The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 11 — Pegunungan Yama (5)



Teriakan Lian Huanran membuat ekspresi dan emosi bermacam-macam di mata Lian Haocun lenyap. Lian Haocun melihat Lian Huanran yang masih jauh darinya, tetapi teriakan yang mengkhawatirkan itu mencapai telinga Lian Haocun.


Lian Haocun merasa hatinya sedikit hangat karena kasih sayang kekeluargaan yang tidak pernah Lian Haocun rasakan di kehidupan sebelumnya. Kemudian suhu di lingkungan tanpa disadari menurun hingga ke suhu normal.


Lian Huanran mencoba berlari secepat mungkin menuju tempat Lian Haocun. Ekspresi wajah dan matanya dipenuhi kekhawatiran. Rambut pirangnya yang diikat dengan gaya ponytail terlihat sedikit berantakan karena diterpa angin. Segera Lian Huanran sampai di tempat Lian Haocun.


Pakaian yang dikenakan Lian Haocun memiliki robekan dengan tiga cakaran, tetapi anehnya di tubuh Lian Haocun tidak terdapat satu pun luka. Lian Huanran memperhatikan pakaian Lian Haocun yang robek dan bertanya penuh kekhawatiran kekeluargaan,


“Kakak, baik-baik saja?”


Lian Haocun menepuk lembut kepala Lian Huanran yang tingginya lebih pendek darinya.


“Iya.” Tetapi suara Lian Haocun tetap seperti biasa, acuh tak acuh dan memiliki aura dingin.


Baru setelah lebih tenang, Lian Huanran memperhatikan lingkungan sekitar, perhatiannya dengan cepat tertuju pada mayat Singa yang terbakar.


“Apa api panahku sekuat itu hingga bisa membakar Singa?”


Lian Haocun menanggapi dengan jujur, “Tidak. Itu adalah hasil elemenku.”


Lian Huanran sangat terkejut mendengar kata Lian Haocun, “Elemen!?”


“Kakak membangkitkan Elemen kakak? Pantas tadi aku merasa suhu yang sangat panas di dari arah Kakak. Aku hampir mati karena khawatir!”


Lian Huanran terdengar kagum dan turut bersuka cita terhadap Kakaknya. Raut wajah Lian Haocun lebih lembut, meski Lian Huanran tidak menyadarinya,


“Iya. Ayo berburu.”


Sebelum pergi berburu kembali, Lian Haocun mengganti pakaiannya yang robek dengan pakaian baru. Daging Singa yang terbakar oleh api Lian Haocun hangus, jadi Lian Haocun dan Lian Huanran hanya bisa mencari binatang ajaib lain.


Mereka pergi berburu tidak jauh dari tempat Singa mati. Dalam waktu dua puluh menit, mereka sudah mendapatkan dua kelinci untuk dimasak.


“Ayo kembali.” Lian Haocun berkata sambil berjalan ke arah Gua yang ditinggali Harimau Kuning Bersayap.


Tidak lama kemudian mereka kembali ke Gua, saat itu masih siang hari. Matahari bersinar terang menyinari Lian Huanran dan Lian Haocun. Silaunya membuat Lian Huanran mencoba menghalangi sinar matahari dengan punggung tangannya.


“Ayo kita sarapan. Lalu cari tempat dengan Qi Spiritual yang padat.” Kata Lian Haocun, Lian Huanran mengangguk dan dalam hati merasa Kakaknya lebih hangat dari sebelumnya.


Lian Huanran terbiasa memasak sejak di sekte karena di sekte jarang terdapat makanan yang enak dimakan. Maka dari itu Lian Huanran sering bereksperimen memasak dan hasilnya keahlian memasaknya meningkat. Lian Huanran memanggang kelinci dengan api dan menaburi daging kelinci dengan berbagai bumbu yang ia simpan di cincin penyimpanannya dan beberapa tumbuhan yang menambahkan cita rasa yang ia temukan saat perjalanan kembali ke Gua.


“Selesai!” Sorak Lian Huanran girang.


Aroma makanan harum tercium di dalam Gua tersebut. Itu bahkan menarik Harimau Kuning Bersayap yang sedang beristirahat.


Harimau Kuning Bersayap yang tertarik dengan aroma makanan yang tercium sangat lezat keluar menuju ke sumber aroma.


“Oh itu kalian. Aroma makanannya sangat lezat.”


Lian Haocun dan Lian Huanran melihat tamu yang tidak diundang saat mereka ingin makan. Lian Huanran terlihat sedikit gugup melihat Harimau Kuning Bersayap.


“Anda menginginkannya?”


Lian Haocun bereaksi dengan cepat. Harimau Kuning Bersayap terlihat agak malu. Meski tubuhnya lemah karena kontraksi, bukan berarti ia memerlukan makanan. Bagaimanapun dia adalah hewan ajaib tingkat ke-7, tetapi aroma makanan yang dibuat Lian Huanran terlalu menggoda Harimau Kuning Bersayap jadi Harimau Kuning Bersayap menganggukkan kepalanya.