
Chao Bence menunjuk suatu arah tanpa kesusahan karena menggendong Bai dan Cheng.
Lalu Chao Bence berkata, “Masuk ke pegunungan lebih dalam ke arah Barat Daya.”
Lian Haocun mengangguk ringan dan mereka berlima pun berjalan menuju ke arah yang disebutkan Chao Bence. Waktu perjalanan tidak terlalu lama, bisa dibilang cukup singkat karena tidak terlalu jauh.
“Di sini.” Ucap Chao Bence, berdiri di suatu tempat.
Lian Haocun mengalihkan pandangannya dari sekitarnya dan mulai mengamati apa yang ada di hadapannya Chao Bence. Hasilnya, tidak ada perbedaan dengan jalan yang dipenuhi oleh pepohonan-pepohonan sebelumnya. Masih dipenuhi pohon sakura yang indah dengan beberapa bunga sakura berguguran di tanah.
Tanpa aba-aba, Chao Bence meletakkan Bai dan Cheng yang sudah ia gendong sedari tadi dan menjulurkan kedua tangannya ke udara kosong. Tanpa diduga terjadi getaran hebat beberapa saat setelah Chao Bence melakukan hal tersebut. Getaran tersebut berasal dari tanah yang mereka pijak.
Lian Huanran dengan susah payah berusaha menyeimbangkan diri agar tidak terjatuh. Lian Haocun tetap tenang dan tidak bergeming sedikit pun. Sementara Chao Bence bahkan tidak mengedipkan matanya dan melanjutkan proses dengan wajah serius. Tidak memedulikan teriakan-teriakan pertanyaan dari Lian Huanran di belakangnya.
Sinar terang tiba-tiba menerangi mereka. Secara refleks Lian Huanran menutupi matanya dengan lengannya. Begitu juga dengan Lian Haocun, hanya saja postur Lian Haocun lebih elegan dibandingkan Lian Huanran.
Tetapi tanpa di duga, tiba-tiba tanah yang dipenuhi rerumputan dan daun-daun sakura tersebut mulai retak dan menciptakan suara yang menyeramkan.
Lian Haocun secara refleks berniat melompat dan menarik Lian Huanran untuk menghindari bahaya. Namun tanpa diduga retakan menjalar dengan sangat cepat, sehingga membentuk lubang besar di bawah mereka dan Lian Haocun tidak sempat melaksanakan rencananya. Ekspresi Chao Bence tidak berubah dari awal hingga akhir proses, sangat santai dan tidak peduli.
Lian Huanran yang terjatuh bebas ke bawah berteriak panik. Sementara Lian Haocun berteriak mengingatkan, “Gunakan Qi Spiritualmu untuk melindungi dirimu!” Lian Huanran ditenangkan sedikit oleh teriakan Lian Haocun dan segera melakukan apa yang diperintahkan Lian Haocun.
Lalu Chao Bence berteriak sambil terjun bebas bersama Bai dan Cheng kecil yang kembali berada di gendongannya entah sejak kapan, “Tenang saja! Kita akan segera sampai ke Lembah Beredo!”
Perkataan Chao Bence menenangkan kepanikan di hati Lian Huanran. Sementara Lian Haocun yang sudah menduganya hanya berekspresi seperti biasanya.
Dengan cepat mereka berlima jatuh ke bawah, namun rasa sakit yang ditunggu tidak datang dan mereka malah terjatuh di tempat yang empuk. Lian Huanran yang menutup matanya karena takut akan ras sakit, melihat sekeliling dengan bingung.
Lalu ia berkomentar, “Empuk sekali! Apa ini?”
Chao Bence menjawab singkat sambil mengecek keadaan Bai dan Cheng di gendongannya, “Sekumpulan kapas.”
Tubuh Bai dan Cheng kecil masih gemetaran mengingat kejadian ekstrem sebelumnya. Chao Bence mengelus pelan kepala mereka dan menyuarakan beberapa gumaman dalam bahasa yang dimengerti oleh Bai dan Cheng. Namun Lian Haocun dan Lian Huanran tidak bisa mengidentifikasi kata-kata yang dikatakan Chao Bence kepada Bai dan Cheng.
Lian Haocun bertanya memastikan, “Ini Lembah Beredo?” Sambil mengamati dan mengobservasi sekelilingnya.
Tempat itu agak gelap dan dikelilingi bebatuan yang dingin. Lian Haocun memprediksikan bahwa mereka sekarang berada di dalam gua. Ada beberapa kunang-kunang yang memberikan sedikit penerangan di tempat tersebut. Sehingga tidak terlalu gelap. Dari sudut pandang Lian Haocun, ia bisa melihat beberapa jalan keluar dari gua tempat mereka jatuh. Diperkirakan jalan tersebut menuju ke tempat yang berbeda-beda.
Chao Bence yang sudah berhasil menenangkan Bai dan Cheng kecil mengangguk dan mulai menjelaskan dengan senyum di wajahnya seperti biasanya,
Sehingga jika orang tersebut tidak memiliki tingkat kultivasi yang tinggi dan teliti, mungkin kalau dia menjelajahi seluruh Pegunungan Amir, orang itu tidak akan menemukan tempat ini. Dan, oh..., ini adalah salah satu gua di Lembah Beredo. Ayo kita keluar.”
Lalu Lian Haocun dan Lian Huanran mulai bangkit dari sekumpulan kapas yang ringan dan empuk, yang terlihat seperti awan. Kedua saudara kembar Lian mulai mengikuti Chao Bence yang terlihat seperti pemandu. Chao Bence menjelaskan satu-persatu tempat yang mereka lewati dengan deskripsi yang detail.
Lian Huanran mendengarkan dengan saksama, dengan rasa penasaran di hatinya. Bahkan beberapa kali ia mengajukan pertanyaan kepada Chao Bence. Sementara seperti biasa, Lian Haocun menjadi pendengar yang setia.
Setelah sampai di pintu masuk gua, Chao Bence berkata, “Oh iya, di sini kalian bisa berkultivasi selama mungkin. Karena aliran waktu di Lembah Beredo berbeda dengan dunia nyata. Bagus sekali bukan?”
Lian Huanran menyuarakan kekagumannya, “Wow. Apa perbedaannya?”
Chao Bence menjawab dengan wajah canggung, “Eh..., Ah... Itu kau bisa mencari tau sendiri saat sudah keluar, yang pasti walaupun kita menghabiskan banyak waktu di Lembah Beredo, di dunia nyata waktu yang kita habiskan tidak sebanyak itu.” ‘Waktu itu aku hanya tidur. Bagaimana aku tau pasti berapa banyak perbedaan waktunya.’
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tidak dikenal. Suara tersebut memiliki nada bingung, kaget dan terkejut.
...****************...
-
Lian Haocun dan Lian Huanran menghabiskan cukup banyak waktu mereka setiap harinya untuk berkultivasi. Selain berkultivasi, mereka juga berlatih buku keterampilan seni bela diri yang diberikan Chao Bence dan mempraktikkannya dengan berburu binatang ajaib yang berada di Lembah Beredo. Sehingga pemahaman mereka mengenai seni bela diri ‘Wuzhu’ meningkat.
Buku Keterampilan Seni Bela Diri ‘Wuzhu’ terdiri dari dua puluh lima teknik dan satu metode untuk melatih aliran di dalam tubuh. Ada banyak kegunaan dari metode tersebut, seperti daya tahan tubuh mereka akan bertambah, Qi Spiritual mereka akan lebih mudah dikendalikan, membersihkan kotoran spiritual yang tersisa dari tubuh mereka dan lain-lain. Metode ini juga memiliki beberapa tingkatan, yaitu low body sebagai tingkat terendah, middle body, high body dan hardened body sebagai tingkat yang tertinggi.
Lian Haocun juga melakukan rutinitas latihan fisik setiap harinya. Rutinitas fisik tersebut lebih berat dari sebelumnya saat berada di Sekte Langit Biru.
Begitu juga dengan Lian Huanran yang juga dipaksa untuk melakukan latihan fisik oleh Kakaknya. Namun latihan fisiknya lebih ringan daripada Lian Haocun.
Bukan hanya itu, mereka berdua juga berlatih buku keterampilan lain yang diberikan Chao Bence berdasarkan senjata mereka masing-masing serta gulungan yang diberikan oleh Guru mereka saat di Pegunungan Yama.
Buku Keterampilan Pedang Lian Haocun bernama, ‘Gerakan Dewa Seribu Pedang’. Sedang Buku Keterampilan Teknik Panah Lian Huanran bernama, ‘Teknik Mematikan dari Langit’.
Sementara Bai dan Cheng dipaksa berlatih di bawah bimbingan Chao Bence, karena Lian Huanran yang bisa dibilang sangat sibuk setiap harinya, Bai dan Cheng hanya bisa diserahkan kepada Chao Bence untuk diurus. Sehingga Chao Bence menjadwalkan latihan yang sangat ketat untuk mereka sambil mengajarkan Bai dan Cheng berbagai hal.
Siang berganti malam, malam berganti siang. Matahari berganti bulan dan bulan berganti matahari. Begitu terus menerus sehingga tidak terasa sudah empat puluh tiga tahun berlalu. Perkembangan Lian Haocun dan Lian Huanran bisa dibilang sangat pesat dibandingkan kultivator-kultivator se-umuran mereka.
Penampilan mereka juga sudah banyak berubah selama waktu pelatihan tertutup. Sekarang mereka memiliki wajah berusia delapan belas tahunan dengan tubuh kekar yang dipenuhi kekuatan ledakan otot. Bagaimanapun mereka berdua selalu berlatih fisik bersama secara intensif di pagi hari. Tinggi mereka juga meningkat cukup banyak, walaupun tetap Lian Haocun lebih tinggi dari pada Lian Huanran.