The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 172 — Kota Noula : Wabah Penyakit (9)



Terdengar suara seseorang yang menjawab perkataan Lian Haocun, “Kami tidak mengikutimu, hanya kebetulan menemukan kalian bertingkah laku mencurigakan. Apa yang kalian lakukan di sini?”


Suara itu benar-benar terdengar familier di telinga Lian Huanran, Long Yuan, Yun Shao mau pun Qian Wenwu. Ya..., itu adalah suara Guan Hong yang seharusnya sekarang sedang menginvestigasi di Kota Noula!


Lian Huanran menoleh ke arah sumber suara, dan langsung menemukan Guan Hong bersama ketiga orang lainnya. Long Yuan memastikan itu adalah Guan Hong, dan secara otomatis bertanya, “Ke mana mereka berdua yang terjangkit penyakit?'”


“Mereka sudah kutempatkan di tempat yang aman. Kalian belum menjawab pertanyaanku, apa yang kalian lakukan di sini?” Balas Guan Hong sambil menatap tajam Lian Haocun.


Lian Huanran tidak terlalu suka dengan nada Guan Hong saat berbicara, pasalnya dari nada bicaranya saja, Lian Huanran bisa merasakan kesombongan dan keangkuhan Guan Hong, seakan-akan ia adalah orang yang penting dan berwenang.


Jadi, Lian Huanran membalas perkataan Guan Hong tanpa memedulikan identitas orang tersebut sebagai seniornya, “Kalian juga, apa yang kalian lakukan di sini?”


Agak kekanak-kanakan memang, tetapi entah mengapa baik Yun Shao mau pun Long Yuan merasa apa yang dilakukan Lian Huanran bukan hal yang buruk. Meski mungkin saja, setelah menyelesaikan misi ini, Guan Hong mencari mereka untuk balas dendam.


“Kami sebagai senior tentu harus memperhatikan junior kami bukan? Kalau tidak, bisa-bisa mereka membuat berbagai masalah yang tidak perlu, sehingga merepotkan kami.” Jawab Guan Hong lancar, yang membuat Lian Haocun ingin tersenyum tipis, ya, pasalnya ia sudah menyadarinya sedari awal, kalau Guan Hong dan kelompoknya membuntuti mereka. Untungnya, Lian Haocun berhasil menjaga ekspresinya tetap dingin dan acuh tak acuh.


“Apa yang kami lakukan, apa hubungannya denganmu? Kami juga tidak akan membuat masalah, jadi kau tidak perlu mengawasi kami seperti ini!” Balas Lian Huanran dengan nada tinggi, ia benar-benar tidak nyaman dengan tindakan seperti itu. Bagaimanapun, perasaan dikekang dan diawasi, tidak pernah menyenangkan bagi Lian Huanran yang suka kebebasan.


“Tidak perlu seperti ini, Huanran, biarkan saja mereka mengikuti kita.” Ucap Lian Haocun tenang, tetapi perkataannya memberikan kesan ketidakpedulian. Sebelumnya karena memerlukan informasi, Lian Haocun bersikap 'sopan' ke Guan Hong, tetapi sekarang berbeda.


Kemudian, tanpa diduga, Lian Haocun memukul batu itu dengan keras! Seketika, tembok batu yang tampak kokoh itu, hancur lebur menjadi pecahan-pecahan batu. Lian Huanran mengedipkan matanya berkali-kali, lalu bertepuk tangan tanpa alasan.


Kemudian, mereka pun masuk ke dalam gua dengan beberapa orang tambahan. Lian Haocun berjalan paling depan, sementara Guan Hong dan kelompoknya berjalan di paling belakang. Setelah tembok itu diruntuhkan, tampaklah lorong gelap gulita yang memiliki kesan menyeramkan.


Selama perjalanan, Lian Huanran merasa tidak nyaman, dan cukup takut, tetapi ia menutupinya dengan sikap periang. Meski, Lian Haocun tentunya menyadari ketidaknyamanan dan ketakutan saudara kembarnya, Lian Haocun merasa Lian Huanran harus menghadapi ketakutannya sendiri, sehingga ia hanya membiarkannya sambil mengawasi situasi di dalam lorong gua.


Walaupun berpikir seperti itu, Lian Haocun tetap menggunakan elemen apinya untuk menerangi lorong gua. Lian Huanran melihat nyala api yang berkobar di tangan Lian Haocun, dan merasakan kepedulian Lian Haocun kepada dirinya. Seketika, hatinya terasa hangat seperti suhu gua saat itu.


Dengan suasana harmonis, Lian Haocun dan kelompoknya berjalan lurus ke depan. Perjalanan itu juga diiringi dengan canda dan tawa Lian Huanran dengan yang lain. Hanya Guan Hong dan kelompoknya yang memiliki suasana suram, yang sangat kontras dengan suasana di sekitar kelompok Lian Haocun.


Tanpa terasa, mereka sudah berjalan selama lima menit an, akan tetapi, segalanya tampak normal, seakan-akan itu hanya lorong gua gelap biasa. Namun, yang lebih aneh, Qian Wenwu terus menerus merasa tidak tenang, kekhawatiran dan kegelisahan menggerogoti dirinya. Seakan-akan, ada sesuatu buruk menanti mereka di masa depan.


Benar saja, tidak lama kemudian, Lian Haocun bisa melihat segerombolan cacing-cacing kecil keluar dari tanah, dan menuju ke arah mereka! Sepertinya, karena ukuran cacing tersebut yang terlalu kecil, baik Lian Haocun dan yang lainnya, tidak mengetahui keberadaan cacing tersebut.


Guan Hong melihat segerombolan cacing yang berjumlah sekitar seratus ribuan, dan merasa sedikit mual dan jijik. Mereka berdelapan dikepung oleh segerombolan cacing kecil, dari atas, bawah, depan, belakang, bahkan sampai sisi samping mereka!