The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 49 — Misteri Kota Pascima (1)



Setelah selesai bersiap-siap, Lian Huanran memanfaatkan waktu luang yang tersisa dan mengunjungi Tang Yelu.


Lian Huanran menitipkan bingkisan-bingkisan yang dibeli di Kota Artik untuk teman-temannya di Sekte Langit Biru kepada Tang Yelu dan mengambil kembali Bai dan Cheng yang dititipkan sementara kepada Tang Yelu karena dipanggil mendadak oleh Ketua Sekte.


Sebelum pergi Lian Huanran memperingatkan Tang Yelu untuk ke sekian kalinya, “Ingat jangan dimakan!”


Tang Yelu tertawa dan berkata dengan nada tidak serius, “Iya.., iya... Jaga dirimu!” Teriak Tang Yelu di akhir kata kepada Lian Huanran yang sudah mulai bergegas untuk pergi bersama Bai dan Cheng.


Lian Huanran menanggapi dengan ‘Iya’ yang keras dan melambaikan tangannya ke arah Tang Yelu.


Lalu Lian Huanran kembali ke Paviliun Langit Jingga-nya.


Selama perjalanan kembali, sudah tidak terhitung banyaknya sapaan dan pertanyaan mengenai Bai dan Cheng yang diterima Lian Huanran serta beberapa ucapan selamat karena kemenangan Lian Huanran dalam Konferensi Daffodil.


Lian Huanran membalas satu per satu sapaan dan pertanyaan hingga tenggorokannya menjadi sangat kering dan serak saat sampai di paviliun. Bukan hanya itu, perjalanan yang seharusnya singkat menjadi lebih panjang.


Lian Haocun tidak perlu menyiapkan apa-pun, jadi dia memanfaatkan waktu luang untuk berkultivasi sambil menunggu gurunya, Shen Wenhuan dan Lian Huanran yang menitipkan bingkisan ke Tang Yelu dan mengambil kembali Bai dan Cheng. Ketika, Lian Huanran kembali, adegan Lian Haocun berkultivasi disajikan di depannya.


‘Lagi-lagi Kakak berkultivasi... Apa kakak tidak bosan?’ Batin Lian Huanran sambil berjalan ke kursi.


Lian Huanran duduk di salah satu kursi dengan bantal empuk dan menggoyang-goyangkan kakinya ala anak kecil yang sedang bosan sambil bermain-main dengan Bai dan Cheng.


"Sudah lama kita tidak bermain seperti ini." Kata Lian Huanran tersenyum sambil mengelus kepala Bai dan Cheng dengan lembut.


Tidak lama kemudian, Shen Wenhuan datang. Lalu mereka bertiga menggunakan jimat teleportasi yang diberikan oleh Bao Fen, Ketua Sekte Langit Biru untuk langsung berteleportasi menuju Kota Pascima, sehingga mereka tidak membuang waktu satu bulan untuk melakukan perjalanan ke Kota Pascima.


Dalam sekejap, Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Lian Huanran yang menggendong Bai dan Cheng sudah berdiri di gerbang Kota Pascima. Setelah mengantre untuk masuk gerbang selama beberapa menit, Shen Wenhuan, kedua saudara kembar Lian, Bai dan Cheng berhasil memasuki Kota Pascima.


Kota Pascima saat siang hari sama seperti sebelumnya hanya saja orang-orang yang berlalu lalang lebih sedikit dari sebelumnya, Lian Huanran memperhatikan perubahan ini,


“Sepertinya karena kasus orang-orang yang hilang tanpa jejak, Kota Pascima menjadi lebih sepi.”


Shen Wenhuan mengangguk menyetujui perkataan Lian Huanran dan memberikan beberapa komentar basa-basi.


Lalu kelompok yang terdiri dari tiga orang dan tiga binatang ajaib menuju ke penginapan tempat Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Lian Huanran sebelumnya menginap saat menetap sebentar di Kota Pascima.


Setelah memesan dua kamar dan membayarnya, mereka langsung memasuki salah satu kamar yang Shen Wenhuan pesan. Kamar itu cukup luas dan bisa menampung beberapa orang dengan furnitur-furnitur yang cukup lengkap juga.


Chao Bence yang bersembunyi dalam bentuk ular kecil mengubah wujudnya menjadi wujud manusia. Chao Bence bertanya dengan senyum lebar di wajahnya,


“Seharusnya tidak masalah bukan kalau aku mengikuti kalian dalam bentuk manusia?”


Shen Wenhuan mengangguk dan menjawab, “Tidak masalah.”


Lian Haocun tidak memedulikan keberadaan Chao Bence sama sekali dan bertanya, “Guru, apa rencana kita selanjutnya?”


Shen Wenhuan menjawab, “Kenakan jubah hitam kalian dan kita akan segera pergi ke bar untuk mencari informasi.”


Lalu Shen Wenhuan memberikan jubah hitam kepada Chao Bence.


Chao Bence yang belum berhasil mengeluarkan semua keluhan di dalam hatinya, “...”


Sehingga Chao Bence dengan rasa terpaksa di hatinya menerima jubah hitam dari Shen Wenhuan dan mengenakkannya.


Lian Huanran bertanya masih sambil menggendong Bai dan Cheng di kedua lengannya, “Guru, apa Bai dan Cheng juga ikut?”


Shen Wenhuan menanggapi dengan cepat, “Aku akan membuat penghalang. Tinggalkan mereka di sini saja.”


Kemudian Shen Wenhuan membuat penghalang di kamar penginapan tersebut. Ketika ingin pergi, Bai dan Cheng memelas menggunakan wajah imut mereka sehingga jika Lian Huanran tidak dipaksa untuk pergi oleh Lian Haocun yang tidak mau membuang-buang waktu mungkin Lian Huanran akan membiarkan Bai dan Cheng yang sangat lengket dengannya untuk ikut pergi ke bar.


Dalam perjalanan, Chao Bence bertanya dengan iseng, “Oh ya. Kenapa kalian belum membuat kontrak dengan kedua binatang ajaib kecil itu?”


Lian Huanran segera menjawab dengan nada rumit, “Mereka masih kecil... Apa perlu untuk mengikat mereka dan membuat kebebasan mereka terkekang dengan kontrak semacam itu? Bagaimanapun belum tentu mereka mau menjadi binatang kontrak kami, iya kan Kakak?”


Lian Haocun tidak menjawab dan hanya melirik Lian Huanran sebagai tanggapan bahwa dia mendengarnya. Sementara Chao Bence merasa bahwa pilihannya untuk ikut dengan Lian Haocun tidak salah, meski masternya berhati dingin, saudara kembarnya sangat berbeda.


Hati Chao Bence menjadi hangat dan senyum di wajahnya semakin lebar hingga Lian Huanran bergidik ketakutan. Lalu percakapan harmonis antara dua orang dan binatang ajaib berlangsung di sepanjang perjalanan ke bar dengan Lian Haocun sebagai pendengar yang setia.


Bar tersebut memiliki interior yang rapi dan nyaman dengan aroma-aroma berbagai campuran alkohol di dalam bar.


Meski masih siang, ada cukup banyak orang di dalam bar tersebut sehingga kedatangan empat orang berjubah hitam tidak terlalu menarik perhatian.


Tentu terutama karena sebagian besar orang-orang di dalam bar tersebut sudah mabuk sehingga kebisingan menjadi musik latar belakang di bar tersebut.


Shen Wenhuan segera duduk di bangku kayu tanpa senderan yang dekat dengan konter bar diikuti oleh Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence. Bartender segera menyambut mereka dan mulai menanyakan pesanan.


Shen Wenhuan tidak memesan dan malah memberikan sepuluh koin emas. Bartender tidak mengubah ekspresi wajahnya sama sekaki, sepertinya dia sudah biasa dengan hal seperti ini.


Bartender mengganti pertanyaannya, “Informasi apa yang Tuan ini inginkan?”


Shen Wenhuan menjawab dengan nada dingin dan misterius, "Kejadian orang-orang yang hilang."


Bartender mengangguk ringan dan berkata dengan nada lesu yang dibuat-buat, "Ini akan cukup panjang."


Shen Wenhuan menambahkan lima koin emas lagi. Meski tidak ada perubahan di wajah bartender, senyumnya terasa lebih ceria.