
Bartender mulai bercerita dengan sangat fasih,
“Kejadian ini berawal dari tujuh bulan yang lalu. Tidak diketahui pasti kapan korban menghilang, pagi, siang atau malam. Sekarang sudah ada sekitar tiga belas korban.
Korban pertama adalah seorang laki-laki yang bekerja serabutan dan memiliki lumayan banyak kenalan sehingga keberadaannya yang hilang dengan cepat disadari.
Korban kedua adalah seorang anak gadis dari pebisnis di Kota Pascima yang lumayan terkenal karena kecantikannya. Sehingga kehilangan gadis itu dengan cepat ditemukan, tapi pada akhirnya dicari ke mana pun tidak ditemukan jejaknya sama sekali sama seperti korban pertama. Korban ketiga adalah......”
Bartender menghabiskan waktu sepuluh menitan untuk menceritakan korban-korban dengan sangat ringkas.
Setelah berbicara tanpa henti, suara bartender itu menjadi agak serak.
Shen Wenhuan tidak memedulikannya dan berkata satu kata, “Rumor.”
Secara ajaib, bartender mengerti maksud satu kata tersebut dan mulai berkata dengan sedikit suara serak,
“Ada banyak rumor mengenai kejadian orang-orang yang hilang ini. Ada yang bilang mereka diculik, mereka dijadikan persembahan, mereka dibunuh oleh orang-orang benci dengan mereka, mereka..., bahkan ada yang paling menyeramkan dan mengerikan, mereka dibunuh oleh ras iblis mulai menginvasi Kota Pascima.”
Shen Wenhuan tidak bertanya apa-apa lagi lalu berdiri dan memberikan kira-kira dua puluh koin emas kepada bartender.
Kemudian Shen Wenhuan berkata dengan nada dingin, “Terima kasih.” Sebelum melangkah pergi ke luar bar.
Terdengar suara gemerincing bel yang lumayan nyaring. Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence juga mengikuti Shen Wenhuan yang bergegas keluar.
Mereka berempat ke restoran terlebih dahulu untuk makan sambil mendengarkan orang-orang yang bergosip dengan harapan mendapatkan informasi yang berguna.
Setelah makan, mereka berempat mengumpulkan beberapa informasi dari tempat-tempat korban tinggal. Baru kemudian setelah bulan hampir muncul, mereka berempat kembali ke penginapan.
Bai dan Cheng yang dikurung di dalam ruangan bergegas ke arah Lian Huanran yang sudah memasuki ruangan. Lian Huanran menanggapi dengan mengelus kepala mereka lembut dan penuh perhatian. Tawa senang yang penuh dengan kehangatan muncul di wajah Lian Huanran.
Sementara itu, Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Chao Bence melepas jubah hitam yang mereka kenakan. Lalu, Shen Wenhuan mengeluarkan gulungan yang diberikan Bao Fen.
Laporan di gulungan tersebut tidak terlalu lengkap dan hanya berisi beberapa informasi ringkas mengenai setiap korban sehingga Shen Wenhuan hanya bisa menghela nafas melihatnya, kemudian memasukkan gulungan tersebut kembali ke cincin penyimpanannya.
Kemudian Shen Wenhuan menanyakan pendapat muridnya, “Haocun, apa pendapatmu mengenai kasus ini?”
Lian Haocun segera menjawab, “Menurutku tidak mungkin kalau dalang dari kasus ini adalah orang yang menyimpan dendam khusus kepada korban. Korbannya terlalu acak dan jaringan sosialnya pasti sangat luas.”
Shen Wenhuan mengangguk dan bertanya kepada Lian Huanran yang sudah melepaskan jubah hitamnya, “Kalau Huanran, apa pendapatmu mengenai kasus ini?”
Lian Huanran yang ditanya langsung memutar otaknya secepat mungkin dan menjawab,
“Aku setuju dengan pendapat Kakak, tapi mayat semua korban hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Apa mungkin ini ada hubungannya dengan pria berambut perak waktu itu?”
Seketika suasana menjadi dingin dan tegang. Lian Haocun tiba-tiba memikirkan kalimat terakhir dari bartender tersebut, 'ras iblis mulai menginvasi Kota Pascima.’
“Lebih baik kita jangan hubungkan dulu semuanya dengan pria berambut perak itu. Apalagi belum tentu dia adalah ras iblis. Kenapa kita tidak mencari informasi dulu dari perkiraan tempat mereka menghilang?”
Shen Wenhuan juga memikirkan hal yang sama dan dengan cepat ia menganggukkan kepalanya,
“Baiklah, mari lakukan itu untuk keesokan harinya. Untuk saat ini mari beristirahat dulu. Emmm..., Tuan Chao, apa anda ingin tinggal di sini bersama saya atau sekamar dengan Haocun dan Huanran?”
Chao Bence bersama senyum di wajahnya yang selalu ada sepanjang waktu, dengan cepat memilih,
“Tentu, aku tidak bisa mengganggu Tuan Shen yang terhormat, saya akan sekamar dengan kedua bocah itu saja.”
Shen Wenhuan menjawab, “Baiklah.”
Lalu Bai, Cheng dan Chao Bence mengikuti Lian Haocun dan Lian Huanran ke kamarnya.
“Untungnya kamarnya luas.” Komentar Lian Huanran melihat sekeliling kamar yang dipesan oleh Shen Wenhuan.
Sedangkan Lian Haocun yang memasuki kamar berjalan ke tempat tidur dan segera duduk bersila di kasurnya dan mulai berkultivasi. Suasana di kamar tersebut menjadi hening sejenak.
Sang penghancur suasana tidak nyaman maupun hening, Chao Bence mulai berbicara mengenai berbagai hal sambil mencoba mengendong Bai yang terlihat gemetar ketakutan dengan Chao Bence. Lian Huanran memperhatikan hal tersebut dan segera mengambil kembali Bai, lalu menenangkan Bai.
Cheng yang juga berbaring di dekat Lian Huanran mulai bangkit dan menjilati Lian Huanran. Pemandangan tersebut terlihat sangat akrab dan harmonis. Namun Chao Bence lama-lama terabaikan oleh Lian Huanran yang lebih fokus bermain dengan kedua binatang ajaib kecil yang imut.
Chao Bence mulai meningkatkan volume suaranya dalam setiap perkataan sehingga mau tidak mau Lian Huanran menanggapi Chao Bence, namun itu cuma beberapa anggukan dan gumaman, dengan mata Lian Huanran yang masih fokus dengan Bai dan Cheng.
Dan begitulah Chao Bence yang diabaikan karena dua binatang ajaib kecil yang imut dengan terpaksa menutup mulutnya setelah berbicara omong kosong sekian lama karena tidak ada yang menanggapinya.
Pagi hari tiba dengan cepat, Lian Huanran yang tertidur di kasur bersama Bai dan Cheng di pelukannya terganggu oleh sinar matahari cerah yang memasuki ruangan. Chao Bence yang membuka tirai tersebut, tentu sebagai balas dendam kecil karena diabaikan kemarin malam.
Lian Haocun yang sudah bangun dan berpakaian rapi mengetahui hal tersebut dan berkomentar di dalam hatinya, ‘Kekanak-kanakan.’
Karena sinar matahari yang mengganggu, dengan terpaksa Lian Huanran bangun dari tidurnya dan mulai bersiap-siap untuk penyelidikan.
Lian Huanran terpaksa meninggalkan Bai dan Cheng kecil yang juga terlihat enggan untuk berpisah dengan Lian Huanran, untuk penyelidikan yang mungkin saja berbahaya.
Shen Wenhuan yang sudah berpakaian rapi dengan aura elegan dan bangsawan yang menyelimutinya sedang duduk sambil meminum teh dengan anggun.
Lian Haocun menyapa Shen Wenhuan diikuti oleh Lian Huanran. Shen Wenhuan mengangguk menanggapi sapaan hormat Lian Haocun dan Lian Huanran.
Lalu Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence yang entah kenapa bisa memakan makanan manusia, makan bersama di meja yang berbentuk bundar.
Dengan keberadaan Chao Bence yang suka berbicara bersama Lian Huanran, suasana saat makan yang seharusnya hening menjadi sangat berisik. Karena kebisingan, Lian Haocun mengerutkan keningnya tanpa sadar.