
“Namun, Sekte Lembah Darah Biru bahkan lebih luar biasa daripada kami.” Kata Penatua Hong memuji Sekte Lembah Darah Biru.
Wu Shilin berterima kasih atas ucapan Penatua Hong dengan tenang dan elegan.
Penatua Rong yang berwajah dingin bertanya kepada Wu Shilin sambil sedikit mengeluarkan tekanan, “Apa tujuan Tuan muda Wu datang kemari?”
Pengikut yang mengikuti Wu Shilin jelas menyadari tekanan yang ditujukan kepada Penatua Rong, mereka bersiap untuk memprotes dan menyerang. Wu Shilin segera melambaikan tangannya pertanda bahwa tidak akan ada masalah. Wu Shilin berkata dengan sopan dan ketenangan walaupun menghadapi tekanan dari orang yang lebih kuat darinya,
“Saya ingin lebih mengenal peserta-peserta dari Sekte Langit Biru ”
Lalu Shen Wenhuan berkata, “Penatua Rong tolong lepaskan tekanannya itu.”
Penatua Rong langsung melepaskan tekanannya dan berkata dengan sopan namun tidak menjelaskan, “Maaf, Tuan Muda Wu.”
Pengikut yang mengikuti Wu Shilin merasakan amarah namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, Wu Shilin bahkan tidak memperhatikan mereka dan berkata dengan ringan, “Tidak apa-apa, Penatua Rong.”
Shen Wenhuan berkata, “Silakan jika Anda ingin lebih mengenal mereka, tapi...”
Terdapat jeda sejenak lalu Shen Wenhuan tersenyum tipis namun memberikan kesan misterius yang membuat orang merinding, “Jangan mencari masalah.” Peringat Shen Wenhuan dingin.
Penatua Hong yang sedari tadi menonton percakapan juga berkata dengan nada bercanda, “Lebih baik tidak membuatnya marah. Dia guru yang sangat overprotektif terhadap muridnya.”
Wu Shilin mengangguk mengerti dan memerintahkan kepada keempat pengikutnya, “Kalian, tolong hibur Penatua Shen, Penatua Hong dan Penatua Rong.”
Ketiga penatua dengan keempat pengikut memiliki suasana canggung di sekitarnya saat perintah Wu Shilin keluar. Tanpa memedulikan suasana ketiga penatua dengan keempat pengikutnya, Wu Shilin bergegas menuju ke arah Lian Haocun, Lian Huanran dan Tang Yelu yang terlihat seperti sedang menonton pertunjukkan.
Tang Yelu dan Lian Huanran menyapa Wu Shilin secara bersamaan, “Halo, Tuan muda Wu.”
Wu Shilin menjawab sambil menggunakan tangannya untuk membuat isyarat, “Jangan memanggilku ‘Tuan muda Wu’ itu sangat tidak enak didengar. Panggil saja Shilin.”
Luo Bowen dan Chun Ming yang merasa bahwa mereka tidak cocok dan tidak pantas dengan Wu Shilin meminta izin untuk meninggalkan tempat itu dengan alasan klasik, ‘Kami ingin pergi ke toilet.’
Lian Huanran tidak menyadari bahwa mereka tidak ingin melibatkan diri dalam percakapan dengan Wu Shilin yang terkenal jadi ia menyetujuinya.
“Oh iya, Shilin duduk di sini. Kalau berdiri terus kau pasti akan lelah.” Kata Lian Huanran ceria dan bersemangat karena mendapatkan teman baru lagi. Wu Shilin duduk lalu mengucapkan terima kasih.
Tang Yelu bertanya, “Kenapa kau mencari kami?”
Wu Shilin, “Aku berpikir berteman dengan kalian tidak akan buruk.”
Lian Huanran menyahut, “Kau tidak boleh memilih-milih dalam berteman.”
Wu Shilin menjawab ringan dan lembut, “Bukan begitu maksudnya.”
Lian Huanran bertanya dengan bingung, “Oh terus maksudnya apa?
Wu Shilin, “Itu agak susah dijelaskan.”
Lian Huanran berkata dengan nada sedih, “Sayang sekali.”
Namun semangatnya langsung kembali lagi dalam sekejap, “Kakak, kau juga harus ikut dalam percakapan!”
Lian Haocun tetap diam dan mau tidak mau Lian Huanran harus menjelaskan agar tidak menyinggung Wu Shilin,
“Kakak selalu seperti ini. Abaikan saja.”
Lalu Lian Huanran mulai mengeluh mengenai Lian Haocun yang acuh tak acuh dengan suara berbisik yang masih bisa didengar oleh Lian Haocun. Terkadang Tang Yelu akan menjawab dan menanggapi sedangkan Lian Haocun bahkan tidak repot-repot membuat suara ‘Hm’ singkat satu kali pun. Kemudian tiba waktunya untuk babak kedua.