
Yang Mu menggunakan satu tangan untuk memegang gagang pedangnya, sedangkan satu tangan lainnya berada di belakang dekat ujung pedang tersebut.
Lian Haocun sudah menduga kalau Yang Mu sedang menggunakan gerakan pedangnya, atau bahkan menggunakan teknik yang ia pelajari, tetapi Lian Haocun tidak bergerak sama sekali, namun bukan karena ia tidak bisa bergerak, ia hanya tidak ingin bergerak.
Melihat ekspresi Lian Haocun yang tanpa ketakutan sama sekali, Yang Mu merasa semakin kesal, lalu tiba-tiba muncul retakan dari bawah yang bergerak menuju Lian Haocun!
Lian Haocun menghindar ke samping, kemudian melaju dengan cepat ke arah Yang Mu! Yang Mu yang sudah menunggu ‘kedatangan’ Lian Haocun di dekatnya, tertawa di dalam hati sebelum tanpa diduga, matanya berubah warna menjadi merah darah!
Tentunya, Lian Haocun memperhatikan dengan jelas perubahan Yang Mu, ia memiliki berbagai dugaan di pikirannya, dan benar saja! Setelah mata Yang Mu berubah warna, refleks tubuhnya, kecepatannya, bahkan serangannya berubah drastis menjadi lebih ganas! Sehingga sebelum Lian Haocun dapat melakukan apa yang ingin ia lakukan, ia sudah dipaksa untuk bertahan di bawah serangan Yang Mu yang penuh energi.
‘Apa ini adalah kombinasi antara gerakan pedang dan teknik transformasi?’ Pikir Lian Haocun sambil menahan serangan pedang dari Yang Mu, yang semakin menguras Qi Spiritualnya.
Mengapa Lian Haocun selalu menghindar? Karena ia tidak ingin membunuh Yang Mu, karena pastinya akan membuat masalah menjadi semakin runyam, apalagi kalau hal tersebut dijadikan Guan Hong sebagai alat untuk mengeluarkan Lian Haocun dari Sekte Serigala Giok karena bertindak kejam dengan sesama anggota sekte-nya.
Berbeda dengan Lian Haocun, Yang Mu tampak tidak peduli sama sekali dengan hal tersebut. Serangannya bukan bertujuan untuk membuat Lian Haocun pingsan, tetapi untuk memberikan luka fatal yang bisa membunuh Lian Haocun!
Pasalnya, meski perbuatannya ini diketahui sekalipun, ia yakin Guan Hong bisa meredam masalah ini dengan mudah. Sayangnya, sedari tadi, tidak ada satu pun serangan Yang Mu yang bisa memberikan luka fatal ke Lian Haocun!
Memang untuk menghindari beberapa serangan yang tidak bisa ia hindari, Lian Haocun berusaha meminimalkan serangan dari Yang Mu agar tidak berakibat terlalu parah, di saat bersamaan otaknya juga terus mencari solusi untuk membuat Yang Mu pingsan. Namun karena posisinya yang tidak terlalu bagus, ditambah lorong gua yang sempit, Lian Haocun benar-benar harus pintar mencari celah untuk menyerang Yang Mu.
Setelah mendapatkan ide setelah satu menit lebih berpikir, Lian Haocun langsung mengimplementasikannya, ia berpura-pura terdesak sambil lebih dekat ke tembok, lalu tepat saat Yang Mu melontarkan serangan, yang malah terkena tembok gua, Lian Haocun bergerak menghindar ke samping secepat kilat, dan memukul leher Yang Mu keras! Namun tepat saat itu juga, tiba-tiba tebasan belati terarah ke Lian Haocun!
Tentunya, berkat insting Lian Haocun, ia berhasil menghindari serangan tidak terduga itu, meski tetap saja pinggangnya terluka dan mengucurkan darah. Namun, itu benar-benar tidak parah dibandingkan luka yang seharusnya ia dapat kalau tidak berhasil menghindari belati terbang itu.
“Apakah Senior tau? Perbuatan senior sangat tidak tau malu.” Ujar Lian Haocun sarkas sambil menekankan kata ‘Senior’. Awalnya Lian Haocun memang tidak ingin mencari masalah dengan Guan Hong, tetapi Guan Hong lah yang terus mencari masalah dengannya, dan sekarang, Lian Haocun memutuskan untuk melawan.
Guan Hong tidak menanggapi, tetapi ia menatap tajam ke Lian Haocun yang berlumuran keringat, dan memiliki berbagai luka kecil di tubuhnya. Jelas sekarang merupakan waktu yang tepat untuk menghabisi orang tersebut, Qi Spiritual dan stamina Lian Haocun jelas sudah terkuras karena pertarungan dengan anak-anak Cacing Iblis Beranak dan untuk bertahan terus menerus dari serangan ganas Yang Mu.
Akan tetapi, meski begitu, Guan Hong masih bisa merasakan tekanan tidak terlihat yang mengelilingi Lian Haocun, dan suara-suara seperti ‘Jangan mengusiknya, kalau kau tidak ingin terkena imbasnya.’ terdengar terus menerus, yang membuat Guan Hong ragu-ragu sesaat.
Tekanan yang dirasakan Guan Hong, bukanlah seperti tekanan dari seseorang yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi, tetapi dari orang itu sendiri, jika digambarkan, itu seperti tekanan seseorang bergaris keturunan bangsawan, yang berbeda dengan orang biasa seperti Guan Hong.
Lian Haocun menunggu serangan dari Guan Hong datang, tetapi apa yang ia perkirakan tidak pernah terjadi. Bahkan Guan Hong tidak membalas kata-kata kurang ajarnya itu. Maka dari itu, memanfaatkan kesempatan Guan Hong yang tampak ragu-ragu menyerangnya, Lian Haocun diam-diam pergi dari tempat tersebut.
Pasalnya, berdasarkan indra pendengaran Lian Haocun yang tajam, terdapat sekitar tiga anak cacing yang sedang menuju ke tempat Yang Mu, Guan Hong dan Lian Haocun berada. Dan sepertinya, kedatangan mereka diakibatkan suara aduan pedang antara Yang Mu dan Lian Haocun.
Tentu bukan hanya itu, keadaannya sendiri bisa dikatakan sangat tidak cocok untuk bertarung dengan Guan Hong, sehingga Lian Haocun memilih untuk pergi, dan memulihkan Qi Spiritualnya yang hampir habis. Namun sayangnya, meski berhasil lolos dari Guan Hong, sepertinya Lian Haocun tidak dibiarkan untuk beristirahat.
...****************...
Halo semua pembaca 'The Journey To Become The Strongest', maafkan saya atas keterlambatan update untuk ke sekian kalinya. Belakangan ini, saya agak kekurangan ide untuk menggambarkan adegan pertarungan yang bagus, sehingga saya juga ingin memohon maaf jika adegan pertarungan ini kurang memuaskan.
Saya akan berusaha untuk memberikan cerita yang lebih baik, dan lebih teratur lagi update-nya. Terima kasih atas penantian kalian, jika ada kritik, saran, atau bahkan pendapat, silakan tulis di kolom komentar. God Bless You!
-Zona