
Dapat dipastikan bahwa pria itu adalah pria misterius yang mengikuti Lian Haocun dari hari pertama hingga hari terakhir kompetisi. Seakan-akan tidak menyadari tatapan tidak ramah Lian Haocun dan Lian Huanran, pria berambut biru itu menyapa mereka dengan suara yang sangat lembut.
“Selamat siang. Ini pertama kalinya kita berjumpa bukan?” Ucap pria dengan simbol zodiak Aquarius di keningnya itu sambil tersenyum ramah kepada Lian Haocun dan Lian Huanran.
Seketika Lian Huanran merasa muak dan langsung menggunakan busur panahnya untuk memanah pria berambut biru panjang yang sedang duduk di atas bantal itu. Anak panah itu melesat dengan cepat ke arah pria berambut biru panjang itu.
Pria itu menangkap anak panah yang melesat ke arahnya semudah membalikkan telapak tangan dan menghilangkan anak panah dari Lian Huanran tanpa sisa, seakan-akan anak panah itu tidak ada sedari awal. Lalu dengan santainya, pria berambut biru panjang itu menyesap tehnya yang masih mengepulkan asap panas.
Lalu seakan-akan tidak mengerti kenapa Lian Huanran melepaskan tembakan panah ke arahnya, pria berambut biru panjang itu bertanya dengan nada ramah, “Kenapa kau menyerangku?”
Lian Huanran yang sudah merasa sangat muak dengan ‘topeng' pria berambut biru tersebut berteriak penuh emosi ke arahnya, “TIDAK PERLU BERPURA-PURA!!”
Suasana menjadi agak panas, tetapi Lian Haocun tidak melakukan apa-pun, tidak menghentikan Lian Huanran yang sudah mulai melontarkan kata-kata yang tidak mengenakkan. Ia hanya berdiam diri di tempat seakan-akan ia tidak berhubungan sama sekali dengan hal ini.
Sementara Long Yuan bingung dan linglung dengan apa yang terjadi, ia melihat pria lain yang berada di ruangan tersebut, pria tersebut berambut hitam kecokelatan panjang dengan mata semerah api yang membara. Namun bukan itu yang menarik perhatian Long Yuan, ia melihat simbol api di keningnya.
Tubuh Long Yuan gemetar ringan dan matanya terpaku kepada pria berambut kecokelatan panjang tersebut, matanya memancarkan tatapan terkejut dan penuh hormat. Pria berambut hitam kecokelatan itu duduk berhadapan dengan pria berambut biru panjang. Pria berambut kecokelatan mengetahui tatapan Long Yuan jatuh kepadanya, tetapi ia tetap meminum teh dengan sangat tenang, seakan-akan ia tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya.
Meski pria berambut biru panjang sudah diteriaki dengan sangat kasar oleh Lian Huanran, ia tidak terlihat marah sama sekali, bahkan wajahnya masih memiliki senyuman tipis yang ramah. Lalu pria berambut biru panjang tersebut memperkenalkan dirinya, “Perkenalkan saya adalah Shui Zuo, Jenderal Iblis Aquarius. Selamat sudah berhasil memenangkan kompetisi.”
Mata Long Yuan membelalak terkejut, terdapat kecemasan dan kepanikan yang tumbuh di hatinya. Bagaimanapun siapa yang tidak akan cemas ketika bertemu Jenderal dari ras Iblis yang selalu ditakuti oleh hampir seluruh ras?
Meski begitu Long Yuan mencoba untuk tetap tenang dan menganalisis serta mengamati situasi. Walaupun Lian Huanran memang menceritakan perihal Gurunya yang diculik, Lian Huanran tidak memberitahu Long Yuan siapa pelakunya. Jadi Long Yuan benar-benar tidak tau bahwa Lian Haocun dan Lian Huanran berkonflik dengan Jenderal Iblis.
Lian Huanran tidak membiarkan Shui Zuo untuk melanjutkan perkataannya dan mengarahkan lima anak panah langsung ke Shui Zuo, tentu dengan setiap panah diterapkan teknik yang berbeda-beda. Sebelum kelima panah dengan aura berbeda itu dapat menyentuh Shui Zuo, kelima panah itu dihentikan dan diselubungi oleh kabut hitam, yang diduga berasal dari Shui Zuo.
Kemudian baru Lian Haocun, seakan-akan ia baru sadar apa yang terjadi, menghentikan Lian Huanran yang sudah berniat bertempur habis-habisan dengan Shui Zuo dan berkata dengan nada yang sangat dingin dan tajam, “Apa tujuanmu?”
Lalu Lian Haocun melirik pria berambut hitam kecokelatan dan berkata dengan nada sinis yang meremehkan, “Apa sekarang Hutan Mofa pun bekerja sama dengan ras iblis?” Senyum tipis mengejek tersungging di wajah Lian Haocun.
Perhatian Lian Huanran dan Long Yuan langsung dialihkan ke senyum mengejek Lian Haocun yang bisa membuat orang gemetaran ketakutan. Bagaimanapun ini pertama kalinya mereka melihat senyum di wajah Lian Haocun yang selalu tanpa ekspresi, meski itu hanya senyum mengejek sekalipun.
Pria berambut hitam kecokelatan yang merupakan pemimpin atau penguasa dari Hutan Mofa tidak menanggapi ejekan dari Lian Haocun dan tetap meminum tehnya seakan-akan ia tidak mendengar apa pun. Tindakannya sangat santai dan bahkan memberikan kesan elegan, tetapi suasana segera menjadi panas dan tegang.
Akhirnya Shui Zuo menanggapi dengan berkata, “Aku tidak berada di kubu yang sama dengan ‘mereka’. Kalau tidak, bukankah lebih baik-ku menyembunyikan identitasku dari pada mengungkapkannya?”
Shui Zuo menghela nafas berat dan berkata dengan nada melankolis, “Kalau begitu apa yang bisa kulakukan agar kalian mempercayaiku?”
Sebelum Lian Huanran dapat menjawab, Lian Haocun menanggapi dengan nada sinis dan tajam, “Di mana Guru kami berada?”
Shui Zuo menghela nafas panjang dan berkata, “Aku tidak bisa memberitahu kalian.”
Segera Lian Huanran meledak dalam amarah dan niat membunuh, “Heh! Tentu saja bukan? Karena itu akan merugikan rasmu sendiri!!” Tangan Lian Huanran terkepal sangat erat saat mengatakan itu, tetapi ia masih menahan diri, tidak seperti sebelumnya.
Shui Zuo masih tetap tenang meskipun dituduh begitu buruk oleh Lian Huanran, lalu Shui Zuo berkata, “Kalau aku memberitahu kalian sekarang, apa kalian tidak akan segera pergi ke sana tanpa memperhitungkan risikonya? Kalian bahkan tidak bisa melukaiku sedikit pun, bagaimana kalian akan melukai Baran, Jenderal Iblis Aries? Apa kalian ingin mengalahkannya dengan binatang ajaib kalian itu? Si ular itu?”
Lian Huanran tidak bisa berkata-kata kepada tanggapan Shui Zuo, karena apa yang dikatakannya benar, jika itu Lian Huanran, ia benar-benar akan segera pergi ke sana, entah informasi itu benar atau palsu.
Sedangkan Lian Haocun dengan ekspresi wajah yang sudah kembali seperti semula, acuh tak acuh dan tanpa ekspresi, berkata suara yang sangat dingin, “Apakah kau begitu mengenal kami sehingga kau bisa memprediksi apa yang akan kami lakukan?”
Shui Zuo agak tidak menduga tanggapan seperti itu dan senyumnya semakin lebar, tetapi ia masih menjawab dengan sangat tenang, “Aku tidak perlu mengenal kalian untuk tau bahwa begitu mendengarnya adik kembarmu akan langsung segera pergi ke sana.”
Lian Haocun yang sudah tidak berminat untuk berbasa basi, bertanya dengan nada yang sama seperti sebelumnya, “Apa tujuanmu?”
Shui Zuo, “Bersekutu dengan kalian.”
Lian Haocun sudah menduga tanggapan Shui Zuo dan berkata dengan suara mengejek yang dingin, “Untuk memata-matai kami? Atau untuk menculik kami juga? Kami bahkan tidak bisa memastikan bahwa perkataanmu bukan sebuah kebohongan.”
Biodata Diri Shui Zuo!
Selanjutnya siapa lagi ya?
Terima kasih atas dukungan kalian semua! Jangan pernah lupa menjaga kesehatan ya! Selamat hari raya Idul Adha juga bagi yang merayakan, meski tidak bisa melakukan tradisi seperti tahun-tahun sebelumnya, kita masih bisa menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial atau pun media komunikasi. Sampai jumpa!
-Zona