
Menghadapi situasi yang tidak menguntungkan, serta bisa mengakibatkan cedera fatal, Lian Haocun tidak menunjukkan ketakutan dan kepanikan sama sekali.
Dalam waktu kurang dari tiga detik, Lian Haocun berhasil membuat banyak lapisan pertahanan dari elemen api dikombinasikan dengan Qi Spiritualnya. Tentunya, Lian Haocun tidak akan seperti orang bodoh yang hanya menunggu serangan tiba ke arahnya.
Lian Haocun mengalirkan banyak Qi Spiritual ke pedang hitamnya, Jianheng. Lalu ia mengayunkan pedangnya secara diagonal, menyamping dari atas ke bawah. Segera dinding tanah yang tampak kokoh itu, hancur lebur menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih kecil!
Kemudian, tanpa memberikan waktu untuk Zhong Xia menghela nafas berat, Lian Haocun bergeser ke samping kiri! Untuk menghindari tebasan melengkung Zhong Xia. Semua serangkaian gerakan itu, diselesaikan dalam waktu kurang dari sepuluh detik.
Tebasan pedang Zhong Xia yang tampak begitu bersemangat untuk membelah tubuh Lian Haocun menjadi dua, menabrak penghalang yang dibentuk di sekitar ring, lalu menghilang begitu saja. Sementara, tombak tanah Zhong Xia tertancap erat di ring.
Ekspresi wajah Zhong Xia tampak sangat rumit, pasalnya, siapa yang akan menduga bahwa Lian Haocun bisa semudah itu menghancurkan dinding tanah yang memerangkap dirinya? Tentu, dengan premis, tingkat kultivasi Lian Haocun yang sebenarnya tidak diketahui.
Walau pikiran Zhong Xia dipenuhi berbagai pertanyaan, dan kutukan, waktu tetap berjalan! Lian Haocun melesat menuju Zhong Xia dengan kecepatan tinggi! Meski pikirannya kacau, tubuh Zhong Xia yang sudah berintegrasi dengan pertarungan, langsung menggerakkan pedangnya untuk menangkis, tetapi sayangnya, tujuan Lian Haocun bukan untuk beradu pedang dengan Zhong Xia, tanpa ampun, Lian Haocun melayangkan tendangan rendah ke tulang kering Zhong Xia!
Sontak, Zhong Xia merasakan rasa sakit dan kehilangan keseimbangan, sehingga ia jatuh terduduk! Lian Haocun menggerakkan pedangnya ke samping leher Zhong Xia, lalu menatap Zhong Xia tajam. Zhong Xia yang merasa malu dan geram, hampir tidak bisa mengendalikan ekspresi wajahnya.
Dengan aura mengintimidasi, Lian Haocun berkata lantang, “Aku menyerah.”
Semua penonton di arena tersebut tampak heran dan terkejut dengan keputusan Lian Haocun, pasalnya jelas, terlihat kalau Lian Haocun berada dalam posisi pemenang dibandingkan orang yang terjatuh terduduk di hadapan Lian Haocun, Zhong Xia.
Bagaimanapun tindakan Lian Haocun bisa dikatakan seperti mempermalukan Zhong Xia, dan jelas, akan membawa masalah pada Lian Haocun sendiri. Pasalnya terdapat sosok yang tidak dapat disinggung di belakang Zhong Xia.
Ekspresi lembut, ramah, dan rendah hati Zhong Xia benar-benar runtuh. Seumur hidupnya, ia tidak pernah diperlakukan dan dipermalukan seperti ini, apalagi oleh seseorang yang jelas tidak dikenalnya! Dengan nada marah dan kesal, Zhong Xia berteriak, “Kau! Kau!”
Lian Haocun yang sudah berjalan ke luar ring, berbalik dan berkata, “Bukankah kau yang ‘meminta’-ku untuk menyerah?”
Satu kalimat Lian Haocun benar-benar menuangkan bongkahan batu di atas danau yang tenang. Segera, orang-orang di distrik itu menjadi lebih berisik dari sebelumnya. Mereka mulai membentuk berbagai spekulasi di pikiran mereka, yang tentu berdampak buruk untuk citra dan reputasi Zhong Xia di Sekte Serigala Giok.
Kemarahan Zhong Xia, membuat Zhong Xia bertindak gegabah. Tanpa diduga oleh siapa pun, Zhong Xia melayangkan serangan kepada Lian Haocun yang sedang berjalan ke luar ring!
Lian Haocun bersiap merespons serangan pengecut Zhong Xia, tetapi sosok bertumbuh tinggi dan berbadan kekar, menghalangi tusukan pedang yang ditujukan Zhong Xia kepada Lian Haocun, dengan telapak tangannya.
Darah segar mengalir deras dari luka sosok bertubuh tinggi yang melindungi Lian Haocun. Lian Haocun menduga, kalau sosok bertubuh besar itu merupakan penjaga keamanan di distrik emas.
Dengan nada yang tidak bisa dibantah, petugas tersebut berkata, “Pertandingan sudah selesai, tidak diperbolehkan untuk menyerang sesama murid sekte di luar pertandingan arena.” Petugas keamanan memberikan tekanan pada kata murid, sehingga hanya orang bodoh yang tidak menyadari, kalau ia sedang memperingatkan Zhong Xia!