The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 146 — Sang Alkemis



Tanpa basa-basi, Lian Haocun langsung berkata, “Kami ingin menawarkanmu sebuah penawaran.”


Mendengar kata ‘mu’ yang keluar dari mulut Lian Haocun, Shen Nong mengembangkan senyum di wajahnya. Lian Haocun mengamati reaksi Shen Nong dan mencoba menebak apa yang dipikirkannya, namun kali ini, Lian Haocun yang ahli dalam membaca ekspresi, benar-benar tidak dapat menebak pikiran pria itu.


Dengan nada tenang yang agak ketus, Shen Nong berkata, “Di penawaran yang akan kau tawarkan, kita memang merupakan pihak yang setara, tapi di Sekte Serigala Giok, kau sebagai murid yang baru saja memasuki gerbang Sekte ini, tidak pantas bukan, memanggil seorang tetua dengan sebutan ‘mu’?”


Lian Huanran langsung menundukkan kepala-nya dan berkata, “Maafkan Kakak, dia tidak bermaksud buruk...”


Shen Nong mengangguk dan melanjutkan perkataannya, “Bukan hanya tidak menambahkan panggilan tetua, tapi kalian juga memasuki wilayah seorang tetua tanpa izin, bukankah ini sangat tidak sopan? Tambahkan lagi, kalian bahkan tidak mengenalkan diri kalian.”


Kali ini, Lian Haocun tidak membiarkan Lian Huanran menanggapi dan berkata, “Aku, Lian Haocun, dia, Lian Huanran, adik kembarku, dan ini, Long Yuan, teman kami. Kami datang bukan sebagai murid baru sekte ini, tetapi sebagai pihak setara yang menawarkan sebuah hubungan kerja sama.


Memasuki tempat ini tanpa izin memang sebuah tindakan yang buruk, tapi kami tidak memiliki pilihan lain, ditambah tidak mungkin kami bisa membuat perjanjian temu denganmu secara formal.”


Shen Nong memindahkan Gu Qin yang berada di atas kakinya, dan berdiri. Lalu, ia berjalan sampai di hadapan tiga anak tangga tersebut. Lian Haocun mendongakkan kepalanya untuk mengamati pria tersebut, tetapi sayangnya, ia tidak bisa menduga sepenuhnya apa yang ada di pikiran pria itu.


Shen Nong berkata, “Untuk kali ini, ku akan menoleransinya... Jadi, apa yang ingin kau tawarkan?”


Lian Haocun, “Sebuah hubungan kerja sama, kami memiliki bisnis yang sedang berkembang cukup baik saat ini, kami akan menyediakan tempat untukmu menjual pil-pil ajaib yang kau buat. Tentunya, kau sendiri mengetahui keuntungan besar yang bisa didapatkan dari ini kan?


Ditambah, ini pertama kalinya terdapat pil ajaib yang dijual di toko dan bukan pelelangan, sehingga jika diatur dengan baik, pil ajaibmu pasti akan laku. Sebagai ganti menjadi penyalur pil ajaib untukmu, kami akan mendapatkan keuntungan 10% dari penjualan, dan kau harus bersedia membagikan beberapa ilmu-mu sebagai alkemis.”


Mendengar apa yang dikatakan Lian Haocun, Shen Nong cukup terkejut, pasalnya ia yakin, dirinya menyembunyikan identitasnya sebagai alkemis dengan sangat rapat.


Kecuali seseorang yang mengetahui identitasnya membocorkannya kepada Lian Haocun, tetapi Shen Nong mengetahui dengan pasti, bahwa hal tersebut sangat tidak mungkin.


Pasalnya tidak akan ada keuntungan yang akan didapatkan orang tersebut dari membocorkan identitas Shen Nong. Sehingga, hanya tersisa satu jawaban.


‘Sepertinya jaringan informasi yang dimiliki bocah ini tidak bisa diremehkan...’ Batin Shen Nong.


Kemudian Shen Nong berkata, “Kau sepertinya sudah banyak mencari tau, tapi kau masih saja menyapaku dengan kata ‘mu’ atau 'kau'. Aku berpikir ku harus mengagumi keberanian mu untuk berani berbicara seperti ini kepada seorang alkemis dan tetua, ditambah bahkan ekspresi mu tidak terlihat ramah sama sekali. Dan sepertinya, jaringan informasi kalian sangat luas dan cukup bagus...?”


“Tidak, terlalu bagus...” Lanjut Shen Nong membetulkan.


Shen Nong mengembangkan senyum di wajahnya dan berkata, “Tatapan dan ekspresi mu sepertinya sudah sangat yakin kalau aku akan menyetujui tawaranmu, padahal jelas-jelas dari tawaran tersebut, bebanku akan bertambah, ditambah, kenapa kau berpikir aku kekurangan koin emas?”


Dengan nada datar, Lian Haocun membalas, “Tidak, kau tidak kekurangan koin emas. Kau jelas mengetahui dengan menyetujui tawaran ini, kau akan dapat memenuhi salah satu tujuan yang sedari dulu kau inginkan sebagai sosok alkemis.”


Shen Nong merasa benar-benar ingin tertawa kala mendengar perkataan Lian Haocun. Dengan nada mengejek, Shen Nong bertanya, “Memang apa yang ku inginkan?”


Tanpa ragu-ragu, Lian Haocun menjawab, “Membantu banyak orang, ku mengetahui, kalau kau sering menawarkan pil ajaib gratis kepada orang-orang yang kau temui, tetapi pada akhirnya lingkup tempat kau membagikan pil ajaib hanya itu-itu saja kan. Dengan kerja sama ini, pilmu bisa didistribusikan dan membantu banyak orang di seluruh penjuru Benua Afer.”


Kali ini, Shen Nong benar-benar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Begitu pula dengan Lian Huanran dan Long Yuan. Pasalnya sikap dan tindakan Shen Nong sedari tadi benar-benar tidak bisa dikatakan sangat rendah hati dan baik, bahkan Lian Huanran dan Long Yuan sudah menyimpulkan, akan susah membuat Shen Nong bersedia membagikan ilmu alkemis miliknya.


Shen Nong menundukkan kepalanya untuk menatap Lian Haocun, ia ingin mengetahui apa yang dikatakan Lian Haocun merupakan dugaannya saja atau ia benar-benar mengetahuinya, namun sayangnya, dari ekspresi Lian Haocun yang datar, Shen Nong benar-benar tidak bisa mendapatkan apa-pun.


Tiba-tiba, terdengar suara di pikiran Shen Nong. Shen Nong membeku sejenak, lalu mengubah ekspresinya 180°! Terdapat senyum lembut yang memberikan kesan rendah hati di saat bersamaan di wajah Shen Nong, sama seperti tatapannya, gestur tubuhnya pun memberikan kesan sosok yang rendah hati.


Lian Huanran dan Long Yuan benar-benar kebingungan dengan perubahan tiba-tiba Shen Nong, tetapi Lian Huanran mau pun Long Yuan tidak menanyakan apa-pun. Mereka hanya diam sambil mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya, toh mereka tidak akan bisa ikut campur dalam percakapan.


Shen Nong berjalan menuruni anak tangga, dan melewati mereka bertiga begitu saja. Setelah beberapa menit, yang berlalu dengan suasana hening, Shen Nong yang berdiri di depan Lian Haocun dan kelompoknya, berbalik menghadap ke Lian Haocun dan kelompoknya. Ia tampak bingung dan heran.


Lalu, dengan nada lembut dan perhatian, Shen Nong berkata, “Apa yang kalian lakukan diam saja? Ayo berbicara di dalam paviliunku, di sini agak dingin, tidak baik kan kalau kalian masuk angin?”


Lian Haocun dan kelompoknya yang tadinya hanya mengamati apa yang akan dilakukan Shen Nong, mulai berjalan mengikutinya. Dalam perjalanan menuju paviliun, Lian Haocun berulang kali memikirkan perubahan tiba-tiba sikap Shen Nong, namun sayangnya, tidak terdapat titik terang, hingga Lian Haocun hanya bisa mengesampingkannya saat ini.


Lian Haocun dan kelompoknya di bawa masuk ke paviliun sederhana dan minimalis Shen Nong. Shen Nong meminta Lian Haocun dan kelompoknya menunggu di ruang tunggu, sementara ia mengambil teh untuk disajikan. Sambil menunggu, Lian Haocun dan kelompoknya melihat-lihat ruangan tempat mereka berada.


Di ruangan tersebut, terdapat karpet dengan tekstur kasar yang menjadi tempat mereka duduk. Tentu bukan hanya karpet yang agak kasar, terdapat juga bantalan empuk. Di hadapan Lian Haocun dan kelompoknya, terdapat meja yang memiliki tinggi setara dengan perut Lian Huanran.


Bukan hanya meja dan kursi, di pojokan ruang tersebut, terdapat dua rak buku yang cukup menghabiskan tempat. Long Yuan menatap penasaran pada buku-buku yang memenuhi rak tersebut.


Terdapat juga jendela yang membiarkan sinar bulan menyinari ruangan tersebut, tetapi tentu, sinar tersebut belum cukup untuk menerangi ruangan tersebut, hingga ada lampu yang terlihat sederhana di atas kepala mereka. Lampu itu menempel erat dengan langit-langit ruangan tersebut.


Terdapat juga beberapa perabotan-perabotan lainnya di ruangan tersebut, dan sejauh mata memandang, Lian Haocun dan kelompoknya bisa menemukan banyak tanaman-tanaman hias.