
Lian Huanran, “Kakak! Aku menang!”
Lian Haocun membalikkan badannya dan menatap Lian Huanran dan Long Yuan yang sedang berjalan ke arahnya, Yun Shao dan Qian Wenwu. Setelah cukup dekat dengan Lian Haocun, Yun Shao, Qian Wenwu, Bai dan Cheng, Lian Huanran bertanya, “Apa Yun Shao dan Qian Wenwu juga ingin bertanding? Ku pikir kalian akan dengan sangat mudah mengalahkan lawan dengan peringkat kayu.”
Yun Shao menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak, kami tidak ingin langsung bertanding pada hari pertama.”
Lian Huanran bergumam ’Oh’ singkat. Lalu ia berkata, “Kalau begitu ayo kita ambil kembali kartu poin kita dan kembali ke asrama! Kita belum melihat orang terakhir yang sekamar dengan kita!”
Yun Shao dan Qian Wenwu mengangguk setuju, begitu juga dengan Long Yuan. Kemudian mereka pun menghampiri petugas dan meminta kembali kartu poin Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan.
“Ini kartu poin kalian. Lian Haocun, peringat emas bintang 5, Lian Huanran, kayu bintang 3 dan Long Yuan, kayu bintang 2. Itu adalah peringkat kalian saat ini. Selanjutnya, jika kalian ingin bertanding, Lian Haocun bisa pergi ke distrik emas, sementara Lian Huanran dan Long Yuan pergi ke distrik kayu.” Ucap petugas sambil memberikan kembali ketiga kartu poin kepada Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan.
Lian Huanran dan Long Yuan mengangguk mengerti. Lalu Lian Huanran menggendong Bai dan Cheng yang sebelumnya ia titipkan ke Yun Shao dan Qian Wenwu saat bertanding. Kemudian Lian Haocun dan kelompoknya beserta dengan Yun Shao dan Qian Wenwu, kembali ke asrama tempat mereka tinggal. Bagaimanapun hari sudah mulai sore dan mereka juga harus sedikit berberes.
Sebelum Lian Haocun pergi dari arena, ia bisa mendengar banyak suara orang berbisik mengenai dirinya, adik kembarnya, Lian Huanran dan Long Yuan.
“Terlalu menakutkan! Si anggota baru bermata biru itu mengalahkan ‘dia’ yang berperingkat emas dengan sangat mudah!”
“Si bocah kecil itu juga lumayan, meski peringkat lawannya hanya kayu, setidaknya lawannya setingkat Foundation Building stage 9! Tapi bocah kecil itu...., berhasil menahan semua serangan dari lawannya!”
“Memang rumornya tidak salah... Tahun ini, ada banyak anggota berbakat yang memasuki Sekte Serigala Giok...”
‘Kita benar-benar menarik terlalu banyak perhatian.’ Batin Lian Haocun sambil berjalan keluar arena.
Selama perjalanan kembali ke asrama, Lian Huanran dengan penuh semangat menceritakan kisah ‘heroik’-nya saat mengalahkan lawannya di ring. Yun Shao dan Long Yuan lah yang paling sering menanggapi perkataan Lian Huanran. Sementara Lian Haocun dan Qian Wenwu yang berjalan di belakang mereka bertiga, hanya diam mendengarkan.
Saat sampai di depan kamar asrama mereka, Lian Huanran, Long Yuan dan Yun Shao masih asyik mengobrol. Sehingga Lian Haocun lah yang membuka pintu, tetapi tanpa diduga sosok familier terpampang jelas di mata Lian Haocun!
Sosok itu memiliki rambut perak panjang yang diikat dengan gaya ponytail. Matanya yang berwarna emas mampu membuat bulu kuduk orang yang menatapnya, berdiri. Pasalnya, meski matanya tidak menatap dirimu dengan tatapan tajam, ancaman menakutkan bisa dirasakan hanya dengan melihat mata emasnya.
Untungnya, karena tinggi Lian Haocun, Lian Huanran tidak bisa langsung melihat sosok di balik pintu. Jika ia melihatnya, bukan tidak mungkin, asrama tempat mereka tinggal akan menjadi satu dengan tanah. Kenapa menjadi satu dengan tanah? Tentu, karena pertarungan yang intens. Mengapa bertarung? Karena, sosok itu adalah Wu Shilin yang membunuh Tang Yelu, Senior Lian Haocun dan Lian Huanran dari Sekte Langit Biru.