otaknya terus berputar untuk mengingat cara jitu mengalahkan Cacing Iblis Beranak.
Dan ketika Lian Haocun kembali sadar, ia sudah berada di kepala Cacing Iblis Beranak, Lian Haocun melompat turun, tetapi di tengah jalan, ia mengeluarkan belati dari cincin penyimpanannya, dan menusuk belati tersebut tepat di ‘mata’ Cacing Iblis Beranak!
Seketika terdapat gaungan keras yang hanya bisa terdengar oleh anak Cacing Iblis Beranak! Lalu Cacing Iblis Beranak mulai menggeliat kesakitan, dan refleks membuka mulutnya untuk menggigit sesuatu.
Untungnya meski jarak antara Lian Haocun dan Cacing Iblis Beranak sangat dekat, Lian Haocun masih bisa menghindari serangan tiba-tiba Cacing Iblis Beranak. Akan tetapi, yang ia tidak duga, ketika ia berniat mulai mencari Lian Huanran, terdapat anak Cacing Iblis Beranak yang entah sejak kapan berada sangat dekat dengan Lian Haocun!
Sebelum Lian Haocun dapat menyadari keberadaan anak Cacing tersebut, anak Cacing tersebut sudah menerjang ke Lian Haocun! Refleks, Lian Haocun langsung menangkis serangan dengan tangannya, akan tetapi, tepat saat itu juga, anak Cacing Iblis Beranak itu membuka mulutnya, dan menggigit lengan Lian Haocun!
Mengetahui hal tersebut, Lian Haocun langsung mengulurkan tangannya yang satu lagi, dan menggunakan teknik dari Buku Keterampilan Seni Bela Diri Wuzhu, Teknik Kepalan Cahaya.
Ketika kepalan tangan Lian Haocun bersentuhan dengan anak cacing tersebut, seketika sinar yang sangat terang memasuki bidang penglihatan Lian Haocun!
Namun Lian Haocun bisa merasakan kalau gigitan anak cacing itu terlepas, yang berarti anak cacing itu terdorong mundur.
Bukan hanya itu, jika dilihat dengan saksama, terlihat daging Lian Haocun! Namun, Lian Haocun hanya melihatnya sekilas sebelum kembali berlari.
Apa yang dipikirkan Lian Haocun berbeda, pasalnya seharusnya ia terinfeksi wabah penyakit, akan tetapi, karena anak Cacing yang sebelumnya menggigit dia belum sempat menyuntikkan satu pun anak cacing lain untuk masuk ke dalam tubuhnya, ia tidak terinfeksi. Dan mengabaikan banyaknya luka di tubuhnya, kondisi Lian Haocun tidak terlalu buruk bagi dirinya.
Lian Haocun membutuhkan cukup banyak waktu untuk menemukan Lian Huanran. Bagaimanapun di dalam perjalanan, ia juga menghadapi tantangan lain selain mencari keberadaan Lian Huanran.
Untungnya, Lian Haocun masih bisa menemukan tempat persembunyian Lian Huanran, meski ia hampir melewatkan tempat tersebut.
Ketika melihat luka-luka di tubuh Lian Haocun, Lian Huanran tampak sangat panik, dan langsung mencari pil obat ajaib dari cincin penyimpanannya.
Ia memberikannya kepada Kakaknya itu, lalu mulai membalut luka-luka Kakaknya, agar ia tidak kehabisan darah. Di saat bersamaan, ia juga mulai mengomel layaknya seorang ayah yang cerewet.
Karena fokus dengan luka dan mengomeli Kakaknya, otomatis Lian Huanran tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan Cacing Iblis Beranak.
Walaupun Lian Huanran tetap memperhatikan sekitarnya, tetapi ia tidak mengetahui kalau naga besar berwarna kuning elegan, bersama dengan dua orang yang duduk di atasnya, sedang berhadapan dengan Cacing Iblis Beranak!